Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [RolePlayStory]The Colossal Gate

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
2014-08-29, 17:39
Post[RolePlayStory]The Colossal Gate
#1
tukang_es 
Dalangnya RMID
avatar

Kosong
Posts : 321
Thanked : 14
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:
RolePlay adalah permainan Forum bermain peran melalui posting. dalam permainan ini pemain ( member ) bermain sebagai karakter yang ditempatkan di suatu cerita dengan setting yang sama dengan pemain lainnya.
RolePlay mengandalkan imajinasi dari pemainnya agar menciptakan cerita yang menarik dan seru serta inspiratif. tidak menutup kemungkinan karakter yg pemain ciptakan akan dikenal.

contoh permainan ini ada dalam thread
http://www.rpgmakerid.com/t7837-roleplay-eremidia-dungeon-the-twilight-tower


Tujuan Thread :
Spoiler:
 


Rules :

Spoiler:
 

Background Lore

Eterna Continent, dataran tujuh negeri yang hidup dalam damai. semua tampak harmonis sampai sebuah gerbang raksasa muncul di dekat kota bernama Greywood dan memunculkan monster-monster yang menyerang secara membabi buta. para pemimpin negeri berunding dan memutuskan untuk mengirim orang-orang terbaik mereka ke tempat tersebut yang disebut "Colossal  Gate" dan mencari cara untuk menutupnya selamanya.  Tim Ekspedisi pun dibentuk dari orang-orang terbaik dari tujuh negeri.
adapun tujuh negeri yang menjadi pola untuk background karakter yakni :


Spoiler:
 


Setting
Setting utama Roleplay adalah sebuah kota kecil di Windia bernama Greywood Town. Kota kecil dengan luas 10 km persegi. sebenarnya merupakan kota pertanian biasa namun berubah sejak munculnya Great Abyss dan monster-monster ganas. Sebagian lahan pertanian rusak sementara penduduknya banyak yang melarikan diri. Pasukan ekspedisi muncul dan membantu kota tersebut pulih. Kota itu menjadi basis pasukan ekspedisi yang berasal dari berbagai negara.

Greywood Town memiliki beberapa fasilitas terkenal :

Spoiler:
 


NPC( Bisa bertambah )


Spoiler:
 


Races( pilihan untuk OC pemain, bisa ditambah)

Spoiler:
 

Current Characters :
- Rai Farian ( Republik Ironbell )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#122948
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#122967
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#122999

- Metalica D. Dark ( Republik Ironbell )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#122949
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123021
http://www.rpgmakerid.com/t8630p30-roleplaystorythe-colossal-gate#123132

- Evan Lanchester ( Liga kota-kota selatan )
Chapter I

- Runa Styarde ( Kerajaan Lunaris )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#123001

- Pavitra ( Liga kota-kota selatan )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630-roleplaystorythe-colossal-gate#123004
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123024
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123035
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123038
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123089

- Zaint ( Kekaisaran Zephyr )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123016
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123077

- Marko Al Basher ( Dataran Asha )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123036
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123044
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123060

- Honoka Chikako ( Kerajaan Lunaris)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123039
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123059
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123083
http://www.rpgmakerid.com/t8630p30-roleplaystorythe-colossal-gate#123115

- Venus Evenstar ( Kerajaan Lunaris)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p10-roleplaystorythe-colossal-gate#123042
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123048

- Junk Rafel (Teokrasi Elyon)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123074

- Selena (Kerajaan Lunaris)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123080

- Otong (Liga kota-kota selatan)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p20-roleplaystorythe-colossal-gate#123082

- Rina Mustikasari (Republic Ironbell)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p30-roleplaystorythe-colossal-gate#123124

- Isara ( Teokrasi Elyon )
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p30-roleplaystorythe-colossal-gate#123145

- Alfred Bridgestone (Kekaisaran Zephyr)
Chapter I
http://www.rpgmakerid.com/t8630p30-roleplaystorythe-colossal-gate#123146

Current Chapter :
Chapter I/ Departure :
Para petualang dengan berbagai alasan dan tujuan memutuskan bergabung ke tim Ekspedisi yang berada di Greywood Town. mereka memulai perjalanan dari negeri mereka masing-masing.

pertanyaan dan usul silahkan ditanyakan ke CB :hammer:,
Happy RPing ! :ming:


Terakhir diubah oleh tukang_es tanggal 2014-09-08, 16:31, total 11 kali diubah (Reason for editing : ngupdate peta dan pic)
2014-08-29, 23:30
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#2
rizkyffq 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 60
Thanked : 2
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer

Rai Farian (CHAPTER 1)
Quote :
Catatanku :
Sudah tujuh tahun aku bekerja sebagai Detektif kepolisian di negara ini,  dan sama setiap harinya aku selalu mencium bau debu terlalu banyak lahan pertambangan disini tapi  negara ini  memang cocok dengan ku, negara berbasis Demokrasi biarpun di sini alamnya sangat buruk tapi sumber dayanya sangat banyak. Iya benar sekali Negara berbasis Demokrasi yang bernama Republic Ironbell. 
Ah benar tinggal beberapa minggu lagi akan turun salju, ini sudah akhir tahun hmmm... berarti ini sudah 10 tahun aku tinggal di negara ini, sudah lama sekali aku tidak melihat pemandangan indah di Elyon, Bersekolah  tentang logika disana, setelah tamat aku melanjutkan ke kelas yang lebih spesifik karena sekolah itu hanya ada di Ironbell terpaksa aku pindah disini, dan lagipula aku juga sangat cocok dengan peraturan di negara ini.
3 tahun aku mengambil sekolah Detektif dan kemudian eksekusi di kepolisian di negara ini. Semoga akhir tahun ini menjadi penutup tahun yang indah, dan bertemu tahun yang lebih indah lagi.



Hmm aku sudah menyelesaikan catatanku untuk hari ini, baiklah aku akan memeriksa pekerjaan ku lagi yah inilah aku terlahir sebagai manusia agak susah jika dibanding dengan teman-temanku yang memiliki kekuatan lebih contohnya sihir , "jujur saja jika aku sangat benci dengan mereka yang menganggap ras manusia itu lemah dari mereka, hanya karena tidak bsia menggunakan sihir" hey mereka menurut ku apa bedanya sihir ? sihir air sama dengan H2O, buat mesin pembentuk air maka jadi sebuah alat mirip sihir, apa itu teleportasi ? definisi teleportasi adalah berpindah, apa bedanya dengan berjalan sama saja dengan berpindah ? sihir terbang, ras manusia sudah membuat pesawat.

terkadang aku terkena diskriminasi oleh ras lain, tapi ras manusia memiliki hal lebih, mereka memanfaatkan kelemahan mereka menjadi kelebihan, ya sudah ,aku mulai emosi lagi.
Dulu memang kami berpisah sampai gerbang aneh itu terbuka, yah mereka berkata itu sihir, tapi menurutku itu bisa di logika-kan.

Benar sekali kami perkumpulan Detektif untuk ras manusia sedang melakukan penelitian tentang Gerbang ini,di katakan gerbang itu mengeluarkan makhluk aneh seperti monster.
Sekarang berhenti untuk mengomelkan sesuatu yang tidak jelas, baiklah aku harus fokus dengan pekerjaan ku sekarang.

Hmm ayo kita mulai dengan kumpulan kasus yang tertumpuk dimejaku ini, ....
Baiklah apa ini, meyelidiki Sage Elraine, owh iya ini PR ku dari 2 bulan kemarin, tdan jujur saja namanya sangat aneh baiklah kita lihat apa lagi, hmm ras belum diketahui ? jenis kelamin belum diketahui ?, dan banyak tahu tentang Gebang monster....

....
Entah kenapa ini aneh, mungkin karena saya seumur hidup menekuni kehidupan logika dibandingkan sihir, ahh aku harus secepatnya masuk organisasi peneliti gerbang itu agar kami dapat melogikakannya.

Baiklah karena aku dari kepolisian bersifat netral aku harus banyak menyelidiki tentang tim ekspedisi, Republic Ironbell mungkin tidak terlalu percaya dengan Tim Ekspedisi ini. Tapi sebenarnya jika aku bergabung dengan tim Ekspedisi aku akan mudah menyelidiki Sage Elraine baiklah sebagai strategi-ku untuk menyelidiki Sage Elraine aku harus masuk kedalam tim ekspedisi, apapun alasannya.

Baiklah sudah ku putuskan untuk masuk kedalam tim Ekspedisi, berarti aku mengambil 2 kasus untuk bulan ini 
1. Menyelidiki Sage Elraine
2. Menyelidiki Pembunuhan massal oleh monster di selatan Ironbell

Selanjutnya : penyelidikan Hari ke 1 : Menyelidiki Sage Elraine


My project :
Quote :


Quote :




Terakhir diubah oleh rizkyffq tanggal 2014-08-30, 22:50, total 1 kali diubah
2014-08-30, 02:24
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#3
sokita 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 217
Thanked : 5
Engine : RMVX Ace
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

Metalic D. Dark/Metalica D. Dark


"Hah, sore ini indah sekali..." Batinku saat melihat dua burung coklat kecil terbang bercengkrama berduaan. Kalau dipikir, memang jarang ada burung atau makhluk hidup di kota tambang ini, bahkan di negara semodern Ironbell. Di tanganku masih terselip sepucuk surat, dan aku masih saja asik memandangi kedua burung itu dari jendela kamarku. 

"METALIC D. DARK! Cepat turun! Ayahmu sudah menunggu!", terdengar teriakan dari lantai satu. "Namanya Metalica, honey, bukan Metalic!", suara keras satunya menyahut. "Ah, itu kan karena kamu yang menambahkannya, bunny". "Heuh, begitulah ketika mereka memanggil namaku, selalu saja diikuti dengan perdebatan tentang nama". Ya, namaku adalah Metalic D. Dark, menurut ibuku, tapi menurut ayahku, namaku Metalica D. Dark. Mau tahu kenapa bisa begitu? Dulu, waktu ayah dan ibuku memutuskan namaku, mereka berdua sudah sepakat namaku tanpa huruf "a" setelah huruf "c", tapi, sesaat sebelum mereka menyerahkan formulir isian untuk akta lahirku, ayahku tiba-tiba ingin menambahkan huruf "a" setelah "c", dia menambahkannya diam-diam tanpa sepengetahuan ibuku. Dan, jadilah seperti sekarang. Di sekolah pun begitu, ibuku bersikukuh namaku adalah Metalic, tanpa "a" di belakang, ayahku juga tidak mau kalah, alhasil agar adil, setiap ijazahku jadi taruhannya, jika saat itu ayah menang, maka nama di ijazahku adalah Metalica D. Dark, dan jika ayah kalah, nama di ijazahku jadi Metalic D. Dark.

"Iya, iya, aku turun, Ibu". Dan jangan tanya apa kepanjangan dari huruf D di tengah namaku, karena kedua orangtuaku hanya iseng menambahkan agar telihat keren.

Lalu, kuletakkan surat yang tadi kupegang di atas meja, dan kuambil peralatan pertambanganku. Kemudian aku turun.

"Ibu, aku berangkat dulu", setelah kucium tangannya, dia memberikan bekal untuk ayah dan aku. "Hati-hati di jalan ya!". "Hahaha, tidak usah khawatir, honey, dia sekeras namanya, Metalica!". Akhirnya aku berangkat bersama ayahku ke pertambangan.

