Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [Story] Darkness of Hope

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
2015-02-02, 14:00
Post[Story] Darkness of Hope
#1
Ron D' Child 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 277
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Beginner
Type : Developer

Trit ini dibuat untuk share progress cerita yang telah saya buat untuk DoH Project, mungkin teman-teman disini bisa memberikan masukan apabila ada yang kurang. Dari beberapa yang saya tulis disni bisa jadi ada yang tidak dimasukin di dalam gamenya sendiri.

Untuk menyegarkan kembali, saya share dulu beberapa karakter yang sejauh ini terlibat.

Karakter :
Quote :

Ronald Weber
merupakan seorang pemuda yang berumur 22 tahun. Dia menjabat sebagai anggota SAT (Special Agent Team) dari Oracle Military.

Alex Sweinsteiger
Pemuda yang bekerja pada Oracle Military dengan jabatan SAT (Special Agent Team). Dia juga sangat mementingkan tingkat kerapian padadirinya, Pria yang memliki sifat yang periang, positif dan juga sedikit mesum jika melihat gadis yang cantik.

Glen Gerechtigheid
Menjabat sebagai Oracle Top Ten Class di posisi ke dua, dia bekerja di Oracle Military dengan Kode Nama Code Two dan berkode anggotakan G-1313. Keahliannya dalam bertarung di akui oleh Wakil Ketua Oracle Military “Tiara Percival”.

Ribka Belamy
Menjabat sebagai Oracle Top Ten Class di posisi ke 6, dia bekerja di Oracle Military dengan Kode Nama Code 6 dan berkode anggotakan R-7515. Dia juga menjadi seorang instruktur di Oracle Military, dia mempunyai 2 anak didik yang selalu membanggakannya yakni Ronald dan Alex.

Tiara Percival
merupakan wakil ketua yang dihormati di Oracle Military organisasi sekaligus sekolah militer anti-Teroris. Dia sangat ahli dalam strategi pertempuran dan konflik, karena itu dia di angkat menjadi wakil ketua di Oracle Military.

Checilia Silviana
merupakan seorang keturunan reimsheld, dia tinggal di Artolian village. Dia tinggal bersama kakaknya yang bernama Eris.Dia sering dipanggil warga sekitar Lia maupun Silvi, karena sifatnya yang selalu ceria, dia di nobatkan sebagai kembang desa di Artolian Village.

Eris
merupakan seorang keturunan reimsheld yang kuat,dia tinggal bersama adiknya, Lia dan tinggal di Artolian Village. Eris mempunyai sifat yang rendah hati dan baik hati, karena sifatnya itu, dia banyak disukai oleh warga sekitar.

*Beberapa karakter belum diwarna ulang.

Istilah
Quote :

Oracle Military
Sekolah tentang militer, akademi ini di wajibkan bagi negara Ravine. Agar para pemuda – pemudinya memiliki loyalitas yang tinggi terhadap negara dan juga mampu membela negaranya disaat terjadi perang/pemborantakan dll.

Primastic Organization
Merupakan sebuah organisasi terorisme selain itu mereka juga menyelundupkan dan menjual senjata untu orang-orang.

Reimsheld
Sebutan bagi mereka yang mampu menggunakan sihir dan dapat berinteraksi dengan makhluk suci yang disebut Fantasma, akan tetapi karena suatu kejadian 70 tahun yang lalu para reimsheld menggunakan Fantasma untuk membunuh manusia, sehingga banyak yang menganggap bahwa menjadi seorang Reihmsheld adalah sebuah kutukan.

Chapter 0
Oralce Military

Badai menerpa malam dengan membawa halilintar yang menyambar dan angin yang bertiup kencang memberikan suasana mencekam. Di tengah hutan antah berantah jauh dari kota terlihat beberapa orang berlarian membawa senjata seakan sedang melakukan perburuan. Di antara mereka seorang dengan wajah bejad yang merupakan pemimpinnya menggerutu, memerintah orangnya untuk lebih serius. “Lebih cepat, sialan! Kita tidak bisa kehilangan gadis itu!” Gertaknya ditanggapi pasukan militer ini dengan sigap.

