Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [ROLEPLAY] Secret of Erantopia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
2014-10-21, 21:14
Post[ROLEPLAY] Secret of Erantopia
#1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

First topic message reminder :

Howdy fella.
Disini hancip RMID, richter_h, ngebuka Role Play (alias RP) buat ente-ente yang demen bikin cerita dan pengen nyoba ngidupin karakter yang pernah ente bikin. Kita udah beberapa kali roleplay, tapi kali ini yang ngemanage RP ne ane sendiri.

Jadi, yang mo nyoba ngembangin karakter, mo larut dalam cerita yang ente bikin, atawa mo nyoba tantangan baru nulis cerita dengan konsep yang udah dikasi sebelumnya, welcome. RP ini tujuannya ya buat hal-hal yang udah ane sebut barusan.

Yis. The first Role Play from your Town Guard. Sponsored by Richter Heimsdel :true:

Tentang Role Play (thanks to tukang_es buat penjelasan dasarne):
 




Jadi, konsep apa yang bakal ane angkat di RP ini?
Let me say, sesuai dengan hasil rembugan antara member-member yang pengen nge-RP lagi, ane mo angkat konsep yang ngambil beberapa unsur Lovecraftian Mythos (alias Ctulthu Mythos), dan ngambil setting di pulau antah berantah yang disebut dengan Erantopia.

Ini background story yang mo ane angkat (thanks to NightRider buat base concept nya)
sumber: NightRider, dengan beberapa suntingan wrote:
Ada sebuah cerita, banyak orang bilang itu hanyalah imajinasi belaka, legenda tak nyata, atau bahkan mimpi. Cerita ini telah melalui banyak generasi, dari jaman peradaman kuno sampai ke peradaban terakhir, dari era sihir sampai era teknologi, saat beberapa kerajaan, monarki dan tirani berkuasa sampai bentuk pemerintahan modern yang lebih maju terbentuk.

Di suatu sisi dunia terdapat sebuah pulau. Pulau itu tidak pernah tercatat di peta, tidak pernah terlacak pada radar, dan tidak pernah diketahui dimana letak sebenarnya. Namun, pulau ini dikenal karena banyak orang bercerita bahwa pulau itu memang ada, bahwa pulau itu berada di suatu tempat tersebut. Beberapa orang yang mengaku pernah pergi kesana memiliki berbagai macam cerita dan legenda masing-masing. Beberapa orang mengatakan bahwa itu adalah sebuah pulau dengan teknologi yang sama sekali berbeda dan tak pernah ada di zaman ini.

Beberapa orang mengatakan bahwa itu adalah sebuah pulau dengan peradaban kuno dengan kekuatan mistis yang ajaib, beberapa orang mengatakan bahwa itu adalah sebuah pulau yang harmonis stabil penuh kehidupan, beberapa orang mengatakan bahwa pulau itu penuh dengan pertempuran penuh darah dan tragedi, dan masih banyak lagi cerita legenda yang tentunya hanya orang-orang tertentu saja yang menceritakan itu semua.

Semua orang menganggap itu hanyalah khayalan belaka orang-orang tersebut, yang telah terdampar di lautan antah berantah, dan hanya menjadi satu-satunya orang yang selamat. Namun bukan berarti semua orang sama sekali tidak percaya dengan perkataan orang-orang tersebut.

Di berbagai penjuru dunia, di berbagai masa, di berbagai zaman, di berbagai waktu, semua manusia sudah mengalami hal seperti ini. Mengharapkan berbagai macam hal, akhirnya banyak orang mulai secara rahasia, mencoba untuk mengunjungi tempat tersebut. Ada yang mengharapkan petualangan, ada yang mengharapkan kekayaan, ada yang mengharapkan kekuatan, ada yang mengharapkan kebahagiaan, ada yang mengharapkan pengetahuan, sampai akhirnya ada yang ingin menjemput kembali mereka yang tidak pernah kembali.

Para pengelana ini mulai menapakkan kaki menuju pulau tersebut, tanpa menyadari bahwa dibalik semua misteri tersebut, sebuah entitas misterius yang wujudnya bahkan tidak pernah tergambarkan oleh umat manusia tengah menggerayangi seisi pulau tersebut.

Tepat di pulau ini, pulau misterius dan tidak pernah diketahui letak persisnya, bersemayam entitas tertinggi, yang oleh salah satu penulis buku yang terinspirasi oleh cerita salah seorang penjelajah dinamai The Great Old One.

Tentang Erantopia:

List of places of Erantopia

Erantopia adalah gugusan pulau yang terdiri dari pulau utama (Erantopia), dan tiga pulau kecil yang mengelilingi pulau utama (dan kemudian dinamai dengan Katherine, Charon dan Ratopia).
Anehnya, untuk ukuran kota misterius, Erantopia memiliki beberapa tempat strategis baik pelabuhan, pusat pemerintahan dan tempat-tempat strategis lainnya. Berikut adalah beberapa tempat yang patut dicatat untuk para pengelana:


  • Sebuah kota besar, luasnya tidak lebih dari 8000 yard, dimana pemukiman orang-orang asli pulau berderet bersamaan dengan beberapa fasilitas seperti pasar, toko, penginapan dan sebuah puri yang konon adalah pusat pemerintahan pribumi. Arsitektur kota sangat jauh berbeda dengan tipe-tipe arsitektur yang pernah ada. Silahkan gambarkan sendiri bentuknya
  • Perpustakaan besar yang berada di pedalaman hutan Katherine. Ditempati oleh pribumi yang layaknya seorang cendekiawan. Buku-buku yang ada di sana menggunakan huruf yang tidak pernah dikenali oleh orang luar, jadi pengelana harus mencari sendiri cara untuk membaca literatur-literatur yang ada di perpustakaan ini
  • Mercusuar besar di tengah-tengah pulau Charon. Orang luar tidak akan bisa melihat mercusuar ini walaupun pada malam hari lampu mecusuar ini seterang bintang timur
  • Kuil misterius di Ratopia. Pribumi jarang sekali datang ke kuil ini, tidak seperti layaknya kuil di pulau-pulau lain. Arsitekturnya sangat janggal dan lebih suram, dan suara-suara aneh dari dalam kuil bisa terdengar sampai luar area kuil


Catatan:

  • Nama-nama yang digunakan untuk tempat-tempat tersebut sangat janggal untuk dilafalkan. Para pengelana bisa menyebut tempat-tempat tersebut dengan nama lain, namun jika bisa semua pengelana bisa sepakat untuk memberi nama tempat dengan nama yang sama.
  • Dan juga, abjad, angka, dan huruf yang digunakan di Erantopia adalah aksara yang tidak pernah dikenali sebelumnya. Pengelana harus menginterpretasikan sendiri aksara yang digunakan oleh pribumi ini.


The Travelers

List of the Travelers

Ente, sebagai peserta RP, adalah salah satu dari para pengelana alias Travelers yang penasaran dengan apa yang sebenarnya disembunyikan dari Erantopia ini. Ente datang dari berbagai daerah dan jaman, membawa karakteristik, kemampuan dan kebudayaan ente ke Erantopia yang notabene dihuni oleh pribumi yang benar-benar asing dan tidak dikenali oleh orang-orang dari jaman kuno sampai jaman paling modern sekalipun.
Ente turut serta membawa motif, keinginan, hasrat dan ambisi ke Erantopia. Soal itu, itu mah masalah ente. Namun, The Great Old One akan terus memantau tiap gerak-gerik ente di Erantopia, dan mungkin dia akan memberi sesuatu di saat-saat tidak terduga. Jadi, be wary, be cautious.


NPCs

List of NPCs of Erantopia

Pengelana dibebaskan untuk membuat NPC sendiri sesuai kebutuhan. Namun, koordinasikan dengan pengelana lain untuk membuat NPC umum seperti pengelola toko, penyedia bahan makanan, pengrajin, penjaga kota, menteri/patih, ratu, raja dan NPC penting lainnya baik dari nama, karakteristik, figur dan sebagainya.



Items

List of items of Erantopia

Barang-barang di Erantopia kebanyakan eksotis namun dapat dikenali oleh para pengelana. Namun, beberapa bisa saja cara interpretasinya beda, dan juga pengetahuan tiap karakter terbatas tentunya. Maka dari itu, diharapkan ente bisa menjelaskan tiap barang yang sekiranya perlu dijelaskan agar player lain tidak bingung.


The Monsters

List of Known Monsters of Erantopia

Tidak banyak yang dikenali oleh orang-orang luar. Pengelana mesti menggambarkan sendiri apa yang mereka hadapi, dan tentu saja harus bisa menggambarkan seperti apa dan bagaimana cara untuk menaklukan tiap mahluk yang dihadapi dalam pertarungan.

Roleplaying Rules
Sebaiknya ikuti peraturan-peraturan ini atau ane bakal nyatut entri ente:

  • Untuk ras, suku, kebangsaan, dan sebagainya bebas tentukan sendiri. Erantopia, walau settingnya dalam satu timeline, mengijinkan pengelana untuk tampil sebagai apapun dan dari jaman apapun.
  • Pengelana bisa mulai dari mana saja, menjadi apa saja dan mempunyai kemampuan apa saja. Namun ingat, semua kemampuan, termasuk God-tier Abilities dan High-end Technologies di Erantopia akan ditekan habis karena adanya Presence of the Great Old One.
  • Pengelana tidak bisa keluar teritori Erantopia, baik darat, laut maupun udara. Jika keluar teritori dianggap mati.
  • Role Play a la Richter Heimsdel adalah RP real-time. Time skip tidak diijinkan. Jika ada yang mau mencoba Time Skip, Great Old One tidak segan untuk memberi karakter ente kutukan
  • Jika akan memulai RP, cantumkan ini sebelum isi RP ente
    Code:
    [b]<nama karakter>[/b]
    [b]<posisi karakter>[/b]

  • Silahkan mengambil plot apa saja di RP ini, namun siapkan diri untuk event-event tertentu nanti. Event akan muncul mendadak, dan tidak akan diberitahu sebelumnya. Ini adalah kehendak dari The Great Old One :tf:


The Test of Erantopia

List of the Events of Erantopia

List of Prizes Given to Travelers


  • Dalam waktu tertentu, jika karakter melakukan suatu tindakan, Great Old One akan memberikan hadiah random terhadap karakter, baik berkat, kutukan, maupun barang tergantung tindakan yang sebelumnya dilakukan.
  • Berkat, kutukan atau barang bisa diambil kembali oleh Great Old One tanpa pemberitahuan.
  • Jika efek dari apa yang diberikan Great Old One juga mempengaruhi karakter lain, efek tersebut akan diterapkan pada karakter lain. Efek tersebut akan dijelaskan saat karakter menerima 'hadiah' darinya.
  • Berkat, kutukan, maupun barang yang sudah diterima tidak bisa ditukar atau dikembalikan.
    Namun, jika ada persyaratan untuk membatalkan hadiah, persyaratan tersebut akan diberitahu kepada karakter yang menerima saat berkat, kutukan, maupun barang tersebut diberikan.
  • Jika pada saat karakter yang memiliki berkat, kutukan, maupun barang tersebut melakukan hal-hal yang disyaratkan (alias anjuran/pantangan) saat pemberian hadiah sampai hadiah tersebut diambil kembali, ada kemungkinan berkat, kutukan, maupun barang tersebut akan menjadi permanen milik karakter tersebut dan bebas untuk diapa-apakan.
    Jika tidak ada anjuran dan pantangan yang tertera pad26 Okt 2014a hadiah, hadiah tersebut akan pasti diambil kembali oleh Great Old One.