Luna's Letter:
 


Love is a delusion, makes you feel hallucination, and can beyond your expectation.
2014-08-30, 09:04
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#4
tukang_es 
Dalangnya RMID
avatar

Kosong
Posts : 321
Thanked : 14
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:
< Evan Lanchester>

Kacamataku sedikit berembun. ini pasti karena cuaca dingin pagi.
kuperkirakan sekarang masih jam 5 pagi. tidak terlalu banyak orang di dermaga saat ini,entah jika matahari sedikit meninggi. aliran sungai tenang mengalir dan suara-suara jangkrik masih terdengar pelan di tepian. disinilah aku bersama orang-orang yang menanti datangnya perahu menuju ke wilayah tengah Windia.
Sungai Eleanor adalah satu dari sungai-sungai yang ada di kawasan Southern Cities dan sungai Eleanor adalah satu-satunya sungai yang menghubungkan ke wilayah Windia. tujuanku hanya satu yakni kota Greywood di Windia. tujuanku hanya satu yakni mencari keberadaan saudariku, Elliana.
Dia bergabung ke Tim Ekspedisi beberapa minggu lalu.
sebuah Ekspedisi untuk mencegah serangan monster menyebar ke penjuru kawasan ini. tugas yang mulia sekaligus langkah cepat untuk mati menurutku tapi saudariku bersikeras untuk berangkat meski dilarang oleh ayahku. menurutnya, ini sudah kewajiban sebagai penduduk benua ini.
Aku tidak mengerti apa yang ia pikirkan saat ia kabur dari rumah dan membawa senjata milik ayah. sebuah pusaka keluarga. sebuah pedang kuno yang sudah usang menurutku.
"ah sudahlah"gumamku pelan. yang jelas, aku hanya akan fokus pada misiku untuk menemukan Elli dan berharap bisa membujuknya pulang.
perlahan sebuah ferry bertenaga uap merapat di dermaga.



Terakhir diubah oleh tukang_es tanggal 2014-09-03, 08:07, total 1 kali diubah
2014-08-30, 22:46
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#5
rizkyffq 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 60
Thanked : 2
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer

Rai Farian (CHAPTER 1)
Penyelidikan Hari ke 1 : mennyelidikan Sage Elraine


Hari ini aku akan memulai penyelidikan terhadap Sage Elraine, ya dan tahap pertama aku harus masuk ke tim Ekspedisi dan kemudian langsung menyelidiki semua pihak sekaligus, menyelidiki Sage Elraine dan juga anggota lain di Tim Ekspedisi, Sekali dayung dua pulau tiga pulau terlampaui.
Tapi mungkin akan sulit masuk ke Tim Ekspedisi, mungkin masuk kesana memerlukan persyaratan khusus dan memiliki skill tertentu pastinya itu ada, karena tim ini dibuat tidak untuk sembarangan. 
Oh iya aku harus mencari tahu dahulu dimana tempat markas Tim Ekspedisi, astaga ini jadi kesalahan besar ku menjadi seorang detektif, selalu kurang detail dengan keadaan, tahu nama timnya tapi tidak tahu dimana markas tim ini.
Baiklah hmm, mungkin sekarang aku masih beruntung karena aku masih dalam perkotaan Ironbell, pasti ada salah satu sumber informasi tentang Tim Ekspedisi disini, mungkin ada beberapa orang yang sedang dalam requitment anggota, baiklah kita mulai, tapi tunggu dulu aku mencatat sesuatu dulu untuk analisa ku.
Quote :
Catatan :
Memulai kasus baru, mungkin ini salah satu kasus besar yang ku tangani, dari kasus-kasus dahulu ini melibatkan tentang 7 negara, bisa di bilang ini paling besar kasus ku untuk sementara.
Tapi ini kasus berlawanan dengan apa yang diharapkan warga yang ingin gerbang monster itu hilang, karena aku seorang detektif aku harus bersifat netral dan selalu melakukan apa yang di kasus itu perintahkan dengan benar.
Kali ini aku akan menyelidiki seorang yang besar dalam Tim ekspedisi, Sage Elraine. Beberapa anggota Dewa Repeublic mungkin tidak percaya dengan Sage Elraine,maka dari itu Kasus ini ada.
Mungkin karena kemisteriusan orang ini menjadikan mereka memandang Sage Elraine bisa menjadi  pedang bermata dua, Republic ini terkenal dengan logikanya wajar jika mereka akan mencurigai Sage Elraine karena tidak ada status yang jelas. Semoga aku bisa menangani kasus ini dengan baik.


Baiklah sudah mencatat analisa ku dicatatan, sekarang ayo kita cari adakah orang yang sedang dalam requitmen anggota Tim ekspedisi. Hmmm. mungkin orang di depan telepon umum sana yang sedang membagikan lemaran, mungkin dia salah satu orang yang bertugas requimen anggota Tim Ekspedisi.
Baiklah aku akan mendatangi orang berbaju hitam itu dulu. Benar sekali dia salah satu orang dari tim ekspedisi langsung, bertugas untuk merequetmen anggota, aku meminta lembaran tadi, dan sekarang aku periksa apa isi dari lembaran ini
Quote :
TIM EKSPEDISI REQUITMENT
Salam pejuang, 
Halo para pejuang, kita sudah tahu bahwa ada gerbang besar telah muncul secara aneh di Eterna Continent yaitu dunia kita. Dari dulu 7 negara damai dan selalu sejahtera tapi seteah munculnya gerbang Monster ini, Eterna Continent mulai terancam. Gerbang ini telah mengeluarkan makhluk-makhluk aneh yang selalu merusak di dataran tujuh negara.
Situasi darurat ini membuat dewa tinggi dan pemimpin setiap 7 negara memutuskan untuk membuat sebuah Tim yang akan menyelidiki, melawan, dan menghilangkan gerbang monster ( Collosal Gate) itu.
Tim ini diberi nama TIM EKSPEDISI tim ini telah dibuat sejak datangnya gerbang monster itu, namun Tim ini tidak akan bisa mewujudkan tujuan dan cita-cita dari tujuh negara jika tidak mendapat bantuan dari rakyat atau warga dari ketujuh negara.
Lembaran ini menunjukan bahwa kami sangat memerlukan kalian yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita tim ini dan juga untuk Eterna Continent.
Jika kamu berkemampuan dan mempunyai hasrat untuk melakukan tujuan dan cita-cita Tim ini kamu dapat masuk ke Tim ini
TIM EKSPEDISI bermarkas di kota Greywood, datanglah dan ikut bersama kami
Kita capai tujuan dan cita-cita Tim ini dan selamatkan Eterna Continent !
 Lawrence Armstrong [Komandan Tim Ekspedisi]

Berarti aku harus pergi ke greywood untuk masuk ke tim ekspidisini ini, baiklah aku akan berangkat ke Greywood, Misteri mulai ku rasakan dari sekarang.

Selanjutnya : Penyelidikan Hari ke 2 : Masuk Greeywood Town


My project :
Quote :


Quote :




Terakhir diubah oleh rizkyffq tanggal 2014-09-01, 18:54, total 1 kali diubah
2014-08-31, 22:18
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#6
rizkyffq 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 60
Thanked : 2
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer

Rai Farian
Penyelidikan Hari ke 2 : Masuk Greeywood Town



Akhirnya aku sampai di daerah windia dan sebentar lagi aku tiba di Greywood Town, markas besar Tim Ekspedisi, lumayan memakan waktu yang lama dari kota ku di Republic Ironbell sampai ke daerah Windia ini dari sana aku menggunakan kapal.

Quote :
Catatanku :

Akhirnya aku sampai di daerah Windia dan aku akan tiba di Greywood tempat dimana ada markas besar Tim Ekspedisi, mungkin sekarang aku agak sedikit khawtir dan juga takut kalo aku tidak bisa lolos di Tim ini, tapi mungkin aku harus terlihat memiliki semangat juang dan determinasi tinggi terhadap Tim ini.


Tapi mungkin tidak terlalu khawatir karena pemandangan di Windia cukup indah daripada pemandangan alam sekitar di Ironbell, lama sekali rasanya aku tidak melihat dan merasakan alam yang seperti ini sejak aku pindah ke Ironbell.

Aku berharap saja agar lolos ke Tim Ekspedisi dan menyelesaikan tugasku dengan baik.





Baiklah untuk ini aku sudah menyelesaikan catatanku, hmmm itukah Greywood Town, wah dari sini lumayan indah, baiklah aku siap untuk masuk Tim Ekspedisi. Baiklah ayo ke merkas besar Tim Ekspedisi hmmm mungkin aku harus bertanya dulu pada warga sekitar dimana letak tempatnya Tim Ekspedisi bermarkas,  oh itu ada seorang wanita sedang membeli sesuatu mungkin aku bisa bertanya kepadanya dimana letak markas Tim Ekspedisi berada.

"Permisi, bolehkah saya bertanya sesuatu ?" seketika aku mendapat jawaban dari perempuan itu, dia langsung mengantarkan ku ke markas Tim Ekspedisi, aku berpikir wanita ini sangat baik dan juga sangat cantik, ah tidak Rai ! kamu masih dalam tugas jangan berpikir yang aneh-aneh fokus terhadap tugas ini, aku kembali berkhayal yang tidak-tidak.


Hmm diruangan ini penuh dengan orang-orang terlihat mereka memiliki kemampuannya masing-masing mereka memiliki alasan masing-masing bergabung dengan tim ini tapi terlihat sekali dari mereka ingin mencapai satu tujuan yaitu bebas dari gangguan Collosal Gate.

"Sebentar aku akan memanggilkan Komandan dulu" wanita baik tadi dengan lembut berkata seperti itu kepadaku, aku menunggu Komandan, dari mereka bercerita kepadaku bahwa beberapa dari mereka baru saja dikirim kesebuah daerah yang penuh makhluk aneh bersama komandan, berarti mereka baru saja balik dari perang.

Tidak lama aku menunggu sambil duduk diruangan markas besar Tim Ekspedisi yang mungkin memang ruangan ini diciptakan mirip suatu Bar karena penuh kursi dan meja agar para anggota dapat berdiskusi atau bersantai, akhirnya Komandan Lawrence datang dan menyuruhku masuk keruanganya, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu antara senang dan juga khawatir kalo saja tidak lolos dalam Tim Ekspedisi ini.


'Terima kasih "Lydia Feyth, silahkan untuk melanjutkan kesibukan mu " hah ? Komanda Lawrence memanggil wanita itu dengan nama Lydia, bukan kah itu wakil komando Tim Ekspedisi, astaga aku meminta bantuan kepada wakil komando ? AKu harusnya tidak selancang tadi jika aku tahu bahwa wanita itu adalah wakil komando dari Tim Ekspedisi.

"Silahkan duduk" Komandan Lawrence mempersilahkan ku duduk dan dia berbincang kepada ku bahwa perempuan tadi adalah wakil komando Tim Ekspedisi, tidak salah lagi kan dia Lydia Feyth.

Baiklah sekarang aku fokus untuk melewati pertanyaan Komandan Lawrence agar aku masuk Tim Ekspedisi.


Aku bilang kepadanya bahwa aku dari kepolisian Ironbell untuk ikut dalam Tim Ekspedisi agar membantu Tim Ekspedisi dalam melakukan tugas, Ku bilang juga bahwa aku di ikutkan karena setiap kepolisan tujuh negara diwajibkan untuk memasok anggotanya ke Tim yang dibentuk oleh Dewan tinggi serta  pemimpin setiap negara, kemudia tanpa ragu-ragu dia menerimaku, mugkin karena dia tahu bahwa ini memang ada, maafkan ku Komandan sebenarnya tugasku bukanlah hal itu tapi aku harus menyelidiki Sage Elraine.

Akhirnya aku resmi menjadi anggota Tim Ekspedisi, dan sekarang aku bisa memulai tugas ku untuk menyelidiki Sage Elraine, dan perama-tama karena aku sudah masuk ke Tim ini aku harus beradaptasi dengan anggot Tim ini agar aku tidak menjadi orang yang mencurigakan. Baiklah misi dimulai "menyelidiki Sage Elraine"
CHAPTER 1 END


My project :
Quote :


Quote :




Terakhir diubah oleh rizkyffq tanggal 2014-09-01, 19:03, total 1 kali diubah
2014-09-01, 15:28
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#7
Mochamad Hilman 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 121
Thanked : 1
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

Runa Styarde (Chapter 1)

Introduction:
 

Dengan membuka mataku yang sedang tertutup, aku kembali bangun ke dunia yang tidakku sukai. Aku berdiri dari kasurku dan segera membuka jendela kamarku. Cahaya mentari memasuki ruangankuyang gelap dan pengap, cahaya itu begitu terang sampai aku harus melindungi mataku dengan tangan kiriku.

