Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [NOVEL]AED Background Story -Rose-

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
2015-01-28, 18:07
Post[NOVEL]AED Background Story -Rose-
#1
Dezwil 
Moderator
Moderator
avatar

Kosong
Posts : 310
Thanked : 7
Engine : RMVX
Skill : Advanced
Type : Developer

Another Eremidia Dungeon: Project D (unofficial) Background Story


Di sini menceritakan cerita latar belakang dari salah satu actor di AED yaitu Rose.
Menceritakan sampai awal AED dimulai.
Main Character:

Quote :

Roseangery (21)
Wanita anggota veteran Arstain Guild.
Saat berusia 17 tahun ia mendaftarkan diri ke Arstain Guild.
Menyelesaikan quest apa saja yang dia ambil dan tuntaskan semaksimal mungkin.
Bekerja setiap hari tanpa tujuan, hasil perolehannya ia simpan begitu saja.
Karena itu, Mars pernah mengomentari dia: "Aku ragu apakah dia manusia atau bukan.
Kalau uangnya tidak perlu, mending traktir aku teh."
Jika berbicara, bicara yang seperlunya.
Karena sosialiasi antar anggotanya kurang, walau sudah lama dia berada,
jarang sekali anggota yang mengenal dia.

Di timeline Arcadia Rebirth, dia sedang berada di luar pulau Arcadia untuk menyelesaikan
hardcore quest yang dia terima.
Quote :

Weapon: Spear
HP:B
ATK:B
DEF:B
MAT:B
AGI:B
Quote :

"Aku hanya mengerjakan tugas. Tidak perlu apa-apa."
Quote :

Story:
Chapter 1: Kembali
Chapter 2: Bersama mereka


Terakhir diubah oleh Dezwil tanggal 2015-01-30, 00:36, total 2 kali diubah
2015-01-29, 00:07
PostRe: [NOVEL]AED Background Story -Rose-
#2
Dezwil 
Moderator
Moderator
avatar

Kosong
Posts : 310
Thanked : 7
Engine : RMVX
Skill : Advanced
Type : Developer

Chapter 1: Kembali

"Ah, sudah terlihat..."
Berjalan jauh dari pantai Taikiki. Kini sudah berada di dekat pintu masuk kota Alines.
"...Kota ini tampak tidak berubah dari dulu." Jalan sambil membawa tas besar, aku sedikit merasa terharu.
Di padang hijau yang luas, terdapat kota yang terkurung oleh tembok batu.
Kota Alines, kota dimana aku tinggal. Akhirnya aku bisa kembali ke kota ini.

     Selama 2 tahun ini aku pergi ke luar pulau Arcadia untuk menyelesaikan tugas yang biasa para petualang menyebutnya "Hardcore Quest".
Hardcore Quest ini tidak ada jaminan keselamatan namun jika berhasil diselesaikan maka mendapatkan hadiah yang melimpah.
Aku telah menyelesaikan Hardcore Quest yang berisi menyelidiki kuil kuno yang terlupakan.
Hasilnya cukup memuaskan. Aku bisa selesaikan dengan selamat.
Begitu pulang ke rumah aku harus simpan uang yang telah didapat dari quest.
Aku bukannya suka menabung. Tetapi aku tidak tahu untuk apa aku pakai uang tersebut.
Ya, tentu untuk keseharianku seperti makan dan minum aku memakai uang.
Tetapi selebihnya aku tidak tahu dipakai untuk apa.
Senjata yang lebih kuat? Tidak perlu. Aku sudah senang dengan senjata yang ku pakai.
Pelindung yang lebih kuat? Aku selalu memakai dari yang ku dapat dari hasil quest.
Ah sudah, daripada pikir dalam aku lebih baik simpan saja uangnya.
Hari ini aku merasa lelah. Mungkin karena perjalanan yang cukup jauh.
Aku putuskan kembali ke rumah terlebih dahulu sebelum ke guild.