Summaries

  • 22 Okt 2014
  • 23 Okt 2014
  • 24 Okt 2014
  • 25 Okt 2014
  • 26 Okt 2014


Terakhir diubah oleh richter_h tanggal 2014-10-27, 11:48, total 10 kali diubah

2014-10-23, 23:47
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
sokita 
Novice
Novice


Posts : 217

<Orange>
<Pulau Charon, mercusuar, kemudian pantai>


*SFX: drum roll*
"Heaaa! Gero nimo!" Aku meloncat bebas dari atas mercusuar, mode melayangku nonaktif. Sampai hanya berjarak sekitar 2 meter dari tanah, aku aktifkan kembali mode melayangku.

*plush*
Spoiler:
 

"TADAAA! Pendaratan yang sempurna!", teriakku. "Nyahaha, seru juga turun dengan cara itu, tapi masih kalah sensasinya dengan turun lewat tangga yang berputar-putar itu", kataku. Di tanganku ada pancingan yang tadi aku ambil dari tangan sebuah kerangka di salah satu kabin di dalam mercusuar lantai tengah. Kerangka itu berada di dalam sebuah peti harta yang kuncinya rusak, memegang sebuah pancingan. Posisi kerangka di dalam peti itu sebenarnya agak kurang lazim, tulang kaki yang mengarah berlawanan, iga-iga yang patah, tulang panggul yang posisinya terbalik kalo disusuri terus ke kaki, ruas-ruas tulang belakang yang bengkoknya aneh dan di beberapa tempat ada yang retak. Sepertinya orang itu saat masih jadi mayat, dipaksakan masuk ke dalam peti itu, atau mungkin terpotong-potong. Entahlah, yang pasti aku dapat pancingan ini, nyahahaha.

Aku berjalan ke arah pantai. "Daripada aku berpikir terlalu keras, lebih baik aku memancing", kataku saat menemukan pancingan itu tadi. "Siapa tahu dapet ikan besar yang tadi melahap jungraptorku. Aku melintasi tempat blackgar tadi makan, ada sedikit kerat daging, aku mengambilnya untuk umpan nanti. Aku lalu melewati tempat slime-slime itu, aku ambil salah satu slime yang paling kecil, yang kupikir, mungkin bisa dipakai untuk umpan juga. Lalu aku berjalan terus ke pantai, ke tempat di mana jungraptor tadi tercabik-cabik. 

Akhirnya aku sampai di pantai. Di pinggir kanan, ada beberapa jungraptor sedang berjemur. Daging-daging sisa dari tiga yang aku bunuh masih utuh. Yah, kemungkinan jungraptor tidak akan memakan mayat temannya. Dan sepertinya, sekarang mereka yang masih hidup takut mendekatiku, atau mungkin mereka hanya masa bodoh karena yang tadi pagi aku bunuh sebenarnya adalah geng musuh mereka? "Entahlah, yang pasti aku ingin mancing sekarang", seruku. "Hmm, di mana ya enaknya. Ah di tebing di sana saja." Aku bergegas ke tebing di sebelah kiri (lebih jauh dari tempat kapal pecah), setelah mengambil semua daging tiga jungraptor tadi.

"Ngoahahaha, mari mulai memancing", ucapku sambil melemparkan pancingan berumpan slime yang menggeliat-geliat (minta tolong).
2014-10-24, 03:34
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
barlieuy 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 139
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

<Rezio>
<Penginapan, Desa Gigara, Pulau Katherine>

   Mmh.. tidurku lelap sekali. Berapa lama aku tertidur? Dari jendela terlihat cahaya matahari memasuki ruangan. Ternyata sudah pagi. Aku tidur seperti orang pingsan. Kenyamanan super ini benar-benar membuatku tidak ingin beranjak dari kasur. Dug dug dug. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu.

"Rezio. Kau sudah bangun, kan? Keluarlah sebentar, ada pesan penting dari Yang Mulia yang harus kusampaikan."

"Ah, ya.. Terima kasih. Aku segera ke sana."

   Baru saja aku mau terjun lagi ke alam mimpi. Tapi, ya sudahlah... Eh?? Pesan dari Yang Mulia, katanya? ... ... Hmm ... hm ... jadi begitu. Pemimpin mereka sudah tiba di desa selagi aku masih tertidur. Lalu dia diberi tahu oleh penduduk tentang kedatanganku. Mungkin ada yang ingin disampaikan tetapi dia harus segera pergi lagi... dan meninggalkanku sebuah pesan. Itulah kemungkinan yang paling masuk akal bagiku.

   Sesampainya di ruang tamu, raksasa penjaga penginapan itu memberikanku sebuah benda pipih berbentuk persegi yang seukuran dengan telapak tanganku. Kartu? Kemudian aku coba membalikkan sisi kartu tersebut. Oh, pola ini...

           

"Err.. Aku tidak tahu sama sekali benda apa itu. Tapi itulah titipan dari Yang Mulia untukmu."

"... ."

   Tidak salah lagi. Walaupun sedikit berbeda, tapi bentuk pola nya memang seperti Rune. Aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelum masuk ke pulau ini. Menurut pengamatanku, Rune merupakan symbol dari berbagai bentuk kekuatan yang berada di alam semesta. Biasanya Rune ditulis membentuk susunan huruf kuno yang ditanamkan ke dalam suatu benda. Pedang, senapan maupun secarik kertas. Bahkan aku pernah bertemu suatu kaum yang menanamkan Rune pada kulit mereka sendiri seperti tattoo. Kenapa yang seperti ini bisa ada di tangan si pemimpin itu? Jangan-jangan... Ah, tidak mungkin.

"Umm, melihatmu seperti itu nampaknya kau mengenali benda itu ya. Guhuhu."

"Ahahah... Iya, semacam itu."

   Rune dalam sebuah kartu. Bukan hal yang aneh. Tapi, pola apa ini? Begitu tebal dan kontennya terlalu padat. Untuk apa juga kartu ini diberikan kepadaku? Di samping itu, jauh di dalamnya aku bisa sedikit merasakan hawa yang tidak biasa.

"Aku baru memberikan barang yang dititipkan. Belum menyampaikan pesannya."

"Apa itu?"

"Pergilah ke arah selatan pulau Katherine. Nanti kau akan menemukan Hutan Daedala, hutan kematian yang bagaikan sebuah labirin tak berujung dimana ketika kau berhasil melewatinya, kau bisa melihat bangunan megah yang merupakan perpustakaan terbesar di kepulauan ini, Laxanctum. Dan kau diminta untuk menemui Yang Mulia di sana."

   Mendengar itu semua, jantungku langsung berdebar kencang. Akhirnya tiba saatnya aku keluar dari desa super gila ini!! Langkahku bisa jadi semakin mendekati tujuan! Sosok yang cukup menarik. Aku pun penasaran dengan sang penguasa misterius ini. Kuharap aku bisa mendapat petunjuk mengenai keberadaan The Lost Orb darinya.

   Hmm, bagian selatan pulau ya... Itu berarti aku akan semakin menjauhi zona aman dan tentram. Sepertinya perjalanan jauh ini bisa bikin repot. Terutama dengan hilangnya kekuatan sihirku. Sigh. Terserahlah, aku akan tetap berangkat. Kemudian, raksasa penjaga penginapan itu menambahkan...

"Segera bersiap-siaplah. Pudenta sudah menunggumu di depan pintu gerbang. Dia akan menemani perjalananmu, Rezio."

   Ditemani Pudenta? Bagus sekali..

"Kapanpun aku siap..."


It's not about how good you are, but how bad you want more. =w=b

current project :
"Valthrone Online : Age of Dystopia" - Concept
"[url=http://www.rpgmakerid.com/t8745-smc14-wip-98-jom-another-tale-of-fables][SMC] Jom : Another Tale of Fables[/url]" - WIP 98%


Terakhir diubah oleh barlieuy tanggal 2014-10-24, 05:00, total 4 kali diubah (Reason for editing : typo)
2014-10-24, 04:25
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Venzuu 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 90
Thanked : 2
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Event Designer

<Diavolyn Geest>
<Hutan Selatan, Rato>


Mentari pagi menyambut begitu kami sampai keluar dari reruntuhan kuil itu. Kini dihadapanku terhampar hutan luas yang sepertinya belum terjamah manusia.


Khiiiitttt....!!!
Rasa nyeri menyeruak ditangan kananku, sepertinya arwah mahluk yang kutangkap barusan tidak bersahabat denganku.


"Kenapa Jiwa mahluk ini melawan terus? Padahal berdasarkan penglihatan Void Eye ku, mahluk ini bisa ditangani dengan Soul Contract."
"Kau terlalu meremehkannya, ingat, disini bukan tempat kita. Bisa saja mahluk-mahluk disini tidak semudah itu ditangkap."


Kali ini kurasa Vechter benar, mungkin aku terlalu meremehkan tempat ini...
Kami pun terus berjalan dan berjalan, mengikuti jejak langkah yang terlihat seperti jejak gerombolan binatang ini. Yang kurasa agak aneh, karena jejak itu terlihat begitu rapi, seakan para binatang itu bergerak dalam suatu formasi.

<"Hemm... Apa mungkin ada yang menunganggi binatang-binatang ini? Tapi yang jelas, ini bukan jejak kuda.. Lebih seperti, jejak reptil? >


Semakin lama, kami semakin menembus kedalaman hutan. Rasa-rasanya kami tidak sampai-sampai juga di ujung jejak kaki ini, Kelelahan, keringat pun mulai mengucur deras dari tubuhku.

"Fyuh... " Helaku kelelahan, akupun mencari batang pohon terdekat dan bersandar...
"Hei-hei! Belum apa-apa sudah istirahat! Ayo, lanjutkan perjalanan kita!"
"Kamu enak, bisa melayang... Nah aku?"
"Dasar manja! Waktu aku hidup dulu..."

Mulai lagi, cerita panjang tentang masa lalu Vechter yang selalu ia bangga-banggakan. Tidak peduli semua itu, akupun mulai merogoh tas pinggangku dan mengambil sekeping kue Nache... :ngacay:


"Karena itu, seharusnya kamu... Hei-hei-hei! Apa yang kau lakukan?"
"Makan"
"Aku tahu kau sedang makan, tapi aku sedang bercerita disini... Apa kau tidak menghargaiku?"