Tidak perlu memakan waktu lama sampai mataku mulai menyesuaikan diri dengan terangnya pagi di kota kelahiranku, ibu kota dari Magic Kingdom Lunaris.

Tampak belasan orang berjalan lalu-lalang di jalan depan rumahku. Beberapa diantaranya berbisik-bisik sambil menunjukku, lalu mengalihkan pandangan ketika aku menoleh. Ada beberapa yang terang-terangan memicingkan mata mereka ketika melihatku, lalu meludah tepat di depan rumahku. Pemandangan yang tak jarang kutemui di pagi hari.

Aku berjalan menuju ruang tengah dimana aku telah menyiapkan sebuah tas berisi persediaan untuk 2 sampai 3 minggu dan uangku yang masih tersisa. Aku membuka tas itu dan memeriksa kembali isinya. Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan dari pintu rumahku. Aku segera menutup tasku dan bergegas menghampiri pintu depan. Ketika aku membuka pintu itu, tampak seseorang berseragam kebiruan, seragam pegawai pajak kerajaan dengan sebuah dokumen di tangannya.

“Pak Strayed, anda belum membayar pajak ada yang telah anda tunggak...”

Aku langsung melempar sebuah kantong kecil berisi koin-koin tembaga yang telah aku kumpulkan ke wajah pria itu hingga ia terkapar di tanah. Aku sudah lama merasa kesal dengan pegawai itu. Pajak seharusnya ditarik setiap bulan, tapi dia selalu menagih setiap minggu untuk “Camilan”nya.

Aku kembali ke dalam rumahku dan mengambil topeng putih dan jubah hitam yang selalu kukenakan, lalu menutup mata emasku di balik topengku dan menarik kerudung jubahku untuk menutup rambut perakku.

Aku mengambil sebuah pematik perak bertuliskan sebuah kaligrafi dalam bahasa yang tidak kuketahui, peninggalan dari ayahku, lalu menyalakan pematik itu dan membakar sehelai kertas yang langsung kulempar ke arah dapur. Aku menyimpan pematik itu di kantongku, lalu berjalan keluar dari rumahku, melewati sang pegawai yang tengah terbaring di tanah.

“Keparat! Kau tahu akibatnya kalau kau menyerang pegawai pemerintah,kan! Aku akan menyita rumahmu!”teriak sang pegawai seraya berusaha bangkit.

“Ya, aku tahu. Sita saja rumahku”kataku singkat.

Aku mulai membaca sihir. Sekumpulan cahaya dan lingkaran sihir mengelilingiku dan menghasilkan cahaya yang begitu terang. Ketika cahaya itu menghilang, aku sudah tidak ada di tempat itu lagi.

“Sihir murahan! Kau mungkin bisa kabur sekarang, tapi rumahmu tetap akan kusita!”teriak si pegawai.

Dari tiga blok jauhnya, aku dapat melihat sang pegawai itu bergegas menulis catatan dan menempel catatan itu di depan pintu rumahku. Namun tak lama, sang pegawai itu berteriak keras, pintu yang telah ia tempeli tiba-tiba tersulut oleh api.

Sang pegawai panik dan berjalan mundur menjauhi pintu itu tepat waktu sebelum pintu itu jatuh ke depannya karena engselnya telah terbakar oleh api. Melalui lubang dari pintu yang telah jatuh itu, sang petugas melihat kobaran api menjalar dari arah dapur, lalu menyebar ke seluruh rumah.

Sang pegawai melihat kobaran api di dalam rumahku dan segera memanggil pemadam kebakaran, tapi sayang sekali, aku telah menyiapkan cukup banyak minyak untuk membakar seluruh rumahku. Sekarang, aku tak punya tempat untuk kembali, lagipula aku sudah muak dengan kota ini, aku tak akan pernah kembali.

Tiba-tiba aku mendengar suara menggema dari bagian abdomenku. Benar juga, aku belum makan semenjak aku bangun. Aku segera meraih tas di punggungku... tas punggung... tas...

“Tidak ada?! Tasku nggak ada?!”teriakku panik.

Aku memeriksa sekitarku, tasku tidak ada dipunggungku atau daerah sekitarku, pasti tertinggal di rumahku. Aku keluar dari persembunyianku dan segera berpaling ke rumahku yang tengah terbakar dari lantai sampai atapnya.

“SIAL!!! KENAPA AKU SUDAH MEMBAKAR RUMAHKU?!”

Perutku kembali keroncongan. Ada sebuah kios makanan tak jauh dari sini, tapi uangku juga aku letakan di dalam tasku dan tasku masih di dalam rumahku.

“Itu dia! Tangkap penunggak pajak itu!”

Aku menoleh dan melihat pegawai pajak itu membawa beberapa tentara kerajaan. Dengan kecepatan seadanya, aku berusaha berlari dari mereka, tapi tubuhku lebih lemah dari tubuh pria lainnya, sehingga tak memakan waktu lama bagi mereka untuk mengejar jarak kami.

Aku menggunakan sihir “Cahaya”, sama seperti tadi, tetapi pasukan itu telah menyiapkan sihir penangkal yang menghalau cahaya dari sihirku di masing-masing mata mereka, sehingga sihirku tidak mempan.

Ketika aku sampai di sebuah jembatan penyebrangan, pasukan kedua telah menunggu di depanku, sementara pasukan yang tadi mengejarku menunggu di sisi lainnya, sehingga aku terapit dari dua sisi.

“Ini berakhir di sini, penunggak pajak!”teriak sang pegawai pajak dari balik pasukannya.

Kurasa aku tidak punya pilihan lain. Aku melepas sarung tangan kiriku, kekuatan sihir yang terasa pekat mengumpul di tanganku dan mulai memercikan percikan api.

“Hati-hati dengan tangan kirinya! Dia tidak dijuluki “Pembawa Kesialan” untuk main-main!”teriak kapten pasukan itu. Pasukannyapun berganti formasi dengan pemegang perisai berbaju berat  di barisan terdepan, lalu penombak di barisan selanjutnya.


Pembawa Kesialan”ku gumamkan nama panggilan yang kubenci itu.


Itu adalah julukan untuk tangan kiriku yang membawa kesialan pada apapun yang disentuhnya, terutama diriku. Biasanya aku memakai sarung tangan untuk mengurangi dampaknya, tapi ketika aku melepasnya, kesialan akan menghampiriku.

Aku tahu resiko dari tangan kiriku, tapi jika aku tak menggunakannya sekarang, mereka pasti akan menangkapku.

Para tentara berjalan mendekat, aku mempersiapkan kuda-kuda. Yang kuperlukan hanyalah menyentuh mereka, maka mereka akan terkena dampak kesialan yang selalu kubawa. Ketika jarak kami hanya satu meter, jembatan mulai bergetar hebat, tak lama kemudian jembatan kayu itu ambruk.

“M-Mitos pembawa sial itu benar! Dia memang membawa kesialan kemanapun dia pergi!”teriak panik salah satu tentara.


Dasar bodoh... bukannya itu karena kalian yang membawa pasukan baju berat kalian? Heh... sudahlah...” gumamku.


Para tentara kerajaan panik dan mulai berlarian ke ujung jembatan, tapi karena berat baju besi mereka, tidak sedikit terperosok ke dalam sungai. Untungnya pasukan yang masih di luar jembatan masih sempat melemparkan tali, para pasukan baju berat segera meraih tali itu, sehingga tidak ada yang tenggelam ke dalam sungai.

Namun, tidak denganku. Aku terbawa arus sungai di bawah jembatan. Sebenarnya arusnya tidak begitu deras, tapi karena aku tak bisa berenang... Aku segera meraih sarung tanganku dan memakaikannya pada tangan kiriku, paling tidak... semoga aku tidak mati konyol sebelum chapter pertama ini selesai...


***


Setelah terombang ambing cukup lama, aku terbujur kaku di pesisir sungai. Dari tenangnya air dan suara-suara hewan di sekitarku, sepertinya aku berada di hutan di luar ibu kota, kalau tidak salah namanya Hutan... ah.. sial... aku lupa apa nama hutan itu.

Kesadaranku masih ada, aku berusaha menggerakan tanganku, tapi tanganku tidak mau bergerak. Kurasa aku masih merasa letih karena terombang-ambing.

“Hei, siapa itu?”terdengar suara seorang wanita.

“Tidak tahu, mungkin dia terbawa arus sungai?”kali ini, suara seorang pria.


Ada orang! Syukurlah... paling tidak aku tidak akan mati di sini!”bisikku dalam hati.


Salah satu dari mereka membaringkanku, lalu memompa perutku sehingga air di dalam perutku menyembur keluar lewat mulutku. Kemudian mereka menggotong tubuhku ke suatu perkemahan dengan beberapa kereta gerobak dan kuda yang menariknya.

Aku digotong ke dalam sebuah gerbong kereta, lalu meletakanku di sana. Kedua orang yang menggotongku berjalan keluar dari gerbongku, lalu menutup pintunya. Syukurlah... paling tidak aku masih hid...

“Kau yakin pria ini bisa dijual dengan harga tinggi? Lihat, bahkan tubuhnya kurus sekali”

“Tidak masalah, kita dibayar dengan kuantitas budak yang kita ambil, bukan kualitas. Kalau masalah kualitas, itu urusan mereka sendiri!”


Eh... Dijual? Budak? Bayaran? Harga? Tinggi? T-Tunggu dulu...


Aku membuka mataku. Meski samar-samar, aku dapat melihat jeruji yang mengelilingi gerbong  yang kunaiki. Tidak jauh dariku, tampak belasan orang di gerbong yang kunaiki ini dengan pakaian seadanya, wajah mereka kusut dan debu-debu terlihat di ujung kaki mereka.


J-Jadi mereka... pedagang budak?! B-Berarti aku...


“Pemberhentian berikutnya, Greywood Town!”ujar si pedagang budak.


TTTTTIIIIIIIDDDDDDDDAAAAAAAAAAKKKKKKKKK!!!!!!!!!!




Project selesai : Sayatan (Revised)
Bisa dilihat di : http://www.rpgmakerid.com/t8052-vxsayatan-revised

||

Coming soon....


Terakhir diubah oleh Mochamad Hilman tanggal 2014-09-01, 18:03, total 1 kali diubah
2014-09-01, 17:47
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#8
tukang_es 
Dalangnya RMID
avatar

Kosong
Posts : 321
Thanked : 14
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:
OOC :

@rizkyffq : mohon dibetulkan kesalahan ketik milik anda,dan buat cerita yang bersifat naratif deskritif.. jangan terlalu to the point karena cerita jadi kurang mengalir secara alami. thx ;)

@Hilman : yakin chapter 1 mo di End langsung ? berarti anda tunggu giliran post sampai saya ngepost Chapter 2 lho di thread awal.


Terakhir diubah oleh tukang_es tanggal 2014-09-01, 18:09, total 1 kali diubah
2014-09-01, 18:02
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
#9
Mochamad Hilman 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 121
Thanked : 1
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

tukang_es wrote:

@Hilman : yakin chapter 1 mo di End langsung ? berarti anda tunggu giliran post sampai saya ngepost Chapter 2 lho di thread awal.
Oh... jadi nggak harus langsung selesai sekali post?
Maaf, saya kurang memperhatikan tadi, untuk sementara tulisan chapter end nya saya hapus dulu


Project selesai : Sayatan (Revised)
Bisa dilihat di : http://www.rpgmakerid.com/t8052-vxsayatan-revised

||

Coming soon....
2014-09-01, 18:14
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
superkudit 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 70
Thanked : 0
Engine : Other
Skill : Very Beginner
Type : Artist

<Pavitra>

Tangan ini menahan kerudung dan mantel kain yang menutupi tubuhku dari angin pantai yang menerjang tenang. Bukan berarti aku alergi dengan laju udara hangat beraroma laut ini, hanya saja tak ingin rasanya semua orang melihat siapa aku sebenarnya.

Sepintas aku mungkin seorang gadis berkulit gelap layaknya seorang Nomad, mereka yang pernah mengembara setidaknya bertemu satu dalam perjalannya. Tapi mata dan rambut ini bukanlah mata dan rambut seorang Nomad. Mataku berwarna merah membara, seperti api dalam nafas seorang Vanaga sedangkan rambutku berwarna perak. Entah kenapa bisa begitu, tapi orang pernah mengatakan kalau itu karena orang tuaku melakukan sebuah aib.

