Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [StoryPlay] A long story...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
2013-01-14, 19:04
Post[StoryPlay] A long story...
#1
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


First topic message reminder :

berhubung lagi bosen, wa bikin storyplay baru

Rules :

Quote :

- tulis cerita dalam 1 paragraph dalam bentuk cerita estafet [ melanjutkan cerita orang lain ]
1 paragraph minimal 5 baris.
- terbatas untuk 5 - 6 peserta saja. bagi yang menyerah/berhenti harus menuliskan "<insert name> is quit" pada cerita terakhir yang ia buat.
- boleh memasukan karakter baru tapi harus original bukan dari anime/game populer
- dilarang menyinggung SARA,porn,distrubing content dll
- fokus pada karakter utama, jangan membuat perpindahan karakter lain.
- dilarang mematikan karakter utama tanpa persetujuan peserta lain

Currrent Player :

+ Shikami
+ Reydvires
+ vinadzania
+ Ekacek
+ Radicaldreamer
+ -

Current Chapter

+ Jack's Chapter



this is no signature


Terakhir diubah oleh shikami tanggal 2013-01-15, 12:13, total 3 kali diubah

2013-01-17, 10:18
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice


Posts : 152
Awards:

Lima tahun yang lalu - mansion keluarga Cromwell, kerajaan Lituria.

Seorang gadis kecil dengan gaun kebesaran dan rambut pigtail-nya bersembunyi dibalik sebuah tembok. Diam-diam ia mencuri pandangan pada seorang pemuda yang tengah bersandar santai disamping sebuah pintu. Pemuda itu mengetahui bahwa dirinya sedang di awasi oleh sang gadis kecil, namun ia berusaha untuk tidak peduli. Karena ia tahu gadis kecil yang mengawasinya adalah Liliana Cromwell, adik dari Roan Cromwell ; tuan dan juga sahabat baiknya.

Awalnya pemuda itu berusaha untuk tidak menghiraukan kelakuan Liliana, namun lama kelamaan ia juga merasa risih. Akhirnya ia pun berjalan menuju Liliana untuk menegurnya. Liliana hanya diam kebingungan ketika pemuda itu datang menghampirinya.


"Nona Lilian." ucap pemuda itu dengan nada lembut.


"J-jack..." jawab Lilian dengan gugup.

"Nona, aku tahu ini rumahmu. Kau dapat melakukan apapun yang kau suka, termasuk berdiri di balik tembok dan mengawasi seseorang. Tapi aku mempunyai privasi, aku tidak ingin ada gadis kecil yang mengawasiku setiap saat. Tolong mengerti, mungkin kau mempunyai kegiatan lain yang dapat dilakukan...?"

Liliana tidak dapat menatap Jack, pandangan matanya jatuh kebawah lantai.

"A-aku... aku hanya kesepian..." jawab Liliana pelan. "Ayah dan ibu telah pergi, kakak sibuk dengan persiapannya untuk menggantikan ayah, sementara kau sibuk menjaga kakak. Aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi untuk menemaniku..." lanjut Liliana.

Jack menghela nafas panjang, ia mencoba untuk mengerti apa yang dirasakan Liliana.

"Tapi, bukankah dirumah ini banyak orang yang dapat menemanimu? bagaimana dengan bibi Amelia atau paman Carlos?" bujuk Jack.

Liliana hanya menggeleng kepala. Ia tidak dekat dengan orang lain selain keluarganya dan Jack.

Jack kembali menghela nafas. Sebenarnya ia ingin menemani Liliana, namun tanggung jawabnya sebagai pengawal pribadi Roan mencegahnya untuk melakukan itu. Apalagi saat ini adalah masa-masa yang sangat berbahaya untuk Roan. Banyak pihak yang ingin menyingkirkannya dari kursi jenderal kerajaan Lituria.

Tak lama kemudian Roan keluar dari ruangannya, ia menghampiri Jack dan Liliana.


"Apa yang sedang kalian bicarakan...?"

Jack segera berbalik kaget.

"Ah Roan, kau mengagetkanku."

Roan tersenyum, "apakah Liliana menganggumu lagi...?"

Jack menggeleng kepala, "tidak, nona Lilian hanya ingin mengobrol denganku."

Roan memandang mata Lilian dan tersenyum penuh maksud.