"Kau sudah menceritakan itu lebih dari 100 kali..."
"Kau ini..." :grr:

Grusak!

Belum selesai kata-kata dari Vechter, mahluk-mahluk aneh berhamburan menyergap kami dari semak-semak. Mahluk itu aneh, terlihat seperti manusia, namun lebih pendek. Kulit mereka berwarna hijau tua, lebih terlihat seperti monster jika kau tanya aku. Mahluk-mahluk itu membawa senjata seperti pentungan dari batu. Dari tatapan mata hitam legam mereka, aku tahu mereka berniat tidak baik...

"Goblin..." :OMG:
"Goblin? Tahu dari mana kau? Jangan asal memberi nama..." :swt:
"Coba lihat, mereka persis yang digambarkan dalam dongeng-dongeng kuno bukan?" :yuno:

Kuperhatikan mahluk-mahluk itu baik-baik...

"Mungkin..." :hmm:
"Bukan mungkin! Itu pasti mereka!" :megusta:
"Terserahlah..." :swt:

"Gra gra gruaa, gra grurara!" Kata ( Atau lebih tepatnya erang ) Salah satu Goblin pada kami.

Sudah kuduga, mahluk bodoh... :swt:

'Graaaa!!!" Seru para goblin itu sambil menyerang maju mendekati kami.

Werrr!

Spirit Disk ku berputar menyerang para goblin itu, begini-begini, aku merupakan Pengguna Spirit Disk terbaik diantara para Shaman lainnya. Spirit Diskku berputar-dan terus berputar sembari menyerang ke arah para goblin itu. Namun yang tak kusangka, kemampuan bertarung mereka cukup hebat. Mereka tidak hanya pasrah diserang senjataku, namun menghindar dan semakin maju mendekat ke arah kami, walaupun aku berhasil mengenai beberapa dari mereka.

"Gerombolan ini terlalu banyak, Vechter, saatnya kita gunakan itu!"
"Boleh, tapi kau tahu kan syaratnya?"

Sial, aku tidak punya waktu untuk berdebat sekarang....

"Vechter, sang petarung tampan dan rupawan, aku, Diavolyn Geest, yang kurang tampan dan beriman ini, memintamu untuk bertarung denganku! :oops: " Seruku mengucap "mantra" penggunaan Fighter Puppetku...

Ya, aku serius, itu sebuah mantra. Setiap memanggil Soul Deal, ada syarat-syarat yang ditentukan oleh sang jiwa. Kebetulan, permintaan Vechter tergolong "unik". :swt:

"Hahaha! Bersiaplah goblin jelek! Aku akan memusnahkan kalian!"

Dengan segera, kulepaskan Fighter Puppet yang sedari tadi kugendong dipunggungku. Kutangkap Jiwa Vechter dengan tangan kananku, segera kurasakan aura kuat mengalir ditanganku.

"Amidral, Mizi Toldo Temsekh!!!"


Kuhempaskan tangan kananku ke arah Fighter Puppetku , kurasakan aura Vechter perlahan mengaliri bonekaku, dan...

Kret, kret, kret!

Bonekaku perlahan terbuka dari bentuk kotaknya, perlahan-lahan membentuk figur petarung. Para goblin pun terhenti sejenak, mereka keheranan menyaksikan pemandangan yang mereka saksikan ini...

Ckrak!

Bonekaku kini sudah siap dalam bentuk tempurnya, Kulihat Vechter dengan tubuh boneka itu melakukan peregangan dan...

"Para Goblin sialan, akan kubuat kalian menyesal dilahirkan kedunia ini!" Seru Vechter sambil maju menyerang gerombolan Goblin itu...

Pertempuran tidak seimbang pun terjadi, 2 melawan banyak. Berkat perlawanan keras dari kami, para goblin perlahan-lahan terpukul mundur.

"Graaa!! Graaa!! Graaa!!!"

Sial, aku terlalu cepat menyimpulkan, Goblin-goblin itu memanggil temannya, seorang goblin yang lebih besar dari yang lainnya.

"Kalian kira aku takut? Hea!" Seru Vechter sambil menerjang ke arah goblin besar tersebut.

Dhiesss!!!

Tamparan keras dari goblin itu membuat tubuh boneka Vechter terlempar mundur...

"Sial! Siallll!"

Terbakar amarah, Vechter meningkatkan aura kekuatannya.. Dari gerak-geriknya, aku bisa menebak ia akan menggunakan...

"FURYYY!!!"

Seketika, tanah disekitar bergetar... Aura tempur Vechter semakin dan semakin menguat... Wajah ketakutan pun mulai terlukis diantara goblin...

Dzingg!!!

Dengan kecepatan luar biasa, Vechter maju menyerang goblin besar tersebut, sang goblin pun bersiaga, saat Vechter mendekat, ia melepaskan tinjunya dan...

Dhiesss!!!


Benturan dua kekuatan dahsyat pun terjadi, namun, Vechter terlalu kuat. Goblin besar itupun terpental bersimbah darah, para goblin pun panik dan lari berhamburan ke dalam hutan, meninggalkan teman besar mereka tergeletak bersimbah darah.

"Bersiaplah, akan kuakhiri penderitaanmu..."
"Vechter! Hentikan! Ia sudah tidak berdaya!"
"Aku tidak perduli..."
"Vechter!"
"Cih.."

Dengan kesal, Vechter berjalan kearahku...


"Untraakh!"


Bonekaku pun kembali kebentuknya semula, Arwah Vechter pun kembali mengambang seperti biasanya.

"Geest, spertinya pertempuran tadi menghabiskan banyak tenagaku... Aku akan kembali kedalam bentuk segel sekarang..."
"Kau yakin? Bukannya kau benci bentuk segel?"
"Diamlah..."

Perlahan, aura pekat menyelimuti telapak tangan kananku... Sedikit demi sedikit, aura itu masuk dan membentuk segel tato. Ya setidaknya aku bisa tenang sekarang, tidak lagi mendengar ocehan cerewet arwah sialan itu...

"Baiklah, lanjutkan perjalanan!" Seruku pada diri sendiri...


Gimanapun jadinya sebuah game, seenggaknya game itu Jadi!  :ming:



=Klo mw liat2 project ane Jikaku Studio :thumbup: =
Game ane yg dh jadi :v :
Monster Heart
Ada Hantu di Sekolah [SMC14]
2014-10-24, 09:35
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Mochamad Hilman 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 121
Thanked : 1
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

<Emils>
<Desa Sathayandu, Rato>
 
 
Sekarang...
Bagaimana aku bisa masuk dalam masalah ini?
 
Aku ingat kalau aku telah mati... dua kali, malah. Satu ketika aku melawan penyihir itu, kemudian dia melepaskan sebuah ledakan api yang menghanguskan Core-ku. Kemudian kedua, oleh gadis itu... seorang gadis berjulukan “Moonlight Scarlet” yang memakai sebuah sniper untuk menembak tepat di Core-ku.
 
Namun, sekarang kenapa aku masih di sini? Kenapa aku masih hidup? Itu adalah sebuah pertanyaan yang tidak bisa kujawab. Tetapi, ada satu pertanyaan yang aku ingin tahu jawabannya...
 
“KENAPA AKU JATUH DARI KETINGGIAN?!”
 
Angin berkecepatan tinggi menerpa tubuh cairku, angin itu begitu cepat hingga aku harus memakai bentuk humanoidku supaya tetap seimbang. Perlahan, air tubuhku semakin terkikis oleh terpaan angin,  volume cairanku berkurang tiap detiknya.
 
Menembus kumpulan awan, sampai akhirnya aku melihat sebuah gugusan pulau. Aku tidak sempat melihat detailnya karena aku terus berputar karena kehilangan keseimbangan. Aku memasuki sebuah wilayah peradaban, kemudian jatuh pada sebuah sumur di dalamnya.
 
“Hei! Ada yang jatuh ke dalam sumur!”teriak seorang wanita.
 
“Benarkah? Coba aku lihat”jawab seorang pria.
 
Pria itu menjulurkan kepalanya ke dalam sumur itu hanya untuk disambut oleh sebuah pukulan dariku. Aku mengumpulkan air dalam sumur itu, kemudian perlahan keluar dari dalamnya.
 
“M-Monster!”
 
Tidak lama setelah pria itu berteriak, sebuah kelompok patroli yang terdiri atas lima orang datang untuk membunuhku. Ah... sial... aku tahu ini akan terjadi.
 
Aku segera membentuk tubuh manusiaku, kemudian berlari ke kerumunan rumah penduduk desa.
 
"Kejar dia! jangan biarkan dia lolos!" terdengar teriakan dari pria-pria kulit gelap bertelinga lancip dibelakangku.
 
Sebuah panah melesat melalui bahu kiriku, aku bergelinding ke kanan, menghindari panah itu, memasuki sebuah gang kecil, kemudian kembali berlari.
 
Di atas tanah gang kecil itu, beberapa bayangan melintas melewatiku, kemudian mendarat tepat di depanku. Pemiliki bayangan itu, tiga orang kulit gelap berambut merah yang tadi mengejarku, tengah mengangkat tombak di tangan mereka, mengarahkannya padaku.
 
“Mati kau monster!”teriak seorang pria.
 
Aku mendengar suara, tapi tidak melihat bibir ketiga pria itu bergerak. Aku kurang waspada, penyerangku bukanlah tiga orang di depanku, melainkan pria lain di belakangku. Akibatnya, pedang pria itu membelah tubuhku secara horizontal. Cairan merembes keluar dari sisa-sisa tubuhku, kemudian kembali membasahi seluruh gang itu.
 
Mereka telah mengira aku telah mati, jadi kewaspadaan mereka berkurang, akibatnya mereka tidak sadar akan bahaya yang mengancam mereka. Kalau saja aku manusia, aku pasti akan mati dari serangan itu. Namun, aku bukanlah manusia.
 
Air sisa tubuhku kembali kukumpulkan, aku memanipulasi air itu menjadi beberapa bentuk runcing, seperti sebuah tombak, kemudian melesatkannya pada keempat pria itu.
 
Erangan kesakitan terdengar dari keempat pria itu. Kaki mereka telah tertusuk oleh tombak airku, kemudian kehilangan keseimbangan hingga mereka tergeletak di tanah gang itu.
 
Aku mengumpulkan sisa cairanku yang tercecer karena serangan pria berpedang tadi, membentuk tubuh Humanoidku, kemudian berlari keluar dari gang itu. Namun, panah kembali melesat, kali ini menembus kepalaku, tapi karena kepalaku hanya terdiri dari air, panah itu tidak berpengaruh sama sekali.
 