Bukan berarti aku malu dengan kondisiku saat ini. Hanya saja, beberapa orang melihat itu sebagai pertunjukan menarik. Beberapa orang bahkan pernah berusaha menculikku, mereka ingin menjualku pada saudagar sebagai budak, atau lebih buruk lagi sebagai piala.
Beberapa sirkus keliling juga pernah menawarkan pekerjaan kepadaku, tapi aku bukan tipe orang yang suka menjadi pusat perhatian, apalagi bayarannya juga tak setimpal.

Memiliki darah seorang Nomad membuatku juga sering berpindah-pindah. Bukan berarti aku suka, aku hanya tak nyaman menjadi omongan orang. Ketika mereka melihatku, mata mereka selalu menilai dengan imej "aneh". Sebegitu anehnya kah keturunan antara Nomad dan Vanaga?

Bukan maksudku untuk menjadi rasis, tapi bukankah banyak manusia yang menikahi lunarian? Aku juga pernah berkenalan dengan seorang keturunan Kimera dan Jotun. Kami berbagi cerita yang serupa, sepertinya dia juga diperlakukan dengan sedikit diskriminasi. Walau tak terang-terangan.

Tapi tetap saja.... Itu aneh.

"Oi!! Percepat langkah kalian kita sudah harus berangkat tengah hari ini!!"

Teriak seorang pria dengan janggut tebal beruban membuyarkan lamunanku.

"Aye kapten!!" seru para awak kapal sembari mempercepat kinerja mereka.

"Kau, ya! Kau yang berpakaian mencurigakan! Kalau ingin menumpang dengan gratis, bekerjalah layaknya pelaut!"

Sang kapten membentak kearahku, tersentak, namun dengan cepat segera kutaruh tongkatku, berlari membantu seorang pelaut kurus yang kesulitan mengangkat sebuah kotak besar berisi anggur. Cukup sibuk saat ini, walau hanya beberapa menit sebelum keberangkatan kapal dagang ini untuk mengangkut barang-barang milik juragan dari Liga Kota Selatan menuju Windia.

Layar mulai dikibarkan, teriakan-teriakan kasar dan umpatan khas pelaut terdengar beriringan dengan suara burung camar. Aku dan beberapa awak kapal menarik tali pengikat kapal. Perlahan tapi pasti, kayu kokoh lambung kapal ini menjauh dari dermaga.

2014-09-02, 00:18
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
Venzuu 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 90
Thanked : 2
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Event Designer

- Zaint -

" Menyedihkan, seorang Vanagani dikalahkan oleh bandit-bandit rendahan..."
Suara itu samar-samar kudengar, tunggu sebentar.... Bukankah harusnya aku sudah mati? Para Bandit itu merampas harta benda yang kubawa dan membunuhku... Lalu kenapa aku masih hidup?
" Apa ini disurga?" tanyaku pelan pada sesosok pria berjubah didekatku, ya, dia yang bicara padaku tadi. Pria itu aneh, jubahnya yang panjang sampai ketanah menutupi seluruh tubuhnya, hanya wajah mengerikannya yang terlihat.
" Sebelum kau mengajukan pertanyaan aneh lainnya, lihatlah tubuhmu" Jawab pria itu. Merasa penasaran, akupun melihat ke arah tubuhku, dan betapa terkejutnya aku. Seluruh tubuhku dipenuhi simbol aneh.
" Itu Hollow mark." Pria itu berkata sambil menunduk kearahku, ia mengeluarkan tangannya yang hanya berupa tulang dan menunjuk kearah simbol ditubuhku.
" Apa kau pernah mendengarnya?" tanyanya padaku.
" Ya, aku dengar tanda ini digunakan para penyihir hitam untuk mengikat arwah orang mati".
" Hooh, kau tidak sebodoh tampangmu. Biar kujelaskan, kau sudah mati" Perkataannya membuatku terdiam.
" Lalu, kau mengikat arwahku ketubuhku?" Aku bertanya kembali, berharap ia masih mau menjawab.
" Kau beruntung, aku melintasi jalan ini saat kau sekarat. Sebenarnya, sihir ini untuk menghidupkan benda mati menggunakan arwah. Namun aku mencoba metode baru padamu, sebelum arwahmu lepas, aku mengikatnya di tubuhmu. Sehingga kau masih bisa bernafas hingga saat ini".
Sejenak ia menghela nafas, kemudian ia melanjutkan penjelasannya. " Walaupun masih hidup, tetapi seharusnya kau sudah mati. Hollow mark itulah yang membuatmu tetap hidup, aku tidak tahu apa pengaruhnya padamu. Tapi pada benda-benda mati yang kucoba sebelumnya, mereka bertahan rata-rata 1 hingga 3 bulan sampai arwah itu lepas".
1 sampai 3 bulan? Itu artinya aku tetap akan mati kan?
" Apa aku harus berterimakasih karena menyelamatkanku?" tanyaku lagi.
"Apa? kau sudah menyerah? 3 bulan waktu yang panjang untuk melakukan banyak hal. Aku sedang menyempurnakan sihir
Hollow mark, dan jika aku berhasil, mungkin kau akan memiliki lebih banyak waktu. Bagaimana? Apa kau bersedia membantuku?" tanyanya dengan senyum licik.
"
Apa yang kau inginkan dariku? Aku akan membalas jasamu, walau bagaimana pun kau menyelamatkanku" jawabku pasrah. 
"Bagus, itu semangat yang bagus! Aku membutuhkanmu untuk membunuh seseorang. Kau tidak perlu tahu alasannya, jika ia mati, kau mungkin memiliki kesempatan hidup lebih lama".
Perkataannya benar-benar membuatku terkejut, membunuh? tentu sebagai Ksatria dari Zephyr Empire, aku sudah sering melakukannya dalam pertempuran. Namun, tetap saja hal itu membawa beban mental yang berat, bahkan bagi seorang ksatria sepertiku.
" Baiklah, siapa yang harus kubunuh?" ucapku getir.
Pria aneh itu terdiam sesaat, ia lalu berdiri dan tertawa, " Namanya Violet Exata, bangsawan dari keluarga Exata
. Kau bisa menemuinya di Greywood Town!" Seru pria misterius itu sambil berlalu...
-----------------------------------------------------------------------II--------------------------------------------------------------------------


Gimanapun jadinya sebuah game, seenggaknya game itu Jadi!  :ming:



=Klo mw liat2 project ane Jikaku Studio :thumbup: =
Game ane yg dh jadi :v :
Monster Heart
Ada Hantu di Sekolah [SMC14]


Terakhir diubah oleh Venzuu tanggal 2014-09-03, 09:34, total 1 kali diubah
2014-09-02, 14:57
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
sokita 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 217
Thanked : 5
Engine : RMVX Ace
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

Metalic(a) D. Dark
Chapter 1-episode 2

Akhirnya kami sampai di pertambangan. Di sini, ayahku bekerja sebagai penambang senior dan bekerja di bawah pemerintahan Ironbell Republic. Yah, seperti pegawai pemerintahan, hanya saja bekerja di lapangan bukan di belakang meja. Penambang di tambang ini semuanya mendapat gaji bulanan ditambah dengan bonus jika berhasil mencapai target tertentu yang ditetapkan untuk per tahun. Ayahku bekerja di tempat ini sudah bertahun-tahun, dan juga dikenal sebagai salah satu penambang profesional, orang-orang di sana sering menyebut ayahku sebagai Si Pengganda 
Target, ya, karena ayahku hampir setiap tahun mencapai dua kali target yang ditentukan. Dan aku, ikut bekerja di sini sejak sebulan lalu, setelah lulus dari Sekolah Tinggi Negeri Craftsmanship Rulk Plain. 


Rulk Plain adalah kota di selatan Ironbell yang berkontur padang luas magenta dengan serakan kristal di atasnya. Sebagai kota paling selatan dari Ironbell,  Rulk Plain langsung berbatasan dengan Asha, sebuah negara konfederasi yang berkontur padang luas; di bagian barat dan selatannya, sedangkan di timur, ada Windia, negara yang beberapa minggu lalu mengalami kejadian menggemparkan, yaitu munculnya gerbang besar yang disebut sebagai Colossal Gate. Berbicara soal Colossal Gate, beberapa hari lalu ada kejadian di daerah kami tentang pembunuhan oleh monster yang konon berasal dari Colossal Gate itu, tapi masih belum jelas kebenarannya.

Tambang tempat ayahku dan aku bekerja hanyalah satu dari banyak tambang kristal di selatan Ironbell. Tambang-tambang di Ironbell ada banyak jenisnya, antara lain tambang batu bara, tambang kristal, dan mineral. Dari semua jenis tambang di Ironbell, tambang batu bara lah yang paling banyak terdapat, kedua adalah tambang mineral, dan yang terakhir adalah kristal.Tambang kristal hanya terdapat di wilayah selatan dari Ironbell karena wilayah selatan mempunyai karakter bumi yang khas. Menurut apa yang kupelajari di sekolah, kristal hanya dapat terbentuk dari mineral ataupun karbon
dengan tekanan dan panas yang benar-benar presisi, dan hal ini hanya dimiliki wilayah selatan dari Ironbell Republic.

Tambang-Tambang di Ironbell lebih banyak dikuasai oleh negara ketimbang swasta ataupun luar negeri, sehingga hasil tambang tidak dikuasai satu orang dan hasilnya tidak keluar dari negeri kami, itulah yang menjadikan negeri kami kebanyakan dari golongan yang mampu, setidaknya begitulah 
yang terlihat dari kehidupanku.

Aku sedang berada di dalam lift menuju jauh ke pusat bumi saat memikirkan tentang tambang-tambang tadi. Di depanku ayah sedang berbicara dengan seseorang yang masih muda, sepertinya orang baru. "Kling! Grrrk!", lift sampai di lantai yang aku tuju. Kami bertiga keluar. Ayah masih terus
berbicara dengan anak muda itu, sedangkan aku langsung berbelok ke arah lain. 

Aku memilih ruang yang agak sepi, hanya ada dua orang selain diriku, yang satu sedang memecah bongkahan besar dengan sangat hati-hati, dan yang satu sedang mencuci kristal yang tertutupi tanah dan lumpur. Aku mengambil tempat. Di hadapanku ada sebongkah kristal berwarna pelangi. Aku tersenyum, bukan karena kristal itu, tapi karena aku teringat akan janjiku kepada pengirim surat 
yang kuterima tadi sore. 

Batinku:
 


Love is a delusion, makes you feel hallucination, and can beyond your expectation.
2014-09-02, 16:43
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
superkudit 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 70
Thanked : 0
Engine : Other
Skill : Very Beginner
Type : Artist

<Pavitra>
Kapal dagang, menuju benua utama dari pulau di kota selatan.

Laut biru terbentang luas, buih air menyebar seiring laju kapal yang membelah banyu. Pemandangan itu memang sudah biasa bagi seorang yang sering bertualang, tapi tetap saja menarik bagiku untuk melihatnya.

Sebuah tangan kurus menjulur dihadapanku, menghalangi pandangan menarik dari pola-pola busa air yang berbentuk sesuati. Sebal, membuatku menggembungkan pipi tak terima, namun sebuah wadah air dari kulit yang digenggam tangan itu membuatku menahan rasa kesal ini.

"Terimakasih untuk yang tadi, minumlah! Perjalanan ke Windia akan lama."

Seorang lelaki kurus menawarkan minuman kepadaku. Kalau tak salah dia adalah awak kapal yang kubantu saat menaikan tari pengikat. Wajahnya agak lonjong dengan bintik-bintik kemerahan, rambut ikal yang juga berwarna merah. Pakaiannya kumal dan perawakannya sangat kurus.

Kombinasi sempurna sebagai pengusir wanita.

"Hu-um, terimakasih juga." balasku sembari menarik kain yang menutupi mulut dan daguku, lalu menuangkan air dalam botol ke mulut.

Asam!