"Oh, kalau begitu bagaimana jika kalian pergi jalan-jalan di kota...? cuaca hari ini sangat cerah." Roan kembali memandang wajah Liliana, sebuah senyuman merekah di parasnya yang manis.

"Eh? tapi... aku harus menjagamu!" sergah Jack.

"Tidak apa-apa, kau dapat beristirahat. Lagipula mansion ini sudah dijaga ketat, seekor kecoapun tidak akan dapat keluar masuk tempat ini dengan mudah." Roan berusaha meyakinkan Jack.

"Tapi..." Jack masih merasa ragu.

Roan menarik Jack menjauhi Liliana dan berbisik kepadanya, "Jangan menjadi pria yang tak berperasaan. Kau tahu Liliana sangat menyukaimu, setidaknya hari ini berkencanlah dengannya. Walau dia hanya berumur 12 tahun, dia tetap seorang wanita. Dia bisa kecewa jika tak kunjung kau hiraukan."

Jack tersipu malu, "Eh?! T-tapi, dia adalah nona Lilian... aku tidak pantas untuk..."

Roan menepuk bahu Jack lalu menghampiri Liliana.

"Liliana, hari ini Roan mengajakmu berbelanja di kota. Apakah kau bersedia...?"

Liliana mengangguk dengan antusias.

"Baiklah kalian, selamat bersenang-senang. Aku ada di perpustakaan jika kalian mencariku."

Roan pun pergi meninggalkan Jack dan Liliana yang tiba-tiba menjadi salah tingkah. Susana menjadi hening untuk beberapa saat.

"Umm... nona ingin membeli apa...?" tiba-tiba Jack membuka suara.

Liliana berpikir sesaat lalu mengangkat wajahnya, "Aku ingin membeli hadiah untuk kakak...! sebagai hadiah saat ia dilantik menjadi jenderal nanti."

"Ah, ide bagus, Roan pasti sangat senang."

setelah itu mereka berdua pun pergi ke kota.

bersambung...

OOT :
jika ada yang mau melanjutkan, silahkan melanjutkan dari cerita presentnya (cerita Reyd). berhubung ada keperluan flashbacknya akan saya lanjutkan nanti.
2013-01-17, 13:45
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

OOT : Okk, masa lalu Jack kita serahkan ke Radical Dreamer... :senyum:

Kami terus berlari, melewati halaman Easgard Mansion yang luas. Suasana mansion jadi ramai, penuh dengan para penjaga yang berlalu lalang dengan membawa obor. Mencari kami, tentunya. Setelah beberapa lama kejar-kejaran, kami berhasil membuat para penjaga kehilangan jejak. Kami memutuskan untuk berhenti di tengah area halaman dengan pepohonan yang rimbun.


"Tampaknya kita sudah aman. Para penjaga tidak mengikuti kita lagi..." Kataku, dengan terengah-engah.


"Ini semua gara-gara kau!!!" Sergah Hikari, dengan mengacungkan telunjuknya kepadaku

"Apa? Kenapa aku? Bukankah kau yang menyebabkan kita ketahuan?"

"I-itu gara-gara tingkahmu yang menyebalkan."

"Itu karena kau menangis. Kita jadi kehilangan Rigaz!"

Kami terdiam sesaat. Hikari menundukkan kepalanya, tampaknya dia merasa bersalah.

"Sudahlah... Daripada kau mempertaruhkan nyawamu untuk menyelesaikan misi
berbahaya ini, lebih baik kau pulang saja. Batalkan misi ini."
Kataku, sembari mencari posisi duduk yang nyaman di pohon.

"Tidak bisa! Aku tidak pernah gagal menyelesaikan misi sebelumnya. Bila akhirnya begini, ketua pasti tidak akan senang"

"Jadi, misi ini lebih penting daripada nyawamu sendiri?"

"Tentu saja tidak!!! Tapi..."

Hikari terdiam. Aku menghela nafas panjang, kusenderkan kepalaku pada batang pohon.

"Dengan pengamanan seketat ini. Bahkan, untuk menangkap Rigaz saja. Menjadi hal yang sangat mustahil" Keluhku.

"Tenang, aku ada di sini kok. Tidak perlu berkeliling mansion untuk mencariku"

"Ohh ya. Baguslah, jadi sekarang kau..."