Aku menengok ke belakang. Pria dengan busur yang mengejarku bersama keempat orang tadi berdiri di depan teman-temannya. Di belakang ujung gang itu, aku dapat melihat kerumunan orang berkulit gelap dengan senjata di tangan mereka berlari ke arahku.
 
Suara pekikan wanita terdengar dari kejauhan, diikuti dengan suara panik dari orang-orang di sekitarnya. Tampaknya keberadaanku telah diketahui oleh penduduk desa ini... aku harus kabur secepatnya!


Project selesai : Sayatan (Revised)
Bisa dilihat di : http://www.rpgmakerid.com/t8052-vxsayatan-revised

||

Coming soon....
2014-10-24, 12:06
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

<Hugo>
<Perpustakaan besar Laxanctum, hutan Katherine>


Sudah tujuh kali aku melihat matahari tenggelam dari jendela yang sama, dan skenarionya tak pernah berubah. Pertama cahaya senja akan merayap pelan di dedaunan yang terbentang luas, lalu ketika semuanya telah terselimuti oleh warna merah padam yang indah, kegelapan pun muncul.

Aku mulai membenci kegelapan karena mereka selalu datang bersama angin yang menusuk tulang. Tak ada penutup ataupun tirai untuk jendela di ruanganku. Angin dan cahaya datang dan pergi begitu saja. Aku iri dengan kebebasan mereka.

Jika saja jarak antara jendela dan tanah di bawah sana tidak cukup tinggi untuk mematahkan kedua kakiku, mungkin aku sudah meloncat dan berlari ke arah gelapnya hutan. Atau jika saja - dengan beruntung, aku menemukan sebuah tambang di ruangan penuh buku ini, aku akan mengikatkan tambang tersebut di gagang pintu dan segera memanjat turun dengan hati-hati.

Namun sialnya Hikusak Dyreim bukanlah orang yang ceroboh, ia tidak akan membiarkanku lolos dengan mudahnya. Jika saja saat itu aku tidak menyelidiki hal itu dan tertangkap- oh sial, tidak ada waktu untuk menyesali apa yang telah terjadi. Aku harus segera menyalin kata-kata dari buku ini atau aku tidak akan mendapatkan makan malam. Sudah dua hari aku tidak mendapatkan makan malam karena salinan yang tidak memenuhi target mereka.

Aku meletakan pena bulu angsa di atas botol tinta, lalu tak lama kemudian terdengar bunyi kunci yang terbuka dari arah pintu masuk. Hikusak dan beberapa pengikutnya berjalan ke arah meja tempatku bekerja. Ia langsung mengamati kertas-kertas hasil salinanku dan tersenyum puas. Aku sangat membenci senyuman liciknya. Hikusak tahu itu, namun ia seakan tak peduli. Dengan cermat pria itu mengumpulkan kertas-kertas di depanku, lalu berbalik dan memberikan aba-aba kepada salah satu pengikutnya. Seorang pustakawan kurus berjalan membawakan makan malam ke arahku. Tidak ada kata-kata yang terucap hingga akhirnya aku menghentikan Hikusak yang hendak keluar melewati pintu.

"Dimana Caro?" tanyaku.

"Selalu pertanyaan yang sama, apa gunanya orang mati mengetahui keberadaan burung kakatuanya?" jawab Hikusak yang kini berbalik ke arahku.

"Setidaknya ia dapat mengusir rasa kesepianku dan, perlu kuingatkan bahwa 'aku' belum mati..."

"Oh, ya kau telah mati. kebebasanmu mati. Kini kau hanya seorang budak pencetak tulisan. Bukankah ironis, Hugo Reinward, seorang cendikiawan yang termahsyur kini akan menghabiskan hidupnya untuk menyalin kata-kata di perpustakaan ini."

"Kau tidak berhak untuk mengatur takdirku, walaupun kau adalah seorang cendikiawan agung. kau tetap seorang manusia. dan kau tak pantas memanggilku budak. bagaimanapun aku adalah salah satu di antara kalian."

"Itu adalah salahmu." Hikusak menekankan suaranya. "Kau terlalu ingin tahu pada segala hal termasuk masalah seseorang. Dan kini rahasiaku ada padamu, dengan terpaksa aku harus mengurungmu di dalam sini... mungkin untuk selamanya. Kau seharusnya berterima kasih padaku, Hugo. Jika bukan karena bakatmu dan kebaikanku, mungkin kau sudah mati."

"Aku akan keluar dari tempat ini... dan membeberkan niat burukmu pada dunia."

Hikusak tertawa kecil, "dengan cara apa? meloncat dari ruangan lantai empat ini? silahkan jika itu dapat memenuhi keinginanmu untuk lolos. Jika kedua kakimu hancur akan lebih mudah untukku untuk mengaturmu."

Aku terdiam, Hikusak dan pengikutnya keluar dari ruangan dan kembali mengunci pintu. Hujan mulai turun di luar sana. Aku berjalan dan memandang keluar jendela, bukan hujan yang kupandang, namun Erantopia. Jika Hikusak berhasil menjalankan rencananya, negeri ini akan tertimpa bencana yang begitu mengerikan. Aku harus segera keluar dari tempat ini dan memberitahu mereka, namun bagaimana? Jika aku adalah penyihir, mungkin aku akan mengeluarkan sebuah sihir yang dapat membuatku terbang. Atau jika aku adalah seorang petarung kuat, aku akan memaksakan diri untuk meloncat dan berharap otot di kakiku akan menahan hentakan yang timbul. Namun aku hanyalah seorang pustakawan yang lemah. Hanya pikiran yang dapat kuandalkan.

Karena tidak mengantuk, akupun memutuskan untuk membaca beberapa buku dari rak di sebelah tempat tidurku. Aku berusaha menarik sebuah buku yang terselip rapat di deretan rak, namun buku itu tak mau juga tercabut. Aku pun meariknya lebih kuat, rak di depanku ikut bergoyang ke depan dan hampir ambruk, namun aku sempat menahannya. Buku-buku dalam rak terjatuh dan tertumpuk di lantai. Sebuah ide pun muncul dalam kepalaku. Namun aku enggan melakukannya karena sebuah keraguan. Buku-buku yang belum tersalin itu tak akan pernah tergantikan. Namun buku-buku ini tak ada artinya di bandingkan nyawa penduduk Erantopia yang tak berdosa di luar sana. 

Aku pun membulatkan tekadku untuk keluar dari ruangan ini. Aku mengambil tumpukan buku tersebut dan menjatuhkannya keluar jendela. Hujan deras menyamarkan bunyi buku-buku yang terjatuh. Aku mengambil buku dari rak yang lain dan melakukan hal yang sama.

Tumpukan buku menggunung di bawah sana. Air hujan sepertinya melunakan buku-buku tersebut. Aku menyiapkan diriku, memakai satu-satunya jubah pustakawan yang kupunya dan mengambil sisa makanan di atas meja. Aku pergi ke arah jendela dan bersiap untuk meloncat. Aku tak pernah meloncat setinggi ini. Ketakutan tiba-tiba hadir dalam diriku. berbagai pertanyaan memenuhi kepalaku, bagian tubuh mana yang akan mendarat pertama kali? apa yang terjadi ketika aku terjatuh nanti? dan apakah aku dapat bertahan hidup di dalam hutan sana?

Aku berusaha untuk tak berpikir panjang dan memutuskan utnuk segera meloncat. Pinggangku yang pertama kali mendarat. Ketika terjatuh aku merasaskan sesak nafas sesaat dan pinggangku seakan di hantam oleh sebuah palu godam yang keras. Di tengah rasa sakit, aku berusaha untuk bangkit dan dengan tertatih-tatih aku berjalan menuju hutan Katherine yang gelap. Semoga aku menemukan pengelana di dalam sana yang dapat mengantarkanku ke kota terdekat. Aku atau setidaknya rahasiaku harus tetap hidup agar Erantopia dapat selamat.
 
***


malasnya...
2014-10-24, 14:14
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
LightNightKnight 
Topeng Buaya
avatar

Level 5
Posts : 799
Thanked : 6
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Developer

<Narita & Sygn>
<At Cave, Katherine Isle>

"Jadi... sekarang posisi kami adalah di bukit Raftclans, yang jika kami berhasil menuruni bukit ini, kami akan segera berada tepat didalam pintu belakang The Great Library, Laxanctum...."

"Tepat sekali. Sebelum aku menjadi penunjuk jalan untuk kalian para Filii Adams, aku adalah seorang pertapa budaya yang menjalani masa menyendiri selama bertahun - tahun disini."

"Untuk apa?"

"Untuk berdialog dengan 'ia' yang mulia."

Sygn, yang berusaha untuk tidak menyinggung bahasan tersebut lebih jauh, mencoba menahan pergerakan mulutnya dengan menelan air ludahnya. Ia sadar bahwa perbincangan ini, perlahan - lahan mengarah ke arah yang berbahaya.

"Tunggu, sebelumnya anda bilang kalau anda adalah seorang pertapa budaya yang menyepi, lalu...."

Sygn menatap Tya sedikit penasaran.

"... Kenapa dia bisa hidup bersama anda?"

"... Dia sudah ada disini sebelum saya menempati tempat ini. Tanpa kusadari, dia sudah seperti seorang pelayan bagiku."

"Hmm...."
"... Kalaupun anda ingin membawanya kedalam perjalanan anda, kupersilahkan...."

"Ahahaha~ Gak sampe sejauh itu juga sih~"

Sedikit senyuman kecut yang ada diwajah Sygn semakin tampak ketika Tya memasang muka untuk diajak ikut pergi bersamanya.

"Tapi... aku tak tahu dia ini makhluk apa...."

"Tenang... aku bahkan sama sekali tidak mengerti dia itu apa sebenarnya....

Tapi aku yakin, dia tidak akan merepotkanmu selama perjalanan."


"Ahahaha....~"

"Hari sudah semakin terang, cuaca di luar sepertinya juga sudah mulai menghangat....

Jika memang anda ingin pergi, sekaranglah saatnya."


"Ah, baiklah."

"Kau butuh kuantar sampai ke depan pintu gerbang perpustakaan?"


"Sepertinya tidak perlu. Aku yakin Narita bisa mencarikan jalannya untukku."

"Begitukah? Kalau begitu berhati - hatilah dijalan."

"Terima kasih atas segalanya, Leia~!"

"Sama - sama...."
Sygn kemudian berpaling meninggalkan Leia. Tya juga mulai membuntuti Sygn dari belakang secara perlahan.

"... Apakah mungkin pengawal itu....

Kuharap aku hanya terlalu banyak berpikir...."


***

"Great Library Laxanctum?"

"Yep, setidaknya kita bisa mencari tahu lebih lanjut dimana letak kota - kota besar yang ada dipulau ini berada!"