Sempat kulirik wajah lelaki itu, sedikit berubah ekspresinya sebelum akhirnya tersenyum.

"Err... Anda seorang wanita ya?" Tanyanya ragu.

Aku hanya mengangguk dengan senyum palsu.

Dia hanya menggaruk kepala, menoleh kearah yang tak tentu. Salah tingkah.
Tak lama, dia tampak nyaman denganku hanya dengan bermodal cerita-cerita kecil, kebanyakan tentang cerita-cerita lucu dalam kehidupan perlayarannya.
Namanya Hans, memulai bekerja di kapal ini beberapa minggu lalu.
Tampaknya dia sadar dengan statusku sebagai setangah Nomad setengah Vanaga, dia mengatakan aku memiliki mata yang indah, tapi aku hanya bisa tersenyum kecut membalasnya.

"Apa anda pernah denger tentang perompak laut selatan?" tanyanya.

Aku menggeleng.

"Mereka bajak laut kejam, tak hanya mencuri dan membunuh, terkadang mereka menculik seseorang yang bisa dijual sebagai budak dengan harga tinggi."

Brukk!

Seorang algojo berbadan besar ambruk beberapa detik setelah Hans menyelesaikan ceritanya, diikuti beberapa penjaga lainnya. Beberapa orang bersenjata keluar dari kotak-kotak muatan sambil berteriak dan mengacungkat pedang mereka, membuat kegaduhan dan ke panikan diatas kapal ini.

Dengan sigap, tangan kurus Hans menarik lenganku kebelakang. Menindih badanku ke lantai dan menodongkan pisau kecil ke leherku.

"Kau tahu, aku salah satu dari mereka!" gumamnya dengan senyum puas.
2014-09-03, 08:06
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
tukang_es 
Dalangnya RMID
avatar

Kosong
Posts : 321
Thanked : 14
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:
<Evan Lenchester>

deru mesin uap terdengar keras sekali.
disinilah aku, di dalam sebuah Ferry bertenaga uap dalam perjalanan menuju ke Windia. mungkin akan butuh 5-6 hari untuk sampai. jika menaiki kapal udara pasti akan lebih cepat lagi tapi tidak ada kapal udara yang mendarat di Kota selatan.

aku tengah duduk di pinggiran dek kapal, melihat pemandangan sungai yang tidak banyak berubah. hanya pepohonan, padang rumput dan perkampungan kecil. itu saja yang kulihat sepanjang perjalanan.
"selamat siang tuan, adakah yang bisa saya bantu?"
aku menoleh dan mendapati seorang gadis membawa sebuah nampan berisikan gelas-gelas kosong.
"Ah,tidak terima kasih.."
"Apakah anda ingin minum? nanti saya ambilkan, atau anda ingin sesuatu untuk dimakan? mendengar musik?"
wow,sebuah jasa pengangkutan yang luar biasa menurutku. pelayanan level elit untuk sebuah ferry berkapasitas 30 penumpang yang hanya melayani rute dari kota Trevail di selatan menuju ke kota Lightrow di Windia.
"tidak, terima kasih atas tawarannya."
"anda terlihat sangat lesu, saya khawatir anda kurang menyukai perjalanan bersama ferry kami."
"saya hanya banyak pikiran saja, tidak perlu khawatir."
gadis itu tersenyum.
"jika begitu, saya permisi tuan. selamat menikmati perjalanan anda.."

aku membuka buku catatan kecil di saku. terdapat peta yang sengaja kubeli di Trevail.
aku melihat rute yang nanti akan kulewati untuk menuju ke Greywood.
" dari Lightrow melewati bukit,menyeberangi hutan kecil dan baru memasuki Greywood.."
aku mengecek segala perlengkapan di tas kecil yang kubawa. mungkin sebaiknya aku kembali ke kamar.
Ferry ini menyediakan kamar tidur yang dihuni hingga 3-4 orang. kamar-kamar tidur tersebut berada di lambung kapal dan jumlahnya hanya sekitar 10 saja. bisa dikatakan ferry uap ini layaknya sebuah penginapan di atas air.

"permisi.."
aku membuka pintu dan mendapati sosok putih bagaikan pualam. dengan rambut hitam panjang dan tubuh yang langsing. terdapat juga dua bukit yang menonjol dengan indah.
aku terkesima sejenak sebelum akhirnya menyadari mata bernafsu membunuh mulai menusuk.
"uhh.. maaf?" kataku sedikit ragu untuk menanggapi situasi seperti ini.

OOC :

kepada para pemain RP,mohon untuk TIDAK menjadikan FIXED NPC sebagai latar belakang, sasaran atau tujuan dari karakter anda. FIXED NPC hanya dipergunakan untuk interaksi sederhana seperti membeli barang, mencari informasi dll.
2014-09-03, 09:45
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
superkudit 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 70
Thanked : 0
Engine : Other
Skill : Very Beginner
Type : Artist

<Pavitra>
Penyerangan

Hans membuka kain dan kerudung yang menutupi wajahku. Siulan puas terdengar dari mulutnya.

"Heheh! Kau akan dihargai sangat mahal!"

Kutolehkan wajahku padanya, menarik nafas sedalam mungkin dari hidung. Otot-otot leher dan mulutku menegang.

Ffruuuss!!

Kusemburkan semua air yang kutampung dalam mulutku tepat ke mata laki-laki itu. Air yang diberikan oleh Hans dan kuyakin itu adalah racun pelumpuh.

Ia mengendurkan cengkramannya, tanpa membuang kesempatan kutarik lututku. Kutendang lantai sekuat tenaga untuk menjauh. Namun Hans berhasil meraih mantelku. Refleks tubuh ini membuatku kembali menunduk, menendang kayu geladak dan membuat tubuhku melesat mundur, keluar dari mantel kedodoran itu, melewati sela-sela kaki Hans.

"Heheh! melihat pakaian itu sepertinya kau seorang penari, sepertinya hargamu akan lebih tinggi jika dijual dalam keaadaan hidup! Ada banyak hidung belang yang menyukai penari eksotis!" Goda Hans, "Lagipula bos juga pasti memikirkan hal yang sama."

Aku berdiri, melebarkan kakiku, lalu menaruh tangan kiri di belakang punggung, sementara telapak tangan kananku terbuka kujulurkan kearah Hans. Sedikit tersenyum, mungkin cukup membuatnya terprovokasi.

"Kalau begitu, ijinkan aku memainkan tarianku, tuan perompak." Ujarku menantang.
2014-09-03, 10:16
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<Marko Al Basher>

Perjalanan beberapa minggu dari kota asal memang bukan lawak. Stok pangan di kota asal semakin menipis, makanya perjalanan ke Windia untuk membeli beberapa karung gandum menjadi keharusan. Selain itu, katanya di Windia banyak sekali orang yang berbagi ilmu terutama ilmu falsafah dan teknologi uap, dan itu menjadi tujuan kedua untuk jauh-jauh berkelana dari Bashera ke Windia.

Tidak tahu Bashera? Itu salah satu kota kecil di salah satu negeri di Asha. Tidak terlalu terkenal seperti kota lainnya--padang pasir sejauh mata memandang dan hanya ada sungai kecil yang mengalir tidak begitu deras sebagai sumber air utama--namun bisa dibilang Bashera ini kota transit untuk mereka para pedagang dan pengepul daging juga bulu unggas. Tidak jauh dari batas selatan Ironbell yang orang-orangnya pintar namun sedikit angkuh lantaran ilmu dan sistem kerajaan mereka... Bentar. Bukan kerajaan ya? Apalah itu, namun mereka merasa paling oke diantara yang lain terutama dari kami para penduduk kota kecil yang dulunya nomaden.

Bersama Milliandra, si gadis kecil yang sebenarnya sudah dewasa namun perawakannya memang kecil seperti anak umur 13 tahun, saya bertolak dari kota asal kami untuk membeli stok pangan dan menyalin beberapa buku dari perpustakaan Windia. Kenapa Windia, dan bukan Ironbell? Windia lebih menjanjikan walau isinya tidak lebih dari reruntuhan kerajaan lama.

Perjalanan dengan karavan berisi bulu unggas dan kain tenun asli Bashera ini memang memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, namun setelah melihat gerbang kota Greywood, sontak lelah letih lesu keluh kesah kami hilang. Sepertinya, kami akan istirahat beberapa hari di kota sebelum kembali ke menempuh perjalanan jauh kembali ke Bashera...

...tapi dimana penginapannya?

Note:
 


| My spriteworks | deviantArt | Mark's Quest | Eremidia: Dungeon! |
Developer of:



Supporter of:


Selp-Proclaimed The Most Handsome Member of the Long Lost Glorious


Disini kalo sebagai nubi mau dikritik yang bagus2 biasanya harus ngaku cewek dulu, karena you know lah... -- Brosef numfanklewhat
2014-09-03, 11:13
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
tukang_es 
Dalangnya RMID
avatar

Kosong
Posts : 321
Thanked : 14
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:
<Evan Lanchester>

"Sring!!"
sebuah pedang berbilah panjang telah ditarik dari sarungnya.
"jadi ada permintaan terakhir, tuan?"
sosok yang memegang pedang itu menodongkannya ke arah tenggorokanku. sosok itu seorang gadis muda berambut hitam panjang yang tidak memakai sehelai kain di tubuhnya.
"Ayolah, nona.. aku tidak sengaja. lihat aku memejamkan mata.."
meski berkata demikian, mata pedang yang dingin itu tidak beranjak dari leherku.
"gulp"
aku merasakan suasana ruangan yang semakin tegang. aku pun mundur ke belakang perlahan dan menggapai daun pintu.
"brakk"
aku menghela nafas. nyaris saja.
beberapa saat kemudian, aku kembali mengetuk pintu.
"nona, sudah selesai kah?"
"..ya.."
aku pun masuk sedikit gugup. tampaknya gadis itu masih marah karena ia tidak berhenti memandangku tajam.
"tuan, aku harap kau melupakan apapun yang kau lihat tadi.."
"akan kuusahakan nona.."
tentu saja hal itu tidak mungkin,pikirku.
bayangan keindahan tubuh gadis itu masih tergambar jelas di kepalaku.
"apa-apaan dengan senyummu itu tuan? kau..kau ini memang manusia hina!"
"ah uh.. mari anggap saja ini tidak pernah terjadi, aku mohon jangan acungkan pedangmu seperti itu..."
ia pun menurut dan memasukan pedang itu ke sarungnya. sebuah pedang yang tidak biasa kulihat.
"err..mungkin aku boleh bertanya, apakah nama pedang itu ? bentuknya unik sekali."
"HEH! ini? ini adalah pedang katana, pedang dari negeri Lunaris. kau bisa lihat dari pakaianku, aku ini orang lunaris.."
hmm, aneh sekali. orang lunaris biasanya memiliki rambut berwarna keperakan. gadis ini memiliki rambut hitam legam. matanya berwarna hitam dan hidungnya mancung. bisa dibilang cantik sekali.
aku beranjak menuju ranjang terbuat dari kayu. dan aku baru menyadari bahwa kami berdua adalah teman sekamar.
"ini buruk.." keringat dingin mengalir dari dahiku.
"HEI.. mengapa kau menaruh barang-barangmu?"
gadis itu bertanya dengan nada tinggi.
"Err.. ini kamarku.."
"APA!! JANGAN BOHONG !"
"tii... tidak, aku serius. lihat tiketku, ini nomor kamarku.."
wajah gadis itu makin menegang.
"HEH! AKU TIDAK SUDI SEKAMAR DENGAN ORANG MESUM!!"
"nona itu bukan salahku jika kita kebetulan sekamar, jika kau ingin protes silahkan bicara pada kapten.."
gadis itu mendengus kesal namun memutuskan untuk kembali duduk di atas ranjang kayunya.
aku melihat kamar tidur itu. semuanya tertutup. terdapat lubang kecil yang menjadi jendela terletak di atas. hanya ada satu pintu geser. semuanya terbuat dari kayu.
"cih..baiklah, toh ini hanya 3 - 4 hari saja..hei, tuan! jika kau berani macam-macam...jangan salahkan jika ada bagian tubuhmu yang hilang.."
ancaman gadis itu sedikit membuatku merinding.
"ah karena kita akan jadi teman sekamar, tidak ada salahnya kita berkenalan."
"namaku Evan Lanchester dari Trevail."
gadis itu memandang sejenak.
"Sakuya Yashiro dari Magata.."