Tak lama terlihat kilas bayangan buruan mereka. Adalah seorang pria besar paruh baya yang membawa lari seorang gadis. Lelaki tersebut menarik lengan sang gadis dengan paksa seakan tidak ingin melepaskannya. Sang gadis hanya bisa mengikuti dan turut berlari. Nafasnya mulai terengah, menunjukkan kondisinya yang kelelahan.

“Paman…” Gadis tersebut memanggilnya pelan dengan pandangan penuh keraguan. Lelaki itu mendengar suaranya dan tahu apa yang ingin dia katakan namun tidak memperdulikannya. “Paman… aku sudah tidak kuat lagi untuk berlari…” Bisik sang gadis agak ketakutan. Tanpa menghentikan langkah kaki dan memalingkan wajahnya, pria tersebut menjawab dengan nada tegas menyemangati, “Sebentar lagi! Tetaplah bertahan!”

Seekor makhluk kecil misterius melintas tepat dihadapan lelaki paruh baya ini, mengagetkannya dan membuat mereka terjatuh. Segera lelaki tua ini berdiri dan melihat ke belakang namun makhluk tersebut sudah tak terlihat. “Binatang apa tadi itu? Mengagetkan saja…” Gumam sang pria yang kemudian menghampiri sang gadis yang masih tersungkur. “Oww…” Gadis tersebut terlihat kesakitan memegangi lututnya yang terluka saat terjatuh. “Berdirilah. Sedikit lagi kita akan sampai.” Jelas si lelaki tua kepada sang gadis. “S-sungguh? Benarkah itu paman? Aku… akhirnya akan kembali pulang?” Sang gadis bertanya penuh harapan dan lelaki itu membalasnya agak kesal. “Ya ya... Ayo cepat berdiri! Mereka sudah dekat, dan jika kita tidak cepat mereka akan menangkapmu lagi.”

Segera setelah mereka kembali berlari suara tembakan terdengar dari kejauhan. Sang gadis meringkuk ketakutan mendengarnya. Pria ini mulai jengkel dan mencengkram keras lengan sang gadis dengan tangan nya yang besar. Kesakitan, gadis ini melawan dengan menggigit tangannya.

“Aaarrgh!!! Gadis sialan!” Dan ketika dia mengangkat tangannya yang tergigit, tembakan kedua terdengar. Pria tersebut terdiam dan merah darah mulai mewarnai bagian dada pakaiannya. Seketika tubuh besarnya tersungkur tepat di atas sang gadis yang masih meringkuk. “A-A… UAAAAAAGHHH !!!!” Gadis itu menjerit ketakutan sambil memejamkan matanya dan menutupi kedua telinganya.

Sekelompok militia mulai berdatangan mengelilingi area dengan sigap dan waspada. Lelaki dengan wajah bejad itu berjalan menghampiri tubuh pria yang sudah tak bernyawa itu sembari mengupil. Dia menggunakan kaki nya untuk membalikkan tubuh pria besar tersebut. Selesai mengupil, ia meludahi mayat dan mulai mengoceh. “Busuk! Tidak tahu diri! Berani sekali ia mencoba membawa lari tawanan dari ku.” “Apa yang harus kita perbuat terhadap gadis ini, kapten?” Tanya salah satu prajurit pendampingnya. “Haah?” Expresinya berubah kesal merasa terganggu oleh pertanyaan anak buahnya.
Pasukannya sendiri tahu bahwa dia bukanlah gadis biasa. Gadis tersebut adalah Reimsheld. Di kenal sebagai klan paling ditakuti akan kekuatan magisnya. Masih mengarahkan senjata mereka, pasukan ini mengambil tindakan penuh waspada. Namun pria bejad ini tidak begitu peduli. Apa yang ia lihat adalah seorang gadis biasa, lemah tak berdaya. Ia menegakkan dagunya sambil mendekati gadis tersebut. Berjongkok, berusaha melihat lebih dekat wajah sang gadis. Gadis tersebut masih terdiam syok sambil meringkuk ketakutan. Cukup puas melihat, lelaki bejad ini berdiri melihat pasukannya mengelilingi berdiri agak menjauh ketakutan.

“Menyedihkan… Kalian takut terhadap gadis tak berdaya ini?” Gertaknya kemudian diikuti sepatu besinya yang melayang ke kepala sang gadis. Gadis tersebut tersungkur. Tubuh kecilnya terselimuti lumpur. Tangis raungnya berbaur dalam bising hujan besar yang kemudian perlahan diiringi tawa sekumpulan orang-orang pengecut.