"Hmm... alangkah baiknya jika kita meminjam sebuah kendaraan. Agak kurang efektif jika kita hanya mengandalkan kekuatanku yang entah kenapa jadi sangat terbatas ini.

Ngomong - ngomong....
Apa yang makhluk itu lakukan disini?"


"Aku mengajaknya, gak boleh~!"

"... Kurasa tidak masalah...."
"YA~y, Narita bai~k deh~!"

"...."

Meski Narita tidak menatap Tya sama sekali, Tya seolah - olah dapat merasakan ada sesuatu yang menjengkelkan Narita sekarang, membuatnya tidak berani mendekati Narita.

"Jadi kita tinggal menuruni gua ini saja, dan kita dapat menemui sebuah Great Library?"

"Seharusnya seperti itu. Leia tidak hapal bentuk geografis pulau ini, dan peta dunia yang ia miliki sempat hilang dicuri oleh pengelana lain."

"Walah, mampus...."

"NA~RI~TA~~~!"

"Ok ok, saya paham saya paham....

Jadi, kita berangkat sekarang?"


"GENDONG!!!!"

"Minta tolong Tya sanah...."

"MINTA TOLONG GADIS SEKECIL INI UNTUK MENGGENDONGKU! MEMANGNYA KUAT!!!"
"*sigh* aku cuma bercanda... Ini...."

Aku kembali mengangkat batu tersebut dengan kekuatanku, membuatnya melayang diudara. Dengan cekatannya Sygn langsung menaiki batu tersebut, namun tak lama kemudian Tya langsung melompat kearah Sygn dan duduk dipangkuannya.

"YAH YAH YAH!!!!"

"Udah siap?"

"TUNGGU! KENAPA JADI AKU YANG GENDONG!?!?!?"

"Ya itu tanggung jawabmu, nona. Bukan aku yang ingin membawanya...."



"EEEEEEEEEEEEEEeeeeeeeeeeeeee!!!!!"

Dengan perbekalan informasi baru, mereka mulai berangkat menuju The Great Library Laxanctum, sebuah perpustakaan besar yang menyimpan berbagai macam informasi mulai dari informasi yang sepele menyangkut masalah makanan, sampai sejara dunia tersebut.

Namun Sygn dan Narita tidak menyadari bahwa sebuah kegelapan kelam tengah berkecamuk di tempat yang akan mereka tuju.


 
Spoiler:
 

My Project:
 

http://www.mangahere.com/manga/mangaka_san_to_assistant_san_to/v02/c067/ <<< must read untuk mereka yang ingin sukses
2014-10-24, 14:35
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Ron D' Child 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 277
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Beginner
Type : Developer

<Dion>
<Tengah hutan>

Setelah aku memutuskan untuk berpisahdengan Guy,aku melakukan perjalanan dengan melewati hutan yang sepertinya tidak ada ujungnya.

"Sial, sepertinya aku tersesat...
Seberapa luas hutan ini, aku harus bergegas sebelu malam tiba".

*GurAGGJHHH...!

"Suara apa itu ? Hewan buas ? aku tidak ingin melakukan pertarungan yang sia-sia, sebaiknya aku berhati-hati dan selalu waspada."  pikirku dalam hati.

Pepohonan yang besar dan tinggi ini membuat diriku agak merinding, sebenarnya tempat macam apa ini.

*GurAGGJHHH...!

Gawat sepertinya suara-suara itu semakin mendekat.

*BRUAK ! *BuG !!

Suara-suara tersebut semakin terdengar dengan detail, mungkinkah ada seseorang yang sedang melakukan pertarungan dengan hewan buas ?

Suara-suara tersebut membuatku malah semakin penasaran, aku mencoba mengikuti arah suara tersebut siapa tahu ada hal yang menarik, terlihat beberapa objek yang sedang bertarung...
Aku mencoba mengintip dari semak-semak.

"Wha..what de hell !
A.apa itu !?
Seperti beruang tapi rasanya bukan, mereka memiliki cakar yang tajam dan memiliki tanduk di kepala, mungkin aku bisa menyebutnya itu monster.
Dan kenapa mereka melakukan perkawinan di siang bolong seperti ini !" Pikirku dalam hati.

Melihat itu aku jadi pengen muntah, aku memutuskan untuk menjauhi monster itu dan tidak enak juga mengganggu mereka yang sedang bersenang-senang.

*Kresek !

Tidak sengaja aku menginjak sebuah ranting pohon yang lumayan besar dan membuat suara agak keras.

"Gawat, semoga saja aku tidak menganggu...."

GRUAGHHH !!
Tiba-tiba monster itu mengaung dengan keras, aku mencoba melihat monster itu lagi, dan untungnya mereka tidak sadar atas kehadiranku disini, syukurlah.

Dan akupun melanjutkan perjalanannku dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan yang membuatku terancam seperti tadi, melihat monster itu aku jadi semakin penasaran dengan pulau ini. Apakah mereka yang membuangku kemari mengetahui hal tersebut ? apa yang membuat mereka tertarik dengan pulau ini.

Sial, jika orang tuaku tidak sedang terancam aku pasti akan menikmati perjalananku ini. Dasar bodoh, bisa-bisanya aku berfikir seperti itu, seolah-olah menyalahkan orang tuaku secara tidak langsung.

Melakukan perjalanan dari pagi membuatku lapar dan haus, lebih baik aku mencari makanan....

*krucuk-krucuk...

Suara air...?
Tidak salah lagi aku mendengar suara air, aku langsung bergegas mencari sumber suara air tersebut, mudah-mudahan terdapat sungai yang jernih ditambah lagi ikan-ikan yang segar.

[Next Sungai ditengah hutan]


2014-10-24, 14:45
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
barlieuy 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 139
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

<Rezio>
<Pintu depan desa Gigara, Pulau Katherine>

   Semua perbekalan sudah siap. Di depan gerbang pun terlihat sosok besar Pudenta yang dilengkapi armornya sedang menungguku. Sepasang gelang raksasa semacam belenggu yang terbuat dari batu kokoh masih selalu tetap menempel di kedua tangannya. Aku anggap itu sebagai senjatanya.

   Di belakangku, para penduduk Gigara berkumpul untuk melihat keberangkatan kami. Vugor dan si penjaga penginapan (aku lupa namanya) juga ada di sana. Dia bahkan membuatkan begitu banyak makanan. Tentu saja gumpalan kantong besar yang dibawa Pudenta isinya makanan semua.

"BAIK-BAIK YA, KALIAN BERDUA!!!", "PUDENTA! JAGA REZIO DENGAN BENAR!!", 

"REZIO, KAMI SELALU MENANTIKAN KEDATANGANMU LAGI DI GIGARA!!!", "RAHAHAHAHA!!!"

   Aku hanya melambaikan tangan untuk menjawab teriakan mereka. Satu hal yang pasti. Aku tidak berniat untuk menginjakkan kaki ke desa ini lagi.

"Yo-- Pudenta."

"Kau kelihatan senang sekali, Tuan Rezio."

"Ah.. um.. tidak juga."

   Seperti biasa, Pudenta selalu bisa menebak pikiranku dengan mudah. Bagaimana tidak senang? Aku akhirnya bisa keluar dari sini.

"Desa yang damai dan ceria bukan? Kami berharap kau bisa tinggal di sini sedikit lebih lama."

"Ya. Tapi aku tidak bisa diam selamanya. Masih ada sesuatu yang harus kucari."

"Aku hampir lupa kau ini seorang pemburu. Gyohoho."

   Hyuuuuung~ Di tengah perbincangan ringan kami, tiba-tiba saja ada sesuatu yang besar melayang di atas kepala. Bayangan hitam besar pun menyelimutiku. Menengok ke atas, aku tidak percaya apa yang kulihat. HAA? BATU RAKSASA!

   DUAGHH!!! BUGGH!! Pudenta dengan mudah menghancurkan batu-batu itu menggunakan gelang belenggu di tangannya. Aku masih terkejut, sehingga tidak mampu melangkah untuk menghindar. Untung saja ada dia, kalau tidak aku bisa mati!!

"TU- TUNGGU DULU!! APA INI???"

"Jarang melihatmu panik begitu, Tuan Rezio. Sudah menjadi tradisi bagi penduduk Gigara untuk melemparkan batu-batu kecil sebagai tanda ucapan selamat jalan."

"Ah.. begitu rupanya. Ha ha.. ha.."

   Memang ada yang tidak beres dengan otak mereka. Nyawaku masih belum aman selama masih di dalam desa! Belasan batu raksasa terus menghujani. Aku tidak tahan dengan pemandangan ini.

"Pudenta! Ayo segera pergi!!"

   Kami berdua pun melangkah keluar meninggalkan desa Gigara. Di belakangku ada Pudenta yang melindungiku dari amukan massa. Sementara aku sudah berlari jauh di depan...


It's not about how good you are, but how bad you want more. =w=b

current project :
"Valthrone Online : Age of Dystopia" - Concept
"[url=http://www.rpgmakerid.com/t8745-smc14-wip-98-jom-another-tale-of-fables][SMC] Jom : Another Tale of Fables[/url]" - WIP 98%
2014-10-24, 15:07
PostThe Messenger has came!
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di posisi para karakter sekarang, persis di depan mereka>


"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya.

Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."

Itulah yang saya katakan di depan Ayako, Fei Tian, Kai, Rezio, Guy, Dion, Orange, Narita, dan Geest. Orang-orang ini, yang namanya tercantum dalam Codex Peregrinans, adalah orang-orang yang dipilih oleh 'atasan' saya, dan tugas saya untuk memberikan 'hadiah' kepada mereka.

Keberadaan saya tidak akan bisa diketahui selain oleh orang-orang yang tercatat namanya di buku ini, dan kemunculan saya tidak akan saya jelaskan; saya biarkan siapapun yang berada di depan saya untuk menggambarkan sendiri bagaimana saya muncul.

"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."



  • Saya akan tetap akan berada di depan tiap karakter yang telah disebut, menampakkan diri dengan wujud sesuai dengan apa yang digambarkan tiap karakter.
  • Jika ingin bertanya sesuatu, tanyakan kepada saya sebelum 24 Oktober 2014, 21:00. Saya akan minta bayaran untuk setiap jawaban yang diminta oleh tiap karakter.
  • Jika tidak ada yang ingin ditanyakan, timeline Erantopia akan saya kembalikan menjadi pagi hari, jam 09:00. Selama saya muncul, waktu akan terhenti dan di-reset untuk kalibrasi waktu tiap entri player. Posisi dan cerita tiap karakter tidak diubah sedikitpun
2014-10-24, 16:10
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
barlieuy 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 139
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

<Rezio>
<Tengah jalan menuju Hutan Daedala, Pulau Katherine>

   Matahari mulai meninggi. Entah sudah berapa jauh kami berjalan. Tubuhku mulai tidak bertenaga. Sementara Pudenta masih berjalan santai sambil membawa megaton bobot yang ditopang oleh tubuh besar itu. Mungkin aku bisa menunggang di bahunya. Sigh.