Terakhir diubah oleh tukang_es tanggal 2014-09-03, 16:14, total 1 kali diubah
2014-09-03, 12:13
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
superkudit 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 70
Thanked : 0
Engine : Other
Skill : Very Beginner
Type : Artist

<Pavitra>

Hans melempar pisaunya ke tangan kanan, memainkannya seolah telah mahir menggunakannya.
Lalu melesat cepat ke depan, menghunus pisau kearah perutku. Beberapa senti saja, benda logam itu hampir menyobek daging dan mengeluarkan ususku jika tak kuhindari.

Perutku memutar disamping tangannya, menepuk telapak tangan Hans dengan punggung tangan kananku, menjatuhkan pisau itu ke lantai kayu.

Kaget, lelaki itu memutar tubuhnya, mengayunkan tinju kirinya. Begitu mudah terbaca, kusilangkan betisku, membuat pondasi yang mudah untuk memutar tubuh. Yang kulakukan hanyalah mengikuti irama, tubuh ini bergerak dengan sendirinya. Yahh.... Cara bertarung hans memang acak-acakan, begitu sembarangan dan mudah ditebak.

Hembusan udara mengelilingku yang bergerak cepat. Dengan sedikit menunduk, kini aku sudah berada tepat dibawah ketiak kiri Hans yang awalnya berusaha meninju wajahku. Dengan cepat, kutarik tangannya, memutarnya kebelakang lalu mendorong bahunya. Menghasilkan suara gemeretak disertai teriakan kesakitan Hans.

Aku melompat kebelakang, perlahan seolah tubuhku terbuat dari kapas.

"Bagaimana, suka dengan tarianku?" Candaku.

"Dasar jalang!! Aku akan membunuhmu!!"

Hans menggeram sambil berusaha berdiri, "Hoy Splat!! Hajar pelacur ini!!"

Seorang perompak bermata palsu bersama dua temannya mengepungku. Lidahnya menjulir dan menjilati pinggiran bibirnya seolah melihat santapan lezat. Semakin mendekat, memojokanku ke tepian hingga punggungku menyentuh pembatas.

Aku hanya tersenyum, yang jelas aku tak bisa mengalahkan mereka bertiga sendirian. Terlebih tak lama lagi kapal mereka pasti akan datang, yang artinya lebih banyak perompak yang menginvasi kapal ini.

"Senang mengenalmu Hans, kuharap kita tak berjumpa lagi!" Ujarku bersemangat, lalu melompat kebelakang. Melompat kelaut lepas.
2014-09-03, 12:44
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
Oscar 
Senior
Senior
avatar

Level 5
Posts : 830
Thanked : 13
Engine : RMVX
Skill : Beginner
Type : Writer

<Honoka Chikako>

Chapter 1 - 1 : Aku Harus Menemukannya

Spoiler:
 

Kurapihkan wajahku di depan cermin, aku menoleh ke kanan ke kiri memeriksa wajahku.

"Sempurna," kataku senang.

Namaku Honoka Chikako, tapi orang-orang memanggilku Honoka-san keturunan Lunarian murni, ya, tidak banyak keturunan murni di kota ini semenjak orang-orang udik itu mulai tinggal disini. Kami adalah ras terpilih, ras yang memiliki keunggulan dari ras lain. Kami ditakdirkan untuk memerintah, dan menaklukkan ras-ras yang lebih rendah dari kami.

Rambutku berwarna perak dan mataku berwarna keemasan. Kulitku putih dan tampak bersinar, sungguh indah. Aku adalah seorang penyihir dan level sihirku tidak ecek-ecek seperti ras manusia. Membayangkannya saja sudah membuatku jijik.

Setelah selesai berdandan di kamarku aku turun ke bawah ke ruang makan untuk sarapan. Setiap pagi selalu terhidang masakan enak dari para pembantu... oh bukan... budak kami.

"Cuihh... makanan apa ini!!!"

Kulempar roti isi itu ke muka pem.. ehm... budak wanita itu. Ia hanya merunduk ketakutan.

Kudatangi wanita gendut berkulit agak gelap itu.

"Dengar ya, aku ini Lunarian, berani-beraninya kau menyajikan masakan menjijikkan macam gini buatku!"

"Maaf Honoka-san," dia hanya bisa menyahut pelan dengan takut-takut.

"Penjaga, bawa orang udik ini ke penjara!" perintahku.

Akhirnya para penjaga itu membawa wanita itu pergi. Sebelumnya wanita itu memohon-mohon padaku tapi aku tidak mempedulikannya. Dia telah membuat mulutku tidak enak, jadi dia harus menerima hukumannya.

Kuhabiskan makanan pagiku, meski rasanya tidak sesuai keinginanku. Roti isi daging yang hambar. Cuihh... sebenarnya para manusia itu bisa apa sih?

Lalu aku pergi ke tempatku bekerja di kantor kementrian sihir. Aku sebenarnya tidak suka bekerja di sana, setiap hari hanya menulis laporan hasil penelitian. 

Aku bosan, aku ingin pergi dan terjun langsung ke lapangan. Membasmi para pemberontak, menyulut mereka dengan api, menyengat mereka dengan petir, membekukan mereka dengan es. Hampir semua sihir elemental aku kuasai.

Saat aku sedang berjalan di jalanan kota, semua orang memandangku dengan takut. Terutama ras-ras selain Lunarian. Memang, di kalangan Lunarian sendiri pun keluarga Lordvall adalah keluarga terpandang yang ditakuti karena kemampuan sihir mereka.

Beberapa saat kemudian aku melihat beberapa penjaga kota tampak babak belur dan basah kuyup. Mereka melepas armor beratnya dan menentengnya.

"Hei, ada apa ini?" sapaku.

"Si pembawa sial itu nona, mereka melakukan ini pada kita," terang salah satu penjaga kota itu.

"Dia kabur saat kutagih utangnya," timpal seseorang yang bersama mereka. Tampaknya dia bukan penjaga kota.

"APA?" kataku marah. "Kalian sebut kalian ini orang Lunarian? Bisa-bisanya kalian kalah dengan orang blesteran brengsek itu?"

"Tapi dia melepas sarung tangannya nona, anda tau sendiri kan apa yang terjadi jika dia melepaskannya," terang salah satu penjaga itu.

Saat di kantor, aku merasa gelisah. Bayangan si pembawa sial itu masih tergambar di pikiranku. Aku penasaran, kekuatan apa yang tersembunyi dibalik tangan kirinya.

Dia adalah blesteran Lunarian dan manusia. Sejarahnya tidak begitu jelas, tapi dia itu adalah aib bagi ras kami. Aku ingin sekali melenyapkan orang itu, tapi sepertinya kota ini ingin dia menderita.

Namun, sepertinya dia telah lolos dari kota ini melewati sungai. Tidak ada yang tau kemana dia pergi. Tidak ada yang tau kemana dia akan terdampar.

Sebenarnya aku tidak begitu tertarik dengan orang itu. Namun, aku tertarik dengan tangan kirinya. Tangan pembawa kesialan. Tidak ada kekuatan yang bisa membawa penderitaan bagi seseorang selain kesialan. Luka yang dialami dari kesialan bukan hanya luka fisik, tetapi juga spiritual.

Jika aku bisa mendapatkan kekuatan itu, mengendalikan ras-ras binatang ini pasti akan lebih mudah. Ya, semua rahasia itu tersembunyi di tangannya.  

"Aku harus menemukan orang itu, aku harus menemukannya!!"


There are 1 and 0 kinds of people in the world: Those who understand binary and those who don’t.

nitip emot favorit dolo:

(╮°-°)╮┳━┳... (╯°□°)╯ ┻━┻


Terakhir diubah oleh Oscar tanggal 2014-09-03, 18:12, total 4 kali diubah
2014-09-03, 15:52
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
TheoAllen 
♫ RMID Rebel ♫
♫ RMID Rebel ♫
avatar

Kosong
Posts : 4935
Thanked : 62
Awards:




<Venus Evenstar>
<Coleria Port (Lunaris), North-east>
Spoiler:
 

Perjalananku ke pulau utama baru saja sampai. Kini aku menginjakkan kakiku di dermaga Corelia. Tak kusangka dermaga ini penuh dengan kabut. Aku tidak tahu mengapa. Namun aku bisa merasakan hawa yang kurang bersahabat disini.

Namaku Venus Evenstar. Meski katanya aku berasal dari ras Lunaris, aku bukanlah orang yang memiliki ciri-ciri yang sama seperti ras Lunaris lainnya. Ya, aku adalah anak hasil manusia dan Lunaris. Namun sayangnya, aku tidak mengenal siapa orang tuaku sebenarnya. Yang aku ingat adalah aku dibesarkan di sebuah rumah bangsawan Lunaris bernama Vladmir Evenstar. Sejak kecil aku diajari beberapa sihir dan ilmu bela diri dan saat ini aku menjadi salah seorang yang dipercaya olehnya

Karena aku berasal dari ras manusia dan Lunaris, aku mempunyai kepekaan sihir. Namun aku tidak terlalu suka dengan sihir. Itu membuat diriku semakin mencolok. Kenapa? Setiap kali aku menggunakan sihir, atau terkena sihir rambutku akan berubah seperti ras Lunaris lainnya. Orang-orang di sekitarku akan memperhatikanku seakan aku bisa menjadi bahan tontonan buat mereka. Aku tahu beberapa orang benci dengan ras Lunaris. Dan nyawaku nyaris sekali terancam hanya karena mereka tahu bahwa aku mempunyai darah Lunaris. Mengingat itu saja membuatku tidak enak hati.

"Hei, kalian tahu? Baru-baru saja ini aku mendengar bahwa sebuah kota di Windia diserang oleh monster yang datang entah dari mana ..."

Lamunanku terbuyar. Telingaku secara tidak sengaja menangkap pembicaraan seseorang yang baru saja melintasiku.

Mengingat tujuanku kesini atas perintah "orang tuaku" untuk menyelidiki dan membantu apa yang baru saja dikatakan oleh seorang dari antah berantah itu, aku langsung melihat sekitar barangkali aku menemukan sesuatu yang bisa membantuku untuk pergi ke Windia.

"Kau belum pernah menginjakkan kakimu ke pulau utama nona Venus?"
Seseorang tiba-tiba menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh kebelakang. Aku melihat seorang laki-laki yang lebih tinggi dariku memakai pakaian serba berwarna coklat kekuningan memakai scraft / sapu tangan di leher berwarna merah. Dia adalah Carlos seorang Lunaris asli dan juga sebagai kenalanku. Beberapa sifatnya terkadang membuatku jengkel

"Apa yang kau lakukan disini, Carlos?"
Tanyaku langsung menuju ke intinya.

"Tenang aku hanya diminta oleh orang tuamu untuk menjagamu. Jangan sinis begitu lah"
Balasnya dengan santai.

"Terserah kau saja. Aku tidak tanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu"
Kataku kemudian sambil mulai berjalan

"Itu seharusnya kata-kataku. Aku tidak bisa meninggalkan seorang wanita pergi sendirian ke tempat berbahaya. Bagaimana jika tiba-tiba kau diculik?"
Balasnya lagi sambil mengikutiku

"Kau tidak perlu memikirkan aku. Aku sudah cukup dewasa untuk mengatasi hal seperti itu. Kau pikir aku ini siapa?" Kataku lagi tanpa menoleh sedikitpun

"Ya ampun, sepertinya kau masi saja seperti biasanya. Apa boleh buat deh ...."

Kami mencari kendaraan yang bersedia menuju ke Windia. Namun hal itu tidak semudah yang aku duga. Kebanyakan mereka menolak untuk pergi kesana. Rumor tentang monster yang menyerang Windia sudah tersebar luas dan banyak orang yang menghindar dari tempat itu.

"Orang-orang disini penakut ya... Baru segitu saja sudah tidak berani mendekat. Mungkin karena mereka tidak pandai sihir seperti ras kita?"
Celetuk Carlos.