      "Selamat datang di kota Alines" Salah satu penjaga kota Alines berkata kepada ku yang baru saja memasuki kota Alines.
"Jangan mencoba mencari keributan ya." Setelah mengucapkan salam, penjaga tersebut memperingatiku seperti itu.
Aku pergi begitu saja tanpa pandang muka penjaga.
"Tunggu." Tiba-tiba penjaga memanggilku.
Aku menoleh ke arah penjaga yang memanggilku.
"Boleh ku periksa isi tasmu?"
Penjaga itu sepertinya mencurigaiku.
Pasti dia tidak mengenaliku walau aku adalah seorang petualang di Arstain Guild.
"Hahh..." Aku hembuskan nafasnya dalam.
"Aku tidak keberatan. Tapi ini isinya sebagian besar pakaianku.
Apa kau ingin melihat pakaian dalamanku?" Sambil menatap aku berkata seperti itu ke penjaga.
Penjaganya bereaksi sedikit kaget namun masih ingin memeriksa isi tasku.
Oh iya, kenapa aku tidak perlihatkan saja tanda anggota Arstain Guild?
Begitu aku mengingat itu, langsung keluarkan tanda keanggotaannya dari kantong dan perlihatkan kepada penjaga.
"Aku ini anggota Arstain."
Melihat tanda keanggotaannya, penjaga tersebut kaget dan langsung meminta maaf.
"Wajar saja jika kau tidak mengenaliku. Aku baru saja pulang dari Hardcore Quest selama 2 tahun." Setelah berkata begitu aku simpan lagi tanda keanggotaannya lalu lanjut pergi.
Berjalan pelan-pelan sambil melihat sekitar.
Rumah-rumah berdiri berbaris jalan yang terbuat dari block rasanya kota ini benar-benar tidak berubah.

      Berjalan hingga mencapai pertigaan kota.
Jika aku belok ke kanan maka menuju Arstain Guild.
Namun hari ini aku ingin istirahat di rumah dulu jadi aku jalan lurus menuju kediamanku.
Jalan sekitar 15 menit, terlihat sebuah rumah beratap coklat bertembok kuning.
Ya, inilah rumahku. Ku tinggalkan selama 2 tahun mungkin di dalamnya banyak debu.
Aduh, pulang-pulang aku harus bersih-bersih dulu.
Membuka kuncinya dan membuka pintunya.
"...Aku pulang." mengucapkan salam yang tidak akan ada yang membalas.
Aku tinggal sendirian di rumah ini.
Aku sudah tidak memiliki kedua orang tuaku.
Dua-duanya meninggal saat aku berusia 15 tahun.
Setelah itu, selama dua tahun aku melatih diri supaya bisa beradaptasi di Arstain Guild.
Awalnya tidak berniat untuk masuk ke guild tersebut.
Jika orang tuaku masih hidup, mungkin pekerjaanku berbeda.
Masuk Arstain Guild mungkin karena pandanganku masih sempit.
Aku mengenal Arstain Guild sejak kecil.
Beberapa kali keluargaku ditolong oleh anggota Arstain Guild.
Untuk menjadi anggota Atstain Guild itu syaratnya tidak begitu sulit.
Kebanyakan isinya kerja yang membutuhkan tenaga.
Jadi ku pikir jika aku menjadi kuat, aku bisa menjadi anggota Astain Guild.
Selama 2 tahun aku berlatih bersama anggota Arstain Guild.
Dan berhasil menjadi anggota pada saat 17 tahun.
Sejak saat itu aku terus mengerjakan quest.

     Mengunci pintunya dan berjalan ke arah kamar sendiri.
Begitu masuk kamar, letakkan tasnya dan tiduran di atas kasur.
"Lelah..."
Besok sudah kembali bekerja seperti biasa. Tanpa berpikir dalam aku menutup mata dan beristirahat.
2015-01-30, 00:33
PostRe: [NOVEL]AED Background Story -Rose-
#3
Dezwil 
Moderator
Moderator
avatar

Kosong
Posts : 310
Thanked : 7
Engine : RMVX
Skill : Advanced
Type : Developer

Chapter 2: Bersama mereka

      Sinar merangsang mataku yang sedang tertutup. Membuka mata perlahan terdengar suara burung gereja. "Oh... Sudah pagi..." berpikir di dalam kepalaku. Berapa jam aku tertidur? Mencoba membangunkan diri dari kasur dan memeriksa jam kecil di atas meja.
Melihat jarum panjang menunjukkan angka 1 dan jarum pendek di angka 8.
Sepertinya aku bangun jam 8 lewat 5 menit. Kalau tidak salah kemarin aku pulang ke rumah ini sekitar pukul 5 sore dan langsung tidur di kasur ini. Tidak ku sangka aku telah tertidur selama itu.