   Beruntung ada sungai di pinggir jalan ini. Bagian tepinya cocok untuk dipakai istirahat.

"Pudenta, kita beristirahat sebentar di sini. Aku sudah kebelet daritadi."

   Teman raksasaku itu menurunkan barang bawaannya, sementara aku menuju ke balik semak-semak di dekat sungai. Namun... secara tak terduga.... fenomena aneh terjadi.. Aliran sungai, maupun hembusan angin, bahkan aliran waktu telah berhenti. Aku bisa merasakan ada kehadiran sesuatu yang tidak tampak. "Si- siapa di sana?" Setelah beberapa saat, kemudian muncul suara-suara dalam kepalaku..

Quote :
"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya.

Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."

   Apa lagi kali ini... Entitas? God? Erantopia? Jika dipikir lagi, dia mampu menghentikan aliran kehidupan. Penguasa waktu? Apakah ada yang semacam itu? Hmm.. Lalu dia menambahkan perkataannya...

Quote :
"Saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."
  
   Hadiah? Aku masih belum mengerti apa maksudnya.. Oke..

"Baiklah, Messenger. Aku pasti akan bertanya walaupun tidak disuruh bertanya. 

Dimana sebenarnya ini? Mengapa sihirku bisa hilang? Dan apa di sini terdapat The Lost Orb??"

   Aku terlanjur menyebutkan The Lost Orb. Tapi dia mungkin mengetahui sesuatu...


It's not about how good you are, but how bad you want more. =w=b

current project :
"Valthrone Online : Age of Dystopia" - Concept
"[url=http://www.rpgmakerid.com/t8745-smc14-wip-98-jom-another-tale-of-fables][SMC] Jom : Another Tale of Fables[/url]" - WIP 98%
2014-10-24, 16:16
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
TheoAllen 
♫ RMID Rebel ♫
♫ RMID Rebel ♫
avatar

Kosong
Posts : 4935
Thanked : 62
Awards:




<Ayako>
<Sathayandu>


Setelah aku keluar dari rumah kayu kecil itu, mataku langsung menyeleksi setiap orang yang ada di sekitar. Dan aku langsung bisa menemukan seorang yang aku cari. Ya, pria yang berbeda dari penduduk desa ini, yang kuduga juga mengalami hal sepertiku.

Namun, saat aku mau melangkahkan kakiku, tiba-tiba pandanganku serasa berputar... mulai kabur... aku merasa sedikit pusing. Sial, aku tidak bisa konsentrasi, sebuah racunkah. Aku hampir terhuyung jatuh, namun aku berhasil menyimbangkan diri.

Saat kesadaran dan keseimbanganku sudah pulih, aku menyadari bahwa sekarang diriku berada di sebuah tempat... gelap sekali... apakah aku buta? Tidak, aku masih bisa melihat kaki tanganku. Tapi kenapa mendadak aku ada di tempat seperti ini?

"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya.

Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."


Sebuah suara tiba-tiba saja menggema di telingaku. Tidak jauh namun tidak juga terasa dekat, suara itu seperti ada di dalam kepalaku. Aku mencoba untuk melihat sekitar. Namun percuma, semua yang kulihat memang gelap. Tidak ada tanda kehidupan sedikitpun... Tenang ... tenang. Aku yakin ini hanya illusi

"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."

Suara itu melanjutkan perkataannya. Pertanyaan apapun.... walau aku tidak yakin dia bisa menjawab, setidaknya dia bisa memberiku sedikit informasi.

"Jika kau memang bisa memberiku jawaban, sekarang bagaimana caraku keluar dari pulau ini?" pertanyaan itu spontan saja keluar dari mulutku.


Bosen ama signature. Hapus aja dah ....
2014-10-24, 16:27
PostThe Questions #1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di lokasi para karakter, tepat di depan mereka>


Rezio wrote:
"Baiklah, Messenger. Aku pasti akan bertanya walaupun tidak disuruh bertanya. 

Dimana sebenarnya ini? Mengapa sihirku bisa hilang? Dan apa di sini terdapat The Lost Orb??"

   Aku terlanjur menyebutkan The Lost Orb. Tapi dia mungkin mengetahui sesuatu...

"Saya lihat dari tampilan dan caramu bertarung sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah pulau ini, kamu sering menggunakan sihir dalam setiap pertarungan."

"Sihirmu tidak hilang. Caramu menggunakan sihir di Erantopia harus diubah; sumber sihir yang menjadi andalanmu sebelumnya tidak ada dan tidak dikenal di Erantopia. Jika kamu memaksa untuk tetap menggunakan sihir, kau harus tahu dulu sumber sihir seperti apa yang ada di Erantopia ini."

"Lost Orb? Mungkin salah satu dari atasanku bertanggung jawab atas hal itu. Mungkin ada, mungkin juga tidak."

Ayako wrote:
"Jika kau memang bisa memberiku jawaban, sekarang bagaimana caraku keluar dari pulau ini?"

"Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang-orang sebelum kamu, walau beberapa malah ada yang ingin tinggal di tempat mengerikan ini untuk selamanya."

"Hanya dengan melakukan kontak dengan salah satu dewa yang berada di Erantopia. Banyak yang mencoba, tapi kebanyakan berakhir... kurang mengenakkan. Setidaknya untuk mereka sendiri."
2014-10-24, 16:38
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
TheoAllen 
♫ RMID Rebel ♫
♫ RMID Rebel ♫
avatar

Kosong
Posts : 4935
Thanked : 62
Awards:




<Ayako>
<???????>

"Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang-orang sebelum kamu, walau beberapa malah ada yang ingin tinggal di tempat mengerikan ini untuk selamanya."

Entah kenapa aku merasa diremehkan dengan perkataan ini. Seperti dia menganggap aku sama saja dengan orang-orang yang ada disini.

"Hanya dengan melakukan kontak dengan salah satu dewa yang berada di Erantopia. Banyak yang mencoba, tapi kebanyakan berakhir... kurang mengenakkan. Setidaknya untuk mereka sendiri."

Dewa? disini ada dewa? Aku belum pernah melihat dewa dengan mataku sendiri. Namun, menyadari aku berada di tempatku yang seperti ini, mungkin saja perkataannya tidak main-main.

"Aku butuh beberapa jawaban lagi. Kontak seperti apa yang kau maksud? menemui salah satu dari mereka? atau aku harus mengalahkannya juga? Dan... pertanyaan terakhir. Bagaimana agar aku bisa mempercayai perkataanmu?"


Bosen ama signature. Hapus aja dah ....
2014-10-24, 16:45
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
barlieuy 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 139
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

<Rezio>
<Dibalik semak-semak tepi sungai, Pulau Katherine>

Quote :
"Saya lihat dari tampilan dan caramu bertarung sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah pulau ini, kamu sering menggunakan sihir dalam setiap pertarungan."

"Sihirmu tidak hilang. Caramu menggunakan sihir di Erantopia harus diubah; sumber sihir yang menjadi andalanmu sebelumnya tidak ada dan tidak dikenal di Erantopia. Jika kamu memaksa untuk tetap menggunakan sihir, kau harus tahu dulu sumber sihir seperti apa yang ada di Erantopia ini."

"Lost Orb? Mungkin salah satu dari atasanku bertanggung jawab atas hal itu. Mungkin ada, mungkin juga tidak."

"Erantopia... Oh.."

   Aku baru ingat nama itu. Sebuah pulau misterius yang konon berada di dimensi yang berbeda dengan negeri asalku. Jadi begitu rupanya... Sihir yang hanya ada di Erantopia ya. Ternyata selama ini aku berada di tempat yang sangat sangat berbahaya. Entah apa yang menyelubungi pulau ini. Itu artinya aku pun harus mencari cara untuk keluar dari sini. Tapi, tidak terlalu penting..

"Satu lagi pertanyaanku. Dimana aku bisa bertemu atasanmu?"


It's not about how good you are, but how bad you want more. =w=b

current project :
"Valthrone Online : Age of Dystopia" - Concept
"[url=http://www.rpgmakerid.com/t8745-smc14-wip-98-jom-another-tale-of-fables][SMC] Jom : Another Tale of Fables[/url]" - WIP 98%


Terakhir diubah oleh barlieuy tanggal 2014-10-24, 17:00, total 1 kali diubah
2014-10-24, 16:58
PostThe Questions #1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di lokasi para karakter, tepat di depan mereka>


Ayako wrote:
"Aku butuh beberapa jawaban lagi. Kontak seperti apa yang kau maksud? menemui salah satu dari mereka? atau aku harus mengalahkannya juga? Dan... pertanyaan terakhir. Bagaimana agar aku bisa mempercayai perkataanmu?"

"Mereka, jika tertarik denganmu, akan mendatangimu seperti yang saya lakukan saat ini. Atau mungkin jika kamu tertarik, kamu bisa menemui pelayan-pelayan mereka di beberapa kuil di sekitar Erantopia ini, itupun kalau kau mau memberikan hal sepadan untuk mereka."

"Dan juga, mereka, para dewa, para Great Old One dan yang lebih berkuasa lagi, Outer Gods, tidak akan bisa disentuh dengan benda seperti pisau yang sering kamu bawa itu. Walaupun, ya, saya kagum dengan teknikmu menggunakan pisau saat menghadapi salah satu ciptaan atasanku kemarin malam."

"Itu pilihanmu untuk percaya atau tidak. Saya hanya perantara pesan dari mereka, pesan dari mereka tidak pernah saya ubah sedikitpun. Silahkan untuk tidak percaya dan tetap terdampar di Erantopia untuk selamanya, saya tidak akan memaksamu untuk percaya."

Rezio wrote:
"Satu lagi pertanyaanku. Dimana aku bisa bertemu atasanmu?"

"Kamu tidak perlu susah-susah mencari mereka; mereka akan datang padamu bahkan pada saat yang tidak kamu duga. Ataupun jika kamu tidak bersabar untuk menemui mereka, kamu bisa mencari para pelayan mereka di suatu tempat di Erantopia. Banyak kuil yang masih digunakan oleh para pelayan mereka."

"Jika kamu benar-benar ingin bertemu dengan mereka, kuharap kamu tidak kehilangan tujuanmu di tempat ini."
2014-10-24, 17:04
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
LightNightKnight 
Topeng Buaya
avatar

Level 5
Posts : 799
Thanked : 6
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Developer

<Narita & Sygn>
<Perjalanan turun dari bukit Raftclans>

Quote :
<The Messenger>
<Di posisi para karakter sekarang, persis di depan mereka>


"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya.

Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."

Itulah yang saya katakan di depan Ayako, Fei Tian, Kai, Rezio, Guy, Dion, Orange, Narita, dan Geest. Orang-orang ini, yang namanya tercantum dalam Codex Peregrinans, adalah orang-orang yang dipilih oleh 'atasan' saya, dan tugas saya untuk memberikan 'hadiah' kepada mereka.