Tunggu dulu...
...
...
...

"KENAPA KAU ADA DI SINI???" Aku dan Hikari berteriak secara bersamaan.


"Yoo... Lama tak jumpa, orang baru..."

"Penipu!!! Kau tak akan kuampuni!!!"

Hikari menghunuskan katananya.

"Hei, tunggu dulu. Dengar dulu penjelasanku...?" Kata Rigaz dengan santai.

Tanpa ragu, Hikari menerjang Rigaz. Katananya berhasil menebas lengan kiri Rigaz.

"Aduh... Kenapa kau jadi emosi seperti ini. Sabarlah sebentar, aku akan..."

"JANGAN MAIN-MAIN!!!"

Hikari kembali menerjang Rigaz. Namun, kali ini hanya untuk menghunuskan katana ke lehernya.

"Wah-wah... Aku ingin memberi penjelasan dulu lho..."

Rigaz masih terlihat santai, meski darah segar mengucur cukup deras dari lengan kirinya.

Tiba-tiba, terlihat beberapa nyala obor datang dari belakang kami. Ternyata, sekitar 20 orang penjaga! Sepertinya mereka datang karena mendengar teriakan Hikari.

"Tuan Rigaz!!! Anda, tidak apa-apa?" Kata seorang penjaga.

"Tepat waktu. Kerja bagus, anak-anak..." Kata Rigaz, dengan santai juga tentunya.

"Hey, Ronin!!! Cepat lepaskan Tuan Rigaz!!!"

Para penjaga mengacungkan tombaknya ke arah kami.

"Cih... Kalau begini, kita tidak akan bisa lolos." Kata Hikari cemas.

"Bisa kok... Tenang saja..." Kata Rigaz, masih santai.

"Ehh???"

Tanpa disangka, tiba-tiba saja asap tebal mengepul. Sepertinya, ada yang meledakkan bom asap.

BAK! BUK! BAK! BUK!

Apa yang sedang terjadi? Apakah Hikari yang melemparkan bom asap, menghajar mereka semua? Pikirku. Aku segera berlari mencari tempat aman.

"Strategi hebat, Jack!!! Aku tidak menyangka kau akan melemparkan bom asap" Kata Hikari yang baru kusadari ternyata ada di belakangku.

"Ehh?? Kupikir kau yang melemparnya??"

"Apa? Bukan kau yang melempar bom asap dan bertarung dengan mereka??"

"Kalau aku sedang bertarung dengan mereka. Bagaimana bisa aku berada di sini??"

Kami berdua kebingungan. Pada saat itu pula, asap yang mengepul sudah mulai menipis. Di tempat tadi, tampak sesosok bayangan sedang berdiri. Kuperhatikan lebih lama, disekitarnya tampak para penjaga yang tergeletak tak berdaya. Dialah yang mengalahkan para penjaga itu.

Sosok bayangan itu mulai mendekati kami, keluar dari kepulan asap. Ternyata dia Rigaz!

"Kekuatan prajurit Timerian sungguh mengecewakan. Dengan dilihat dari sini, bahkan aku yakin dapat mengalahkan 50 orang sekaligus" Kata Rigaz, sambil mengibas-ngibaskan bajunya yang agak kotor.

"Apa maksud dari semua ini? Kau sebenarnya ada di pihak mana?" Tanyaku, bingung.

"Kalian tidak mau mendengar penjelasanku dulu sih... Haha..."

"Siapa sebenarnya dirimu!!?? Mengapa kau memata-mataiku!!??" Tanya Hikari dengan kasar.

Tidak menjawab. Rigaz malah mengambil sesuatu dari saku jasnya. Sebuah amplop bersegel.

"Sekarang, aku hanya bisa menyerahkan ini pada kalian" Kata Rigaz, kemudian menyerahkan amplop itu kepada Hikari.

Aku dan Hikari saling bertatap-tatapan. Pikiran kami penuh dengan pertanyaan atas situasi yang membingungkan ini.

"Aku butuh bantuan kalian. Tolong, pergilah ke City Hall, serahkan amplop ini kepada Mayor Grand Capital. Sir Edward Languey. Pastikan agar amplop ini sampai sebelum matahari terbit."

