Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [Story] GrassFlower's Short Stories

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
2015-01-30, 11:51
Post[Story] GrassFlower's Short Stories
#1
GrassFlower 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 57
Thanked : 0
Engine : RMVX

Trit ini dibuat untuk menampung ide-ide cerita pendek saya yang pernah tenggelam bersama arti kehidupan ini. 

Baiklah, selamat membaca ~


1 : Laburnum


Terakhir diubah oleh GrassFlower tanggal 2015-01-30, 12:03, total 1 kali diubah
2015-01-30, 11:59
PostRe: [Story] GrassFlower's Short Stories
#2
GrassFlower 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 57
Thanked : 0
Engine : RMVX

Laburnum

Laburnum.

Aku tau nama pohon itu setelah menanyakannya pada Grandma. Aku melewati pohon itu sekian kali setelah pulang sekolah. Pohon itu berbunga kuning lebat dan kelopaknya akan berterbangan ditiup angin, seperti hujan. Yang membuatku tertarik akan pohon itu adalah tempat duduk yang terletak di bawahnya, menghadap pada danau hitam Onm yang juga terkenal misterius.  Aku ingin duduk disana, sekali saja.

“Tidak boleh,” Grandma melarangku.

“Kenapa? Aku janji tidak akan lama. Aku akan pulang sebelum malam tiba. Aku akan..”

“TIDAK BOLEH.” Grandma mengeraskan suaranya. Dan kemudian, dia diam.

Aku menunggu kata-kata selanjutnya darinya. Dia hanya diam. Diam yang membuatku semakin penasaran akan tempat itu. Aku sedang membuat secangkir teh hangat, hingga kemudian Grandma melanjutkan ceritanya.

“Semua orang yang pulang dari tempat itu jadi gila.” Grandma bergabung denganku membuat secangkir teh. “Kau ingat paman Tom? Kau lihat seberapa gilanya dia? Dia seperti itu setelah duduk lama di Laburnum danau Omn. “

Sekilas aku mengingat paman Tom. Ya, dia memang terlihat gila. Setiap hari dia berkeliaran di kota sambil menceritakan bahwa Danau Omn itu danau darah, bahwa ada seorang gadis yang duduk disana, yang selalu terlihat jika angin datang. Katanya gadis itu ingin diajak bermain. Gadis itu sangat kecil dan imut, siapapun tidak tahan ingin bermain dengannya.  Tapi setiap angin berhembus dia menghilang, lalu kemudian ketika angin berhembus lagi, dia kembali muncul . Selalu seperti itu. Hingga sore itu, ternyata angin berhembus kencang sekali, dan Paman Tom mungkin sedang tidak bernasib baik. Dia melihat gadis kecil itu dalam berbagai rupa menyeramkan, berkali-kali seiring kencangnya angin, hingga ketika angin itu menghembuskan kelopak Laburnum seperti hujan, gadis itu menghilang.

Yang membuat paman Tom gila, adalah setiap angin berhembus, dimana saja, gadis itu muncul.

Mengajak bermain.

“Kasihan dia,” kesahku sambil mengingat paman Tom. Aku menyeruput teh hangat yang kuseduh untuk menenangkan diri. Sejenak aku memikirkan niatku ke tempat itu. Tentu saja aku tidak mau gila.
Malam-malam  berlalu dan aku bahkan tidak mengingat tempat itu lagi.


**


“Paman Tom meninggal.”

Aku terkejut mendengar berita dari Grandma pagi itu. Apakah karena gadis kecil itu? Apa gadis itu mengambil nyawanya?

“Karena Diabetes.”

Oh, aku menghela nafas. Sungguh menyeramkan kalau itu benar terjadi.

“Aku akan ke acara pemakaman Paman Tom siang ini, apa kau mau ikut?” Grandma menyiapkan pakaian hitamnya dan membawa beberapa bekal untuk di perjalanan nanti. Rumah Paman Tom cukup jauh dan harus ditempuh dengan kereta api.

“Baiklah, aku ikut.”


**


Pemakaman Paman Tom berlangsung lancar. Kami sedikit kesepian tanpa keceriaan paman Tom, meski dia sedikit gila. Grandma menyuruhku pulang duluan karena dia ada urusan dengan Ayah, dan Ayah berjanji akan mengantar Grandma pulang.

Dan akhirnya aku pulang sendirian.


**


“Hai,”

Gadis kecil itu menatapku tersenyum. Dia sedang duduk di kursi itu.

Di bawah pohon Laburnum.

Aku menyesali tindakanku waktu itu. Entah kegilaan apa yang merasukiku mendatangi tempat ini setelah pulang dari pemakaman paman Tom. Aku sedang berjalan pulang ketika pohon Laburnum yang ditiup angin itu seakan melambai-lambai memanggilku datang.

Aku hanya berdiri tertegun. Astaga, pikirku. Paman Tom tidak gila. Dia benar.

“Hai, maukah kau bermain denganku?” Gadis itu tersenyum sambil menatapku.

Aku mengabulkan permintaannya.

Aku berharap angin tidak datang.




 

***End***
 

[Story] GrassFlower's Short Stories

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-