Keberadaan saya tidak akan bisa diketahui selain oleh orang-orang yang tercatat namanya di buku ini, dan kemunculan saya tidak akan saya jelaskan; saya biarkan siapapun yang berada di depan saya untuk menggambarkan sendiri bagaimana saya muncul.

"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."


Saya akan tetap akan berada di depan tiap karakter yang telah disebut, menampakkan diri dengan wujud sesuai dengan apa yang digambarkan tiap karakter.
Jika ingin bertanya sesuatu, tanyakan kepada saya sebelum 24 Oktober 2014, 21:00. Saya akan minta bayaran untuk setiap jawaban yang diminta oleh tiap karakter.
Jika tidak ada yang ingin ditanyakan, timeline Erantopia akan saya kembalikan menjadi pagi hari, jam 09:00. Selama saya muncul, waktu akan terhenti dan di-reset untuk kalibrasi waktu tiap entri player. Posisi dan cerita tiap karakter tidak diubah sedikitpun


"...."

Narita hanya terdiam sejenak dengan sebuah kejutan yang menghampiri dirinya, mendapati seseorang, atau lebih tepatnya, sesuatu, berdiri dihadapannya dan menawarkan sesuatu yang tidak mengenakkan.

"Hmm?? Narita? ko' diam saja?"

"... Nona Sygn, apakah anda tidak melihat apapun yang ada didepan mataku sekarang ini...?"

"Hmm...? Liat apa??"

"...."

"...."



"... Baiklah, sebelum aku mulai bertanya panjang lebar....

Jelaskan padaku bayaran apa yang kau inginkan untuk setiap pertanyaan yang kuajukan?"


 
Spoiler:
 

My Project:
 

http://www.mangahere.com/manga/mangaka_san_to_assistant_san_to/v02/c067/ <<< must read untuk mereka yang ingin sukses
2014-10-24, 17:08
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Venzuu 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 90
Thanked : 2
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Event Designer

<Diavolyn Geest>
<Hutan selatan, Rato>


Sudah beberapa saat lamanya, aku berjalan di kerimbunan hutan misterius ini... Satu demi satu fauna dan satwa yang belum pernah kulihat sebelumnya, tersaji dihadapanku. Kali ini aku benar-benar yakin, ini merupakan tempat yang sangat berbeda dengan dunia asalku.


Vechter? Dia masih kehabisan tenaga dan sedang memulihkannya, ia masih dalam bentuk segel tato.


"Ngiiiinggggg...."


"Akh..." Seruku tertahan, serasa ada sesuatu yang memasuki kepalaku...



"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya."


Ok, kini aku mendengar suara aneh dari dalam kepalaku... 

"Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."

Baiklah, ini benar-benar aneh sekarang...

"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."

Sebentar... Tiap pertanyaan? :tf2:  Sekarang ini menjadi menarik... :hihi: 


"Baiklah Messenger, sekarang aku akan mengajukan pertanyaan padamu..."

Sejenak aku berpikir... :hmm:  Dengan beberapa pertimbangan, akupun bertanya :


"Pertama, aku tahu tempat ini sepertinya misterius. Dan itu harus kuhadapi, karena ini adalah ujian kelulusanku. Tapi yang aku masih kurang yakin, bisakah aku menangkap jiwa dari para mahluk-mahluk disini? Apakah cara Shamanku bisa diterapkan disini?"


"Kedua, mungkin kau sudah tahu tujuan kedatanganku kesini, namun aku ingin memperjelasnya lagi. Aku datang kesini untuk mencari Shaman Symbol. Nah pertanyaanku adalah, apa kau mengetahu petunjuk keberadaannya?"

"Terakhir, aku ingin memastikan. Apakah ada Jiwa yang cukup kuat disini? Aku membutuhkan Jiwa itu untuk melakukan Soul Deal...."


Gimanapun jadinya sebuah game, seenggaknya game itu Jadi!  :ming:



=Klo mw liat2 project ane Jikaku Studio :thumbup: =
Game ane yg dh jadi :v :
Monster Heart
Ada Hantu di Sekolah [SMC14]
2014-10-24, 17:09
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
sokita 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 217
Thanked : 5
Engine : RMVX Ace
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

<Orange>
<Pulau Charon, pantai, tebing di pinggir pantai>


"Huh? huh? Sepertinya aku tertidur pulas sekali saat memancing", Mataku masih kreyep-kreyep saat sesosok makhluk muncul di depanku. 


"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya.

Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."



Aku masih agak mengantuk, tapi suara itu terdengar jelas. 

"Eh, Pak Messenger. Kapan dateng? Udah lama ya? Aduh maaf, tadi saya mancing sampe ketiduran. Ada apa ya tiba-tiba datang ke saya?", tanyaku berbasa-basi. Wujudnya yang tak kasat mata tidak membuatku takut. Tapi seorang utusan dari 'mereka yang berada di pulau ini' pasti lebih sakti dariku. Jadi, ya aku juga segan.


"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."


"Wah, saya dapet hadiah ya? Asiik, ternyata perbuatan baik itu selalu ada balasannya, Walau dua orang itu gak ketemu, akhirnya ketemu juga sama Pak Messenger, yang notabene lebih tinggi kedudukannya."


"Ayo sini, Pak. Ikut mancing sama saya. Kalo gak bawa pancingan, aku pinjemin pancinganku. Biar aku nanti buat lagi dari pohon bakau di ujung sana", kataku sembari menunjuk ke arah hutan bakau di bawah tebing itu.


Love is a delusion, makes you feel hallucination, and can beyond your expectation.
2014-10-24, 17:29
PostThe Questions #1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di lokasi para karakter, tepat di depan mereka>


Narita wrote:
Jelaskan padaku bayaran apa yang kau inginkan untuk setiap pertanyaan yang kuajukan?"[/color]

"Menduga ada pertukaran di tiap informasi yang saya berikan, eh?"

"Hanya sedikit dari akal sehatmu. Tidak lebih."

"Setelah kuberitahu tentang apa bayaran untuk tiap pertanyaan, mungkin kamu tidak akan bertanya sama sekali, atau mungkin kamu tidak keberatan untuk menukarkan kewarasanmu dengan informasi yang mungkin berguna untukmu atau untuk tuan putrimu."

Geest wrote:
"Pertama, aku tahu tempat ini sepertinya misterius. Dan itu harus kuhadapi, karena ini adalah ujian kelulusanku. Tapi yang aku masih kurang yakin, bisakah aku menangkap jiwa dari para mahluk-mahluk disini? Apakah cara Shamanku bisa diterapkan disini?"

"Kedua, mungkin kau sudah tahu tujuan kedatanganku kesini, namun aku ingin memperjelasnya lagi. Aku datang kesini untuk mencari Shaman Symbol. Nah pertanyaanku adalah, apa kau mengetahu petunjuk keberadaannya?"

"Terakhir, aku ingin memastikan. Apakah ada Jiwa yang cukup kuat disini? Aku membutuhkan Jiwa itu untuk melakukan Soul Deal...."

"Ilmu shamanisme. Jadi kamu salah satu pengendali pikiran orang yang jasadnya sudah mati... Menarik juga."

"Ya. Kamu bisa menggunakan kemampuanmu di sini, tapi kamu mengingatkanku pada salah satu Traveler dari dimensi lain yang datang ratusan ribu tahun lalu.

Dulu, ada orang yang sama sepertimu datang ke Erantopia, dan menggunakan banyak sekali jiwa yang dia tangkap untuk kepentingan dirinya sendiri. Yang terakhir saya ingat, mahluk itu, humanoid tapi berkepala besar lancip dan mempunyai dua pasang tentakel, bunuh diri karena akal sehatnya benar-benar hilang."

"Shaman Symbol? Mungkin salah satu atasanku bertanggung jawab atas apa yang kamu cari saat ini. Mungkin dengan melakukan kontak dengan mereka, kamu bisa mengetahui dimana benda yang kamu cari."

"Kontrak dengan pikiran mahluk kuat yang sudah mati... Mungkin kamu bisa bertemu dengan para Yith. Mereka membentuk koloni di satu sisi Greater Erantopia. Siapkan akal sehatmu, karena wujud mereka tidak dapat bisa kamu terima dengan akal sehat jika bertemu dengan salah satu dari mereka.

Atau mungkin para pelayan Great Old One dan Servitors of Outer Gods bisa kamu coba, namun jiwa mereka milik dewa yang mereka sembah; mengganggu jiwa mereka berarti menentang dewa mereka."

Orange wrote:
"Eh, Pak Messenger. Kapan dateng? Udah lama ya? Aduh maaf, tadi saya mancing sampe ketiduran. Ada apa ya tiba-tiba datang ke saya?"


"Wah, saya dapet hadiah ya? Asiik, ternyata perbuatan baik itu selalu ada balasannya, Walau dua orang itu gak ketemu, akhirnya ketemu juga sama Pak Messenger, yang notabene lebih tinggi kedudukannya."


"Ayo sini, Pak. Ikut mancing sama saya. Kalo gak bawa pancingan, aku pinjemin pancinganku. Biar aku nanti buat lagi dari pohon bakau di ujung sana", kataku sembari menunjuk ke arah hutan bakau di bawah tebing itu.

"Tidak ada yang perlu kamu pedulikan tentang siapa, dimana, kapan dan bagaimana saya datang. Saya datang memberi berita, menjawab pertanyaan, dan megantarkan hadiah dari atasan saya.

Maaf, saya tidak bisa meluangkan waktu untuk memancing. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Messenger. Mungkin jika kamu membutuhkan teman, akan saya arahkan padanya."
2014-10-24, 17:30
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
barlieuy 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 139
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Jack of All Trades

<Rezio>
<Dibalik semak-semak tepi sungai, Pulau Katherine>

Quote :
"Kamu tidak perlu susah-susah mencari mereka; mereka akan datang padamu bahkan pada saat yang tidak kamu duga. Ataupun jika kamu tidak bersabar untuk menemui mereka, kamu bisa mencari para pelayan mereka di suatu tempat di Erantopia. Banyak kuil yang masih digunakan oleh para pelayan mereka."

"Jika kamu benar-benar ingin bertemu dengan mereka, kuharap kamu tidak kehilangan tujuanmu di tempat ini."

   Aku baru menyadari. Orang yang menyebut dirinya Messenger ini, seakan terus mengawasi pergerakanku sejak awal menginjakkan kaki di Erantopia. Dari cara bicaranya dia tidak memiliki kemampuan untuk membaca pikiran, yang berarti aku bebas menggunakan otakku. Kuil? Pelayan? Masih banyak misteri yang belum terpecahkan..