Kuinjakkan kakiku kepada Carlos dan dia mengerang kesakitan
"Hei, apa itu tadi!"

"Aku tidak mau mendengar bualanmu soal perbedaan ras. Aku tidak mau terlibat masalah tambahan" ujarku menyahut Carlos

Memang, meski aku dibesarkan di pihak bangsa Lunarian, aku sering merasa bahwa derajat mereka merasa lebih tinggi dari ras lain. Hanya karena mereka bisa sihir? Entah lah, aku hanya merasa tidak setuju dengan perbedaan itu.

"Ngomong-ngomong... lalu bagaimana kita akan ke Windia?"
Tanyanya kemudian.

"Kita jalan kaki saja ..."

OOC : Gambar digital Venus ama Carlos menyusul


Bosen ama signature. Hapus aja dah ....
2014-09-03, 17:00
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<Marko Al Basher>

Tidak ada penginapan di kota ini. Kota ini isinya tidak lebih kayak beberapa tempat di Windia; reruntuhan dan lebih banyak reruntuhan. Orang yang berdagang pun sedikit, itu juga kebanyakan yang dijual hanya barang sisa dan sangat jarang gandum, tujuan utama kami ke kota ini. Jangankan perpustakaan, buku adalah barang langka di sini. Yang ada, batuan dan reruntuhan sangat banyak di sekitar kota... dan gerbang nggak jelas yang berada dekat di kota.

Ya. Gerbang itu. Entah darimana dan siapa yang buat. Lagipula, siapa juga yang bikin gerbang tinggi besar? Dan kalaupun ada yang sanggup bikin, buat apa?

Harapan kami sirna. Tidak ada gandum untuk dibawa pulang, dan barang bawaan kami tidak ada nilainya di tempat ini. Mungkin kami harus pergi ke Ironbell atau lebih jauh lagi, ke daerah Zephyr tempat para orang tinggi besar kekar. Mereka kurang mengapresiasi seni selain seni tarung dan bela diri.

Paling tidak, ada beberapa orang yang mau membeli beberapa gulung kain tenun dan bulu unggas yang kami bawa. Beberapa dinar dan dirham mungkin cukup untuk menginap beberapa hari sebelum kami kembali ke Bashera...

...Kami lupa. Kami tidak tau yang mana penginapan di kota ini.

Lirik sana sini di dekat karavan layaknya pedagang yang sedang menjajakan dagangannya walau pada kenyataannya saya adalah seorang penulis, filsuf, dan ahli teknik otodidak, saya melihat sebuah plang kecil dengan simbol kantong bundar besar. Toko? Mungkin saja. Tidak ada salahnya untuk coba bertanya, karena malu bertanya bisa sesat di perjalanan.

Bersama Millia--sapaan Milliandra--yang sering protes ke orang-orang yang mengira dia adalah anak kecil sampai ada om-om yang mengiming-imingi dia dengan permen, kami menuju ke rumah yang ada plang kantong bundar besar itu. Ternyata, di dalamnya ada sebuah toko yang lumayan lengkap walau tidak ada sekarung gandum pun di sana. Seorang gadis muda menyambut kami.

"Selamat datang di toko kelontong Richmond. Ada yang bisa saya banting, eh, bantu?"

Saya hanya ketawa kambing mendengar canda gadis itu. Yah, saya selaku orang selatan jarang menemui gadis berkulit putih dan tatapan matanya yang, emm... memukau... selain Millia yang bersama saya ini. Saya utarakan maksud kami datang ke toko itu, dan memperlihatkan beberapa barang yang kami bawa semisal kain tenun khas Bashera dan bulu unggas.

"Kami hanya punya ini disamping beberapa dinar dan dirham untuk menginap dan membeli perbekalan kembali ke kota kami. Sekiranya barang-barang ini dapat kami tukar dengan beberapa karung gandum atau kacang..."

Gadis itu sepertinya tersipu malu, antara karena mungkin bahasa saya atau karena barang yang kami bawa. Sedangkan Millia? Dia terus memandangi sebatang permen yang tergeletak di atas meja. Entah apa yang ada di pikirannya, namun tidak lama kemudian dia menoleh pada saya, berjalan menghampiri saya dan sambil menarik-narik baju saya dengan lirih berkata,

"Marko. Pengen itu..."

"Oh, permen itu ya? Kamu bisa beli lima batang permen itu dengan sekeping emas. Kalau dipikir-pikir, anakmu lucu juga..."

Hah? Anak? Sejak kapan Millia ini... Walau memang saya mendambakan seorang anak gadis unyu seperti dia, namun untuk menerima perkataan sang gadis penjaga toko itu seperti tidak mungkin dan tidak benar adanya.

"Uuu~ Aku bukan anak-anak! Aku ini udah lebih dari 20 tahun!!" Sontak Millia dengan memanyunkan bibirnya protes pada gadis penjaga toko itu. Bukannya maklum, yang ada dia lebih tidak percaya dan malah memperlakukannya seperti anak 13 tahun.

"Iya deh, kamu udah dewasa... Nih, permen dari kakak buat kamu."

Walau sambil manyun dan menggerutu, Millia menerima permen itu. Baru saja saya akan mengeluarkan beberapa keping dirham, dia langsung bilang bahwa permen itu tidak perlu dibayar. Itu memang kehendak dia untuk memberikan permen itu kepada Millia.

Lupakan soal permen tadi.
Saya lantas menanyakan beberapa hal tentang kota ini, termasuk dimana kami bisa mendapatkan gandum atau beberapa literatur dari penulis ternama. Sang gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Diana Richmond--dan saya yakin nama ayahnya pasti Amin Richmond--itu memberitahu saya beberapa tempat yang bisa kami kunjungi untuk mendapatkan gandum.

Setelah berbincang dengan Diana untuk mendapat informasi gandum dan membeli beberapa makanan karena malu nan nanggung jika hanya bertanya saja, kami kembali ke karavan kami dan bersiap untuk pergi ke kota terdekat dimana gandum pasti ada dan mudah didapat, tidak seperti di kota ini yang hanya batuan, reruntuhan dan gerbang besar megah nggak jelas itu....

Sebelumnya, kami mesti mencari penginapan dulu. Millia itu ingin sekali tidur di kasur yang bentuknya beneran kasur, bukan setumpuk jerami atau karavan. Memang, katanya dewasa tapi tingkahnya masih saja anak-anak...


| My spriteworks | deviantArt | Mark's Quest | Eremidia: Dungeon! |
Developer of:



Supporter of:


Selp-Proclaimed The Most Handsome Member of the Long Lost Glorious


Disini kalo sebagai nubi mau dikritik yang bagus2 biasanya harus ngaku cewek dulu, karena you know lah... -- Brosef numfanklewhat
2014-09-03, 20:40
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
TheoAllen 
♫ RMID Rebel ♫
♫ RMID Rebel ♫
avatar

Kosong
Posts : 4935
Thanked : 62
Awards:




<Venus Evenstar>
<Perbatasan Elyon Theocracy x Lunaris>


"Kenapa kita tidak merampok salah satu kereta saja? Itu akan lebih baik daripada kita harus berjalan kaki seperti ini berhari-hari" Keluh Carlos.

"Kita kesini tidak untuk merampok"
Jawabku dengan singkat sambil terus menyusuri jalan menuju perbatasan Elyon.

"Dengar, kau itu perempuan, kau harus merawat tubuhmu baik-baik. Aku peduli padamu, maka aku akan carikan ..."

"Diam!" Potongku spontan

"Jika kau masih terus mengeluh, aku tidak akan segan-segan memaksamu untuk pulang kembali ke kampung halaman" Lanjutku sambil menodongkan tombak Halberd kepada Carlos.

"Whoa... tenang-tenang. Oke... aku tidak akan protes lagi"
Balasnya sambil mengangkat tangan.

Aku menurunkan tombakku dan kembali melangkah. Memang benar apa yang dikatakan oleh Carlos. Aku dan dia sudah sekitar 3 hari atau mungkin 4 hari melakukan perjalanan seperti ini. Tidak jarang kami menemui beberapa bandit nyasar yang mencoba merampok kami. Entah apa yang mereka pikirkan, apakah kami terlihat seperti orang kaya? Kurasa tidak. Mungkin mereka hanya sekelompok orang mesum yang mereka pikir mereka bisa menculik gadis sepertiku dengan mudah.

Akhirnya kami tiba di depan pintu gerbang kota kecil. Tak salah lagi, kami telah memasuki wilayah Elyon Theocracy. Sebuah negara yang katanya berfokus ke pada ilmu pengetahuan.

"Siapa kalian?"
Dua orang penjaga berbadan besar dan tinggi menanyai kami saat kami mau mencoba masuk ke kota itu. Dari model pakaian kedua orang itu, mereka tidak mencerminkan bahwa mereka adalah penjaga dari kota itu. Kurasa mereka adalah mercenary bayaran. Persis seperti kabar yang pernah aku dengar. Negara ini bergantung pada mercenary bebas.

"Kami tim ekspedisi dari Lunaris yang dikirimkan menuju ke Windia"
Jawabku spontan.

"Oh, jadi kalian petarung handal? Aku harap kalian bisa selamat saat menuju kesana. Teman kami baru saja terbunuh karena monster-monster itu. Kami lebih berharap bisa bekerja disini. Lebih ringan dan mendapat bayaran" Sahut orang satunya.

"Hei, kalian pikir siapa kalian? Kami orang Lunaris, kami bisa melakukan apa yang tidak .... "
Sebelum Carlos melanjutkan kata-katanya dan hendak memperlihatkan sihir, aku langsung menarik tangan Carlos dan bergegas menuju masuk ke kota.

"Maafkan kelakuan temanku... Permisi"

"Anak-anak jaman sekarang, sepertinya mereka belum tahu pahitnya dunia ..."
Aku mendengar perbincangannya dari jauh.

"Venus, kau ini apa-apaan sih. Mereka meremehkan kita, dan kau terima dengan begitu saja?" kata Carlos yang tidak terima.

"Aku menganggapnya sebagai peringatan untuk hati-hati. Dan sekali lagi... kita kesini tidak untuk mencari masalah" Aku menegaskan lagi padanya.

"Ah, kau ini tipe orang yang membosankan"
Komentarnya padaku.

Aku memandang ke sekeliling kota. Penjagaannya lumayan ketat. Aku bisa melihat beberapa mercenary hilir mudik sana-sini. Aku menduga ini mungkin karena efek isu tentang monster yang muncul dari Windia tersebut. Tapi aku tidak mengira efeknya akan sebesar ini. Kurasa aku memang harus hati-hati.


Bosen ama signature. Hapus aja dah ....
2014-09-04, 08:03
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
Oscar 
Senior
Senior
avatar

Level 5
Posts : 830
Thanked : 13
Engine : RMVX
Skill : Beginner
Type : Writer

<Honoka Chikako>


Chapter 1-2 : Tujuh Pemberontak

Hari-hariku di kantor kementrian sihir mulai tenang sampai ada ribut-dibut di lantai bawah. Aku penasaran, kuletakkan berkasku di atas meja lalu aku bergegas turun.

"Hei ada apa ini?" tanyaku.

"Oh Chikako-kun kebetulan kau ada disini," ujar seorang lelaki berambut panjang lurus berwarna perak. Dia adalah atasanku, Takehiro Akechi

"Ada apa Takehiro-san?" 

"Sepertinya Osuka berulah lagi di daerah selatan kota," katanya sambil menunjukkan dua orang tentara sihir yang terluka. Mereka berdua dibopong oleh petugas medis kerajaan. Tubuhnya memar dimana-mana dan ada beberapa luka bakar di sana-sini, dan tanda seperti setempel sihir bundar kemerahan bergambar kepala srigala di dada mereka.

"Osuka? Osuka Arahi?" kataku dengan nada marah.

"Iya, kita tidak bisa membiarkannya terus-terusan. Sepertinya kita memerlukan bantuanmu!" kata Takehiro-san.

"Ohh benarkah?" 

Takehiro-san hanya mengangguk. Kita berangkat lima belas menit lagi. Siapkan dirimu.