     Hari ini berencana pergi ke guild untuk lapor hasil hardcore quest sekalian melihat situasi guild. Ada berapa orang yang ku kenal? Apakah masih ada yang mengenal diriku...?
Membuka seluruh pakaian dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
Segar sekali air dingin yang membasahi seluruh tubuh dan kepalaku membuat rasa lelah tambah hilang dan juga pemikiran rumit.
Sehabis mandi memakai pakaian baru dan pelindung sederhana kembali ke kamar dan memeriksa isi tas yang ku bawa. Mengeluarkan pakaian-pakaian kotor dan masukkan ke keranjang. Mengisi tas dengan keperluan-keperluan kecil seperti obat-obatan dan uang saku. "Huff. Saatnya berangkat!" Sambil hembuskan nafas aku berseru untuk menyemangati diri untuk hari ini.

     Keluar dari rumah dan mengunci pintu. Saatnya pergi ke Arstain Guild di kota ini.
Sambil jalan menuju guild, aku melihat sosok yang pernah ku lihat.
Pria berambut merah berpakaian hitam membawa pisau di belakang.
Kalau tidak salah pria ini...
"Oh?" Pria itu sadar dengan keberadaanku yang sedang berjalan. Dia datang mendekatiku sambil senyum.
"Kau... Anggota Arstain Guild juga bukan? Sepertinya aku mengenalimu tapi lupa namamu."
pria ini datang-datang berkata seperti itu. Dengan ekspresi standar aku menjawab, "Ya, aku anggota Arstain Guild." Setelah berkata itu aku lanjut berjalan.
"Eits, tunggu! Err... Pembicaraan belum selesai jangan pergi begitu saja!" Pria tersebut berkata sambil mencoba menyusul aku.
"Aku sedang menuju guild. Kalau mau, kita jalan ke sana sambil berbicara"
Mencoba mengajak berbicara sambil berjalan agar tidak membuang waktu.
Sebenarnya aku tidak mau berbicara dengan siapapun.
"Baiklah" Pria tersebut menjawab lalu berjalan di sampingku.
"Jika kau benar Arstain Guild, harusnya aku mengingatmu. Tetapi selama ini aku tidak pernah melihatmu. Kau ke mana saja?" Tiba-tiba dia bertanya.
"...Quest" Ku jawab singkat.
"Quest? Aneh... Kalau quest tidak mungkin lama. Pastinya aku sempat melihatmu beberapa kali."
Kalau dia benar-benar mengenaliku, berarti dia sudah cukup lama berada di Arstain Guild.
Apakah dia tidak tahu tetang Hardcore Quest?
"Kau tahu? Aku ini dari dulu hampir setiap hari berada di meja depan master dan menikmati segelas teh. Jika kau sering mengambil quest, harusnya aku melihatmu."
Jika ingin menerima atau lapor quest, biasanya harus menghadapi guild master.
Dan guild master tersebut selalu berada di meja depan tersebut jadi jika memang dia selalu ada di sana dari dulu, harusnya aku mengenal dia juga.
Ya, aku memang mengenal dia walau masih bayang-bayang.
"Namaku Mars. Apakah kau mengenaliku?"
"...!" Mendengar nama dia, kepalaku langsung mengingat.
"Mars Rougefolk" Aku coba menyebut nama lengkap dia.
"Wow! Benar sekali! Nama panjangku Mars Rougefolk! Berarti benar kau adalah anggota Arstain Guild. Tapi, kenapa aku tidak mengenalimu?"
"..." Mendengar perkataan itu membuat hatiku sedikit sakit.
"Ah, maaf! Tidak bermaksud begitu!" Dia merasa tak enak dan mencoba meminta maaf.
"Sudahlah, tidak ada artinya bahwa kau mengenalku atau tidak. Kita ini anggota Arstain Guild, itu saja cukup bukan?" Sehabis berkata itu meninggalkan dia dan buru-buru menuju guild.
Ya, wajarlah jika tidak mengenaliku.
Sifatku yang anti sosial ini telah membuatnya begitu.
Aku hanya butuh pekerjaan bukan persahabatan.