"Jangan salah. Tujuanku adalah mencari The Lost Orb. Kalau memang aku harus bertemu atasanmu, akan kulakukan itu.

   Tetapi, aku yang sekarang tidak akan mampu menangani situasi berbahaya yang mungkin akan muncul nanti. Pertama, aku akan mempelajari sihir yang memang hanya ada di pulau ini. Kemudian mencari para pelayan di sebuah kuil yang tadi dia sebutkan.

"Berhubung kau tidak tahu letak dimana The Lost Orb berada, maka urusanku denganmu telah selesai."

   Tidak lama kemudian, semuanya kembali seperti semula. Sungai mengalir seperti biasanya dan angin kembali berhembus. Fenomena yang aneh. Aku tidak tahu omongannya bisa dipercaya atau tidak. Tidak masalah, karena aku hanya memercayai apa yang ada di pikiranku daripada apa yang keluar dari mulut orang lain.

"Tuan Rezio, kenapa kau berdiri di sana tanpa memakai celana?"

"Ugh.. Tidak, ini memang caraku. Aku segera ke sana sebentar lagi."

   Sial. Aku sampai lupa menaikkan celanaku kembali. Baiklah, beberapa petunjuk untuk menemukan The Lost Orb semakin terbuka. Itu yang terpenting..


It's not about how good you are, but how bad you want more. =w=b

current project :
"Valthrone Online : Age of Dystopia" - Concept
"[url=http://www.rpgmakerid.com/t8745-smc14-wip-98-jom-another-tale-of-fables][SMC] Jom : Another Tale of Fables[/url]" - WIP 98%
2014-10-24, 17:40
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
NachtEinhorn 
Robot Gedek Galak
avatar

Level 5
Posts : 1274
Thanked : 9
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer

<Guy>
<Coast Area1>

Tepat setelah aku mendarat, aku disambut oleh seseorang.
sesuatu, tepatnya.

"Orang" itu mengenakan zirah, mirip dengan zirah yang kulawan dalam mimpi, tetapi berbeda bentuk dan motif.

"Jangan tanya siapa saya, dan seperti apa rupa saya. Saya adalah salah satu entitas yang menyertai tuan saya, yang salah satunya tepat berada di bawah tanah Erantopia ini. Hanya Great Old Ones dan Outer Gods yang tahu siapa saya sebenarnya."

"Ya. Panggil saja saya Messenger. Pembawa pesan dari 'mereka yang berada di pulau ini'."

"Ya, saya akan memberikan hadiah untukmu. Tapi sebelum waktu yang telah saya tentukan, saya akan menjawab tiap pertanyaanmu. Apapun."

Mencurigakan sekali...
Tetapi dia mungkin satu-satunya yang bisa kuajak ngobrol saat ini, dan juga mungkin tahu tentang gauntlet aneh yang menempel di tangan kiriku.

"Ok, Mr Entitas, aku punya 2 pertanyaan. Pertama, ini dimana?"
Lalu kutunjukan gauntlet di tangan kiriku
"Kedua, kau tahu ini benda apa?"


"Imagine Iron Man, kill Tony Stark, and replace him with Dinosaurs. That's why Tachikazes are awesome"


2014-10-24, 17:47
PostThe Questions #1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di lokasi para karakter, tepat di depan mereka>


Guy wrote:
"Ok, Mr Entitas, aku punya 2 pertanyaan. Pertama, ini dimana?"

"Kedua, kau tahu ini benda apa?"

"Ini adalah Erantopia, daerah yang dulunya adalah kota besar megah yang dibangun oleh makhluk dari planet lain, didedikasikan untuk salah satu atasanku. Beberapa dari mereka dan para pendatang dari planet dan dimensi lain masih ada, hidup dan membentuk koloni besar di Erantopia ini."

"Benda itu pasti ciptaan seseorang, namun bukan dari salah satu ras yang hidup di Erantopia. Kamu mendapatkannya dari mimpi, bukan? Mungkin itu buatan seseorang dari Dreamlands dan secara tidak sengaja terkirim ke dunia nyata."


Terakhir diubah oleh richter_h tanggal 2014-10-24, 17:49, total 2 kali diubah
2014-10-24, 17:49
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
sokita 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 217
Thanked : 5
Engine : RMVX Ace
Skill : Intermediate
Type : Jack of All Trades

<Orange>
<Pulau Charon, pantai, tebing di pinggir pantai>


"Tidak ada yang perlu kamu pedulikan tentang siapa, dimana, kapan dan bagaimana saya datang. Saya datang memberi berita, menjawab pertanyaan, dan megantarkan hadiah dari atasan saya.

Maaf, saya tidak bisa meluangkan waktu untuk memancing. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Messenger. Mungkin jika kamu membutuhkan teman, akan saya arahkan padanya."


"Hoo, baiklah kalau begitu. Kalo nanti Pak Messenger ada waktu luang, kita mancing sama-sama. Asik loh, Pak. Saya tadi pagi, ngeliat ada ikan gede banget, makan jungraptor. Makanya saya mancing di sini, siapa tahu ikan itu masih selera sama sisa-sisa daging jungraptor yang saya bawa ini," kataku pada Pak Messenger. 


Aku kembali menghadap laut. Sedangkan Pak Messenger masih berada di tempatnya. "Baguslah kalo Pak Messenger mau nyariin saya teman, eh, maksudnya ngarahin saya ke calon teman saya. Tapi kalo bisa yang cakep, Pak. Seperti di mimpi saya. Cewek rambut pendek berwarna merah."


"BTW, Pak Messenger, entah ini ingatan saya yang terlalu kuat, atau hanya sekedar de ja vu. Karena rasanya kita pernah bertemu. Seperti ini juga, Pak Messenger ngasih tahu tentang 'mereka yang ada di pulau ini', beserta penyerahan hadiah. Dan sepertinya....", tiba-tiba kepalaku menjadi sakit. 


Aku melanjutkan perkataanku sambil meringis, "... Aku tidak ingat apa-apa. Pak Messenger, kasih quest juga dong, supaya saya bisa menemukan jati diri dan asal-usul saya sebenarnya. Saya rasanya lelah hidup, (eh, apa mati?) tanpa keterangan yang jelas tentang diri saya sendiri."


Love is a delusion, makes you feel hallucination, and can beyond your expectation.
2014-10-24, 17:56
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
NachtEinhorn 
Robot Gedek Galak
avatar

Level 5
Posts : 1274
Thanked : 9
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer

<Guy>
<Coast Area 1>


"hum, begitu"
aku manggut-manggut sambil menahan tangan kiriku.

Sejak pertama kali muncul, entah kenapa, hanya di tangan kiriku saja rasanya ingin memukul Entitas itu. Efek dari Gauntlet aneh ini, mungkin.

[Dreamland? Jawaban bodoh macam apa itu]
[10 ribu tahun, dan kau masih tetap saja suka berbohong]

Suara zirah hitam itu terngiang di kepalaku.


"Imagine Iron Man, kill Tony Stark, and replace him with Dinosaurs. That's why Tachikazes are awesome"


2014-10-24, 17:58
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
LightNightKnight 
Topeng Buaya
avatar

Level 5
Posts : 799
Thanked : 6
Engine : RMVX
Skill : Intermediate
Type : Developer

<Narita>
<Perjalanan turun dari bukit Raftclans>

Quote :
"Menduga ada pertukaran di tiap informasi yang saya berikan, eh?"

"Hanya sedikit dari akal sehatmu. Tidak lebih."

"Setelah kuberitahu tentang apa bayaran untuk tiap pertanyaan, mungkin kamu tidak akan bertanya sama sekali, atau mungkin kamu tidak keberatan untuk menukarkan kewarasanmu dengan informasi yang mungkin berguna untukmu atau untuk tuan putrimu."

"... 'Informasi' ya....

Yang sekarang aku butuhkan adalah cara untukku menggunakan 'armor' ku....
Jika aku bisa menggunakan 'armor' ku secara penuh, tidak butuh waktu kurang dari 1 jam untukku memproses seluruh informasi yang ada diseluruh dunia ini....

Atau... kau bisa memberitahuku cara untuk mengembalikan kekuatan 'armor'ku seperti semula?"


 
Spoiler:
 

My Project:
 

http://www.mangahere.com/manga/mangaka_san_to_assistant_san_to/v02/c067/ <<< must read untuk mereka yang ingin sukses
2014-10-24, 18:09
PostThe Questions #1
richter_h 
Salto Master
Hancip RMID
avatar

Kosong
Posts : 1705
Thanked : 30
Engine : Other
Skill : Skilled
Type : Developer
Awards:

<The Messenger>
<Di lokasi para karakter, tepat di depan mereka>


Narita wrote:
"... 'Informasi' ya....

Yang sekarang aku butuhkan adalah cara untukku menggunakan 'armor' ku....
Jika aku bisa menggunakan 'armor' ku secara penuh, tidak butuh waktu kurang dari 1 jam untukku memproses seluruh informasi yang ada diseluruh dunia ini....

Atau... kau bisa memberitahuku cara untuk mengembalikan kekuatan 'armor'ku seperti semula?"

"Kamu harus mengubah caramu dalam menggunakannya.

Layaknya sihir, jika itu menggunakan daya pikiran, kamu harus mengubah caramu. Sumber energi yang kamu biasa pakai untuk menggunakan zirahmu harus diganti dengan sumber yang ada di Erantopia ini, tentunya sumber energi itu dimiliki oleh atasanku.

Para penduduk Erantopia memiliki pengetahuan khusus tentang sumber energi ini, terutama ras Yith. Namun, mereka akan menawarkan pertukaran yang mungkin tidak seberapa untukmu."


Orange wrote:

"Baguslah kalo Pak Messenger mau nyariin saya teman, eh, maksudnya ngarahin saya ke calon teman saya. Tapi kalo bisa yang cakep, Pak. Seperti di mimpi saya. Cewek rambut pendek berwarna merah."


"BTW, Pak Messenger, entah ini ingatan saya yang terlalu kuat, atau hanya sekedar de ja vu. Karena rasanya kita pernah bertemu. Seperti ini juga, Pak Messenger ngasih tahu tentang 'mereka yang ada di pulau ini', beserta penyerahan hadiah. Dan sepertinya...."


"... Aku tidak ingat apa-apa. Pak Messenger, kasih quest juga dong, supaya saya bisa menemukan jati diri dan asal-usul saya sebenarnya. Saya rasanya lelah hidup, (eh, apa mati?) tanpa keterangan yang jelas tentang diri saya sendiri."

"Jika itu tentang mencari asal usulmu, coba pergilah ke Greater Erantopia dan temui Yith. Mereka bisa menerawang masa lalu dan masa depan seseorang, namun siap dengan apa yang akan mereka minta nantinya."
PostRe: [ROLEPLAY] Secret of Erantopia
Sponsored content 




 

[ROLEPLAY] Secret of Erantopia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 4 dari 6Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-