"Haik..." kataku senang.

Tentu saja aku senang, aku tidak harus bergulat dengan kertas-kertas ini setiap hari. Akhirnya aku bisa keluar menghirup udara segar dan melepaskan sihirku. Manna yang mengalir di tubuhku ini membuatku pegal jika tidak dikeluarkan sekali-kali.

Osuka Arahi, seorang ras murni luaniran yang memberontak. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan orang itu. Kenapa dia harus mengorbankan harga diri dan kehormatannya sebagai lunarian hanya untuk melindungi para ras rendahan itu. Dia melukai sesama saudara lunariannya, sungguh tak bisa di maafkan.

Hari ini sepertinya bukan hari yang indah buatku. Pertama, si blesteran brengsek Strayed yang hilang entah kemana sehingga membuatku tak bisa memotong tangannya dan kupelajari. Kedua si Osuka Arahi, berani-beraninya dia melukai saudara lunariannya sendiri.

"Chikako-kun, sudah siapkah kau?" tanya Takehiro san dari pintu.

"Siap pak!" sahutku.

Aku sudah bersiap memakai baju hitam panjangku serta pelindung dada dan pundak dengan bahan khusus seperti logam yang tahan sihir sekaligus benda tajam. Kami menyebut logam itu sebagai Lunarium. Logam yang dibentuk dari serbuk Lunarite.

Aku bersama Takehiro-san dan beberapa petugas sihir yang kompeten bergerak menuju ke tempat Osuka berada. Kami menunggangi burung raksasa yang berlari di daratan, bulunya dan matanya berwarna hitam dan paruhnya berwarna kuning.

Kami berlari menuruni bukit, debu-debu beterbangan akibat tapak-tapak raksasa burung itu.

Akhirnya kami berhenti di sebuah padang. Ada tujuh orang yang menghadang kami. Orang pertama setinggi hampir dua meter, wajahnya garang dan kulitnya sepertinya keras ia membawa palu besar. 

Yang kedua, seorang wanita, tubuhnya langsing, dia memiliki telinga seperti srigala dan tanduk kambing, dia hanya memakai baju terbuat dari kain dan agak terbuka. Ia memakai cakar buatan di tangannya. 

Orang ketiga berkulit agak hitam, membawa dua sabit berantai. Bibirnya tebal dan ia memakai sorban. Keempat sepertinya seorang lelaki kecil, telinganya runcing memakai baju kekuningan dan membawa tongkat sihir panjang.

Orang kelima dan keenam adalah wanita yang tampak sama persis, yang membedakan adalah warna rambutnya, yang satu berwarna kemerahan dan yang satu kebiruan, yang rambut merah membawa pedang dipunggungnya dan yang berambut kebiruan membawa tombak dengan trisula di ujungnya.

Dan orang yang ketujuh adalah. Osuka Arahi, si lunarian brengsek. Dia dengan sombongnya duduk di sebuah batu. Rambutnya pendek berwarna putih dan matanya kekuningan. Ia tersenyum seolah sedang memandang rendah kami, membuatku ingin segera membakarnya hidup-hidup.

"Yo yang mulia Takehiro dan Chikako-chan," sapa Osuka sambil melompat turun dari batu.

"Osuka!!" bentakku.

"Hoho.. gadis cantik seharunya menjaga mulutnya, aku perkenalkan teman-temanku."

"Yang bongsor membawa palu ini Hardvar, si kecil ini Emillio, dan srigala yang haus darah ini Asrika. Oh iya kalian juga tidak ingin membuat si kembar Elsa dan Elsie ini marah, atau kalian akan dijadikan sup. Dan si ahli cincang ini bernama Sholeh, meskipun wajahnya jelek tapi dia baik hati tenang saja."

"Osuka, kenapa kau bawa makhluk-makhluk rendahan ini kemari?" bentakku.

Wanita srigala itu tampak marah dan berusaha menyerangku namun Osuka memberi isyarat untuk tetap tenang.

"Tentu saja kami ingin bersenang-senang," katanya dengan senyuman melecehkannya.

"Ayo... maju saja kalian semua!" tantangnya.


There are 1 and 0 kinds of people in the world: Those who understand binary and those who don’t.

nitip emot favorit dolo:

(╮°-°)╮┳━┳... (╯°□°)╯ ┻━┻


Terakhir diubah oleh Oscar tanggal 2014-09-04, 09:30, total 1 kali diubah
2014-09-04, 09:06
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<Marko Al Basher>

Seorang petarung memberitahu kami bahwa tidak ada penginapan di kota ini. Ada pun ya gitu deh, fasilitas alakadarnya. Kalo saya sih yes, tapi entah kalo Millia, apa dia bisa menahan hasratnya yang ingin tidur di kasur yang empuk nan hangat atau malah menolak ajakan saya dan merengek layaknya anak kecil.

Entahlah apa yang ada di pikiran gadis ini. Gadis yang dulu saya temui di pinggir sungai dalam keadaan tidak sadarkan diri ini memang kelihatannya bukan manusia biasa, namun bukan juga manusia super. Perawakannya yang mungil pernah mengecoh diriku yang waktu itu mengira bahwasanya si gadis ini masih anak-anak, dan ternyata dia memperkenalkan diri sebagai gadis dewasa. Jika dipikir-pikir lagi, melihat tinggi badannya, keelokan wajahnya, dan tingkahnya yang menggemaskan dan sedikit manja, dewasa apanya coba?

Okelah dia mengaku bahwa dia seumuran dengan saya, namun... tadi dia tertarik dengan permen di toko, sekarang dia tertarik dengan seseorang yang berbaju aneh nan nyentrik dan bisa mengeluarkan api dari tangannya. Sihir? Mungkin. Di kota asal kami memang kadang disinggahi orang-orang seperti itu yang katanya bisa melakukan sihir.

Millia begitu semangat melihat orang itu. Saya pun jadi ikut mengamati orang yang melakukan latihan praktek sihir itu. Dan jika dilihat-lihat lagi, orang itu mirip dengan Millia jika dilihat dari bentuk kuping dan paras wajahnya walau dia jauh lebih tinggi dari gadis yang selalu bersama saya ini.

"Ho, jadi kau tertarik dengan ilmu sihir ya? Sayang sekali aku tidak bisa menerima murid untuk saat ini." Jawab lelaki tinggi kurus tampan berambut panjang itu.

Millia terus membujuk orang itu untuk mengajari dia satu atau dua ilmu sihir, namun dia tetap menolaknya. Saya tidak bisa menghalangi kemauan Millia yang sekalinya ingin sesuatu harus dipenuhi atau tidak tingkahnya akan makin merepotkan.

"Baiklah. Baiklah. Kuberikan salinan ilmu sihir dasar ini, jika kau memaksa."

"Sebentar, Tuan." Saya dengan refleks bertanya, karena pada momen ini biasanya ada apa-apanya. "Kalau boleh, sediakah Anda menerima beberapa dinar sebagai ganti buku ini? Saya yakin buku yang Tuan berikan masih mempunyai manfaat untuk Anda."

"Tidak perlu. Aku sudah hapal betul tiap kalimat dalam buku itu. Namun, beberapa keping emas bolehlah untuk membeli perlengkapan untuk masuk ke Colossal Gate."

Oh, jadi ternyata gerbang megah tinggi nggak jelas itu punya nama, dan beberapa orang punya hasrat untuk masuk ke dalamnya? Ah, tidak perlu dipikirkan untuk kali ini. Saya berikan tujuh keping dinar dan lima keping dirham sebagai pengganti buku yang diberikannya pada Millia. Dia sangat berterima kasih dan lantas pergi, mungkin ke toko yang tadi kami kunjungi atau ke tempat lain.

Sementara Millia, dia seperti mendapat mainan baru. Buku tebal bersampul kulit rusa keunguan itu mungkin akan menjadi teman dia selama perjalanan ini.

Mungkin hari ini kami harus ke kota terdekat, karena tidak adanya gandum dan penginapan memaksa kami untuk terus mencari. Orang-orang di Bashera mungkin sedang menunggu kami kembali dari Windia, mengharapkan beberapa karung gandum.

To be continued in chapter 2
CHAPTER 1 END


| My spriteworks | deviantArt | Mark's Quest | Eremidia: Dungeon! |
Developer of:



Supporter of:


Selp-Proclaimed The Most Handsome Member of the Long Lost Glorious


Disini kalo sebagai nubi mau dikritik yang bagus2 biasanya harus ngaku cewek dulu, karena you know lah... -- Brosef numfanklewhat


Terakhir diubah oleh richter_h tanggal 2014-09-08, 16:48, total 1 kali diubah
2014-09-04, 18:57
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
rexoholic 
Advance
Advance
avatar

Level 5
Posts : 330
Thanked : 2
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

< Junk Rafel >

Char Profile:
 

Prolog:
 

-Chapter 1 Bagian 1-


- Windia Border Post -

"Junk... Junk... WOI JUNK BANGUN !!!"
"Eh. Ah. Halo. Selamat tidur, Van."
"Ya ampun deh, ni anak. Bangun woi bangun !!! Bentar lagi kita sampe ke Windia !"
Kata Windia membuat rasa kantukku hilang. Dari belakang gerobak aku bisa melihat pos perbatasan Elyon-Windia.
"Junk, nanti di pos ada pemeriksaan. Saranku, sembunyikan saja Alchemage Gauntlet mu. Katanya orang-orang di sini tidak terlalu suka dengan barang-barang yang berbau sihir." Kata temanku Evans.
"Tenang aja, Van. Alchemage Gauntlet kan mirip sarung tangan antik. Ga mungkinlah orang sadar kalau ini barang sihir."
"BERIKUTNYA !!!" Teriak salah seorang prajurit. Kereta yang kami tumpangi maju. Satu persatu barang bawaan kami diperiksa. Sepertinya salah satu prajurit memandangku dengan tatapan sinis. Mungkin hanya perasaanku saja.
"Hey kamu !"
Baiklah... ternyata itu bukan hanya perasaanku.
"Hey, kamu yang memakai sarung tangan aneh, cepat kemari !!!"
"Tuh, Junk, apa ku bilang ?"
Demi Elyon yang suci, Aku berharap tadi aku mendengar saran Evan. Tapi... ya sudahlah. Toh, aku tidak melakukan suatu kesalahan. Dengan penuh pikiran positif, aku melangkah ke arah prajurit itu.
"Kenapa ya pak prajurit ?"
"Sarung tanganmu. Angkat !"
Aku bingung kenapa dia memintaku untuk mengangkat Alchemage Gauntletku. Tapi, daripada masuk ke penjara, lebih baik aku turuti keinginannya. Kuangkat kedua tanganku untuk menunjukan sarung tanganku. Dia mencermatinya baik-baik.
"Hmm... sudah kuduga," Katanya sambil mengangguk-anggukan kepala, "Hey, nak, apakah ini Alchemage Gauntlet ?"
Jujur saja, aku terkejut. Tidak banyak yang tau tentang Alchemage Gauntlet.
"Bener sih, Pak. Emang kenapa ya ???"
"Boleh aku membellinya ?" Katanya sambil menunjukan 5 buah kantong yang penuh oleh dirham.
Aku menarik tanganku dan berbalik. Menjual Alchemage Gauntlet ini ? Huh, bermimpi sajalah kau !
"Maaf bapak prajurit, Alchemage Gauntlet ini ga dijual !!!"
"Hee ? Apakah begitu ?" Dengan senyum sinis dia melanjutkan, "Kalau begitu, aku akan menyita Alchemage Gauntlet ini !"
Pada saat ini, aku sudah terlalu kesal untuk memikirkan konsekuensi dari tindakan yang akan aku lakukan. 
"Coba saja rebut dia dariku, pak tua !"


Let my name still unknown. Because i'm Rexoholic.
Ketika Chatting Menjadi Salah:
 


Terakhir diubah oleh rexoholic tanggal 2014-09-05, 21:40, total 1 kali diubah
PostRe: [RolePlayStory]The Colossal Gate
Sponsored content 




 

[RolePlayStory]The Colossal Gate

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Non-RM :: General Discussion-