     Sesampai di guild, guild master melirik ke arahku dan memanggil.
"Oh, Rose! Apa kabar? Syukurlah kau kembali dengan selamat!"
Ah... Sudah lama sekali aku tidak mendengar suara itu. Suara master yang sering ku dengar dulu. Aku langsung menuju meja depan untuk menemui dia.
"Sudah sekitar 2 tahun kau pergi Hardcore Quest bukan? Bagaimana? Aku ingin mendengar laporanmu."
Letakkan tasnya di bawah dan aku duduk di kursi yang tersedia lalu sambil memesan makanan dan minuman untuk sarapan pagi, aku berlapor.
"Aku sudah menyelidiki kuil kuno yang diminta hingga ke tempat yang terdalam.
Di sana memang terdapat jebakan-jebakan kuno yang hampir saja membuatku terluka parah. Dan juga, di sana banyak sekali monster-monster misterius yang belum pernah ku temui. Tujuan penyelidikan ini memang ternyata monster-monster misterius itu.
Sebenarnya penyelidikan di kuil itu sendiri tidak begitu memakan waktu.
Selesai dalam waktu 6 bulan. Namun sisa satu setengah tahun itu ku habiskan untuk quest lain yang masih berkaitan dengan hardcore quest itu."
Begitu ku lapor bagian intinya dilanjutkan laporan-laporan kecil juga.
"Begitu ya... Pantas saja kau lama di sana. Kau masih lelah bukan? Istirahatlah seharian ini."
Dia berkata sambil sediakan sarapan pagiku.
"Terimakasih master. Tetapi aku tetap kerja hari ini"
Aku tidak punya hal lain yang bisa ku lakukan selain quest.
Ada sedikit waktu kosong saja bingung apa yang harus ku lakukan.
"Hmph, kau ini tidak berubah dari dulu. Andai saja si Mars punya semangat kerja seperti kamu."
Gerakan tanganku berhenti setelah mendengar nama itu.
Tidak ku sangka aku mendengar nama itu lagi.
"Mars... Saat perjalanan aku bertemu dengan dia."
"Oh, kamu bertemu dengan dia? Berarti tidak lama lagi akan kemari."
Mendegar begitu aku lanjutkan sarapan.