"Tunggu dulu, apa ini?? Dan juga jelaskan siapa dirimu"

"Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan. Nanti kalian bisa mengetahui situasinya setelah membaca surat ini bersama Mayor. Sekarang, kalian pergilah lewat gerbang belakang. Hanya ada beberapa penjaga di sana. Dengan melewati gerbang tersebut kalian akan tiba di Dark Wood. Susuri jalan setapak dan kalian akan tiba di ke gerbang selatan Edensia. Ingat, persiapkan diri kalian karena di Dark Wood banyak terdapat kawanan serigala. Kalian tidak punya banyak waktu lagi, Ayo cepat!!!"


"Ehh, tapi..."

Aku langsung menarik tangan Hikari. Ku berlari dengan cepat menuju gerbang belakang.

"Tunggu dulu, orang baru!!!" Tiba-tiba Rigaz memanggil, aku menoleh ke belakang.

"Setelah menyeratkan amplop itu. Besok, tepat setelah matahari terbit. Temui aku di Communal Garden." Lanjutnya.

Tepat setelah mengatakan itu, tiba-tiba tubuhnya roboh.

"Gawat Jack, tampaknya dia kehabisan darah dan pingsan" Kata Hikari.

"Tenang saja. Dia pasti sengaja melakukannya, semua itu agar kita yang terlihat mengalahkan mereka semua." Jawabku.

Tanpa ragu, kami berlari dengan cepat menuju gerbang belakang Easgard Mansion. Kebingungan masih berkecamuk di pikiran kami. Siapa sebenarnya Rigaz, apa yang dia lakukan dengan orang-orang Timerian? Apa yang sedang terjadi sebenarnya?

Semua itu mungkin akan terjawab setelah kami menyerahkan surat ini. Lalu menemuinya di Communal Garden.


Project : Nothing... :fa:
2013-01-17, 22:11
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Nakamida 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 18
Thanked : 0
Engine : Multi-Engine User
Skill : Skilled
Type : Event Designer

a


Terakhir diubah oleh Nakamida tanggal 2013-01-18, 15:05, total 1 kali diubah
2013-01-18, 02:07
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

Sigh... cerah... terlalu cerah...

Jack terus mengumpat didalam hati. Cuaca di kota Ashgard sangat terik dan menyiksa, matahari musim panas menggantung tepat di pusat hamparan langit. Tersenyum sambil menggulirkan tubuhnya dengan pelan ke arah barat. Sementara di bawahnya, Jack dan Liliana harus berjuang untuk menembus barikade orang-orang yang lalu lalang di tengah keramaian pasar. Jack berkali-kali membasuh wajahnya yang berkeringat dengan sapu tangan lusuh pemberian ibunya. Sedangkan Liliana terus mengikuti Jack dari belakang sambil memutar-mutar parasol biru kesayangannya.

Jack mengadah ke langit, ia melihat awan-awan telah menghilang tanpa jejak. Jack berpikir mungkin mereka bersembunyi dibalik langit biru, atau mungkin mereka kabur bersama angin menuju ujung dunia. Tidak ada yang pernah tahu, karena memang tidak ada yang pernah memperdulikannya selain Jack.

Di tengah perenungan kecilnya, tiba-tiba dada Jack membentur bahu seseorang. Benturan itu agak keras, sampai membuat langkah Jack dan Liliana berhenti mendadak.

"Maaf, kau tidak apa-apa...?" Tanya Jack refleks kepada orang yang ditabraknya. Atau mungkin orang yang menabraknya.

Jack sedikit terperangah, ketika melihat penampilan yang mencurigakan dari orang tersebut. Ia bertudung dan memakai sebuah topeng rubah. Jack dan orang itu sempat beradu pandang untuk sesaat. Kemudian orang itu mengalihkan pandangannya kepada Liliana.

Tanpa mengucapkan sepatah-katapun, orang bertopeng itu melenggok begitu saja tanpa menghiraukan Jack. Jack hendak mengejarnya, namun orang itu telah menghilang bak di telan bumi. Jack mendecak kesal.

"Sepertinya ia adalah orang dari timur, negeri para ronin. Topeng yang dikenakannya sangat khas! kakak mempunyai banyak topeng seperti itu di dinding kamarnya." Ucap Liliana. Jack hanya menoleh dan tersenyum kecil kepada Liliana.

ya... negeri para ronin, dan juga... assasin

Setelah agak lama berjalan, tiba-tiba Liliana berjingkit dan menunjuk sebuah toko senjata, "Ah, itu dia tempat yang kita tuju...!"