*BAM!!!*

Suara senapan meledak membuat suasana berubah. Satu dari mereka terjatuh kehilangan nyawanya. Mereka yang terkejut akan kejadian itu mulai ketakutan dan was-was. “Sungguh menyedihkan melihat sikap kalian para pecundang di hadapan seorang gadis yang tak berdaya...” Beberapa prajurit bereaksi dan mulai menembaki arah datang suara misterius tersebut. Tidak ada tanda peluru mengenai target. Suara gemerisik rerumputan sekitar membuat pasukan ini semakin panik menyadarkan bahwa mereka sudah dikepung.

“S-siapa di sana?! Siapa kalian?! H-heh! Berbicara tentang pengecut, kalian sendiri bahkan tidak berani menampakkan diri!”

*BAM!!!* *BAM!!!* *BAM!!!*

Rentetan senjata saling bernaung. Beberapa belati melayang mengambil nyawa targetnya. Para prajurit ketakutan dan menembak membabi buta. Banyak dari mereka berjatuhan menyanyikan suara kematian mereka menyisakan sang kapten dan dua orangnya.

“Tch!” Kapten menggeram. Segera ia memungut gadis yang masih meratap di tanah dan mengarahkan pistolnya ke kepalanya. “G-gadis ini bukan? Kalian juga mengincarnya? Akan sia-sia jika aku membunuhnya di sini bukan?” Suara nya menantang meski tangannya yang mencengkeram agak gemetaran. “Orang seperti kau itu, benar-benar menjijikan…” Dan seorang wanita keluar dari bayang pepohonan. Kemudian diikuti suara gemerisik dari arah lain. Seorang lelaki berambut perak berjalan mendekat. Langkahnya terhenti menjaga jarak. “Lepaskan gadis itu…” Sebut sang pria berambut perak dengan tatapan serius. “Hah! Lihat dulu posisi mu sebelum mengatakan itu anak muda! Jika kau berani macam-macam, aku tidak akan segan mengambil nyawa gadis ini!”

Berpikir bahwa kini ia yang memegang kendali, segera ia tersadar tidak melihat adanya seorang yang menggunakan senapan ataupun pistol. “Gadis itulah alasan mengapa kau bisa hidup sekarang.” Melihat ekspresinya penuh percaya diri, Si kapten mulai merasakan sesuatu berbahaya mengawasinya dari belakang.

*BAM!!!*

Segera ia bergerak menghindari peluru pistol yang datang dari arah belakang. Gadis yang menjadi sanderanya terbebas dan segera berlindung dibalik pohon. Seiring tembakan tersebut, kelompok pria perak ini bergerak melesat menghadapi para pasukan.

*****

Setelah menghabisi semua yang tersisa, seorang pria muncul dari balik pepohonan. “Laki-laki yang dipanggil kapten ini cukup tajam juga, meskipun pada dasarnya mereka cukup payah.” Si perak menghampiri si gadis tidak mempedulikan komentar pria yang baru muncul tersebut dan menutupinya dengan jubah dari hujan. “Beberapa memar. Dia terlihat syok melihat banyak kematian malam ini juga kedinginan. Sebaiknya kita membawanya berteduh dan memberinya perawatan.” Si perak beranjak. “Tenanglah nona kecil. Kau aman bersama kami” Jelas wanita dengan belati yang kemudian menuntun gadis itu. Sang gadis hanya terdiam dan mengikuti.

“…” *stare*
“…” *stare*
“… g… ngegemesin!!!”
“…hooh?” *glare*
“Eh…? A-ah, begitu juga dengan Ribka~\”
“Teruslah bersikap seperti itu dan kau akan berakhir dengan belati menancap di jidat mu, Alex.” kata pria berambut perak tersebut kepada temannya.
“S-SEREM !!!” Gumam Alex.
“Kalau boleh tau… uhm, kalian… sebenarnya siapa kalian…?” Gadis tersebut bertanya kepada pria berambut perak.
Pria berambut perak tersebut meletakkan senjatanya dan mendekati gadis itu. Lalu pria berambut perak tersebut membisikkan jawabannya kepada gadis itu "Kami dari Oracle Military.  Namaku Ronald Weber.”
*****

Spoiler:
 


 

[Story] Darkness of Hope

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-