     Tidak lama kemudian mendengar suara yang tidak lama ku dengar.
"Pagi master!" Pria tersebut jalan menuju meja ini. Tidak salah lagi. Si Mars Rougefolk.
"Ah, kau yang tadi!"
Begitu melihat diriku yang sedang sarapan ia menyapaku.
"...Ada perlu apa?" Sambil makan tanpa menatap dia aku berkata.
"Maaf ya tadi pagi aku berkata yang kurang sopan."
Dia mencoba meminta maaf soal tadi. Sebenarnya itu hal sepele dan akupun tidak begitu memikirkan.
"Sudahlah, aku tidak begitu pikirkan." Sambil memegang gelas kopi lalu meminumnya.
"Baiklah" setelah berkata itu diapun ikut duduk di sampingku dan memesan segelas teh.
Sepertinya benar bahwa dia selalu duduk di sini dan menikmati segelas teh.
"Tumben sekali kau membuat wanita marah. Apa telah kau lakukan kepada Rose, Mars?"
Master bertanya sambil memasang wajah heran. Spertinya Mars itu bukan tipikal pria yang suka membuat wanita marah.
"Err... Sebenarnya ku juga tidak bermaksud membuat dia marah. Namun aku heran saja karena aku dan dia saling mengenal namun aku tidak mengingat nama dia padahal dia mengingat nama lengkapku." Dia berkata sambil garuk-garuk kepala dengan berwajah sulit.
"...Tunggu. Rose?! Master berkata Rose!?"
Dia kaget dan mendadak berdiri di tempat.
"Huff..." Sambil menghembuskan naas aku berkata, "Jadi kenapa? Namaku Rose. Sudah puas?" Serahkan piring dan gelas kosong lalu mencoba menjauh.
"Rose! Aku ingat! Roseangery!! Yang rajin sekali quest tiada hentinya!!" Dia berteriak dengan senang.
Berisik sekali. Ingin marah tapi rasanya malas. Aku lanjut mencoba menghindar dari dia.
"Hey hey... Dari pagi kau ini berisik sekali, Mars!"
Tiba-tiba terdengar suara pria dari pintu masuk. Melihat sosok pria dan wanita bersama memasuki guild.
Pria berambut abu-abu yang mengenakan mantle dengan perempuan berambut abu-abu juga yang berpakaian mirip dengan pria itu. Mungkin mereka bersaudara.
"Pagi Mars!"
Perempuan itu menyapa Mars. Sepertinya kedua orang tersebut mengenal Mars.
Tunggu. Sepertinya aku mengenal mereka tapi lupa. Siapa mereka? Padahal rasanya lebih mengenal dibanding Mars itu.
"Zasch! Ann! Pagi semua!! Lihat, siapa dia!?"
Mars mencoba memperkenalkanku.
"Huh, siapa... Oh, Rose, apakah itu kau?"
Pria tersebut menatapku dan berkata sambil berwajah kaget.
"Wahhh! Kak Rose! Apa kabar!?"
Perempuan itu begitu menemukanku langsung berlari menuju aku dan berpeluk.
"Sudah lama sekali aku tidak melihatmu kak!"
Oh iya, aku ingat. Mereka adalah Zaschwalt dan Anngert.
Mereka dulu sering pergi quest bersamaku.
"Ann... Dan juga Zasch... Sudah lama aku tidak melihatmu."
Aku menyapa mereka dengan senyum.
"Hmph, berapa lama kita tidak bertemu?"
"Sekitar... 2 tahun? Terakhir kita bertemu saat kakak pergi berangkat Hardcore Quest bukan?"
Zasch bertanya dan dijawab oleh adiknya, si Ann.
"Senangnya aku bisa bertemu lagi dengan kakak! Ayo kita berbicara apa saja yang telah dilakukan selama 2 tahun itu!"
Ann mencoba mengajakku berbicara di meja depan itu.
"Kenapa sikapmu jauh berbeda saat berbicara dengan mereka?"
Mars bertanya dengan berwajah lemas.
"Hmph, lagi-lagi kau membuat masalah?"
Zasch berkata seperti tahu segalanya tentang Mars.
"Masalah apa!? ...Ya, memang salah ku sih aku tidak mengingat dia..."
Dia berkata dengan wajah sedih. Sepertinya benar-bernar merasa bersalah.
"Wah, Mars keterlaluan!" Ann berkata kepada Mars sambil sedikit marah.
"Ckckck... Benar-benar keterlaluan. Apa kau sudah lupa bahwa kau pernah meminta traktir segelas teh kepada Rose saat kau benar-benar kehabisa uang karena teh!?"
Mendegar perkataan dari Zasch, sepertinya aku ingat soal itu.
Oh iya, memang si Mars dulu pernah meminta traktir segelas teh.
"Dulu kau pernah membodohi Rose bukan? Kau bertanya bahwa dia manusia atau bukan karena quest terus tetapi uangnya tidak pernah dipakai. Dan sampai-sampai kau berkata lebih baik uangnya serahkan padaku untuk memesan teh. Dasar tidak tahu malu!"
Jleb! Mars bereaksi seperti ditusuk sesuatu. Sepertinya dia terlalu shock mendengar masa lalu itu.
"Sudah dong tolong... Dari pagi jangan membuat ku down..."
Kata Mars yang sudah tak bertenaga. Aku jadi merasa tidak enak tetapi entah kenapa tersenyum melihat dia.
"Sudahlah, mari kita makan dulu kak, kita belum sarapan!"
Ann mengajak kakaknya untuk bersarapan bersama.
"Kak Rose sudah sarapan? Jika belum mari bersama."
"Maaf, aku sudah sarapan. Tapi, aku akan menemani kalian."
Berempat duduk di meja depan bersama-sama.
Aku kembali memesan segelas kopi, Mars lanjut minum teh, kakak adik itu memesan sarapan masing-masing.

      Aku ini orangnya anti sosial. Malas berkomunikasi malas bersosialisasi.
Tapi, entah kenapa bersama mereka aku menjadi diriku yang bukan sesungguhnya.
Apakah aku merasa terhibur dengan mereka? Benar-benar menghancurkan diriku yang biasanya...
PostRe: [NOVEL]AED Background Story -Rose-
#4
Sponsored content 




 

[NOVEL]AED Background Story -Rose-

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-