Jack dan Liliana pun bergegas masuk kedalam tempat besar itu. Setibanya dialam mereka langsung disambut oleh para pelayan toko. Liliana terlihat kebingungan ketika melihat banyak tumpukan senjata disekitarnya, salah seorang pelayan pria berwajah ramah datang menghampiri Liliana.

"Ah, nona Liliana, apa ada yang bisa ku bantu...?"

Liliana segera menoleh, "I-iya... aku mencari sebuah belati indah yang terbuat dari keramik. Seseorang mengatakan bahwa ia membelinya dari toko ini."

pelayan itu menaikan alisnya, "Oh, ya.. ya.. mungkin maksud anda belati keramik dari desa ikonoka...? benda itu sangat laris dan langka, Ehm... biar kulihat stoknya dibelakang."

Liliana mengangguk, pelayan itu segera berlari kecil ke gudang toko. Liliana menunggu dengan penuh harap. Namun tak lama pelayan itu kembali dengan wajah segan.

"Maaf nona... tapi belati itu sudah habis terjual... dan kami tidak akan mendapat kiriman lagi dari desa Ikonoka sampai perang berakhir..."

Liliana terlihat sangat kecewa, ia sangat ingin menghadiahkan belati tersebut kepada kakaknya, karena ia tahu kakaknya adalah seorang pengoleksi senjata unik.

Jack mendekati Liliana dan berusaha untuk menenangkannya, "Mungkin kau harus mencari hadiah lain..."

Liliana berusaha tersenyum dan mengangguk.

Jack hendak mengatakan sesuatu, namun ia tak sanggup ketika melihat Liliana yang sedang bersedih. Namun pada akhirnya ia memaksa untuk mengatakannya.

"Maaf nona Lilian, tapi mungkin dari sini kau harus berbelanja sendiri... aku ingin kembali ke mansion untuk memastikan Roan baik-baik saja..."

Liliana kembali cemberut, setetes air mata jatuh dipipinya.

"Baiklah, aku akan pergi sendirian saja..."

Liliana segera berlari keluar toko dan berbaur dengan keramaian pasar. Jack terlihat sangat menyesal ketika melihat air mata Liliana, namun ia akan lebih menyesal jika sesuatu terjadi pada Roan. Jack pun keluar dari toko menuju mansion.

***

Di dalam mansion Jack segera berlari menuju perpustakaan. Ia membuka pintu dengan tergesa-gesa dan melihat pemandangan yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup.

Roan yang berselimutkan jubah hitam tergeletak bersimbah darah dilantai dengan belati keramik menancap didadanya.

Jack segera mendekati Roan yang sekarat. Roan hendak berbisik pada Jack. Jack mendekatkan telinganya.

"assasin dari black viper fang... dia juga yang telah membunuh ayah dan ibu... balaskan dendamku Jack... berjanjilah..."

Jack mengenggam erat tangan sahabatnya. Bulir air mata mulai membasahi pipinya.

"Aku berjanji..."

"dan satu lagi... tolong bawa Liliana ke akademi penyihir... dia akan aman berada disana..."

setelah itu Roan mengembuskan nafas terakhirnya.

pembunuh bertopeng rubah... aku akan mencarimu...

OOT :
-maaf ceritanya diburu-diburu. Jack nanti ketemu Liliana yang sudah menjadi penyihir, dia ikut bantuin jack. pembunuh Roan masih belum ditentukan (menurut kalian siapa?) yang pasti petunjuknya dia itu pembunuh bertopeng rubah.


malasnya...
2013-01-18, 14:08
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

Setelah berlari beberapa lama, kami akhirnya tiba di gerbang belakang Easgard Mansion. Tampak 8 orang penjaga menoleh karena mendengar suara langkah kaki kami.

"Hei!!! Berhenti kalian penyusup!!!" Teriak salah satu penjaga.

"Benar kata Rigaz, hanya 8 orang." Gumam Hikari, sembari bersiap menghunuskan katananya.

BAK!!! BUK!!! BAK!!! BUK!!!

"Ehh?? Kenapa kau??"

Hikari terkejut melihat aku menerjang & menghajar kedelapan penjaga tersebut.

"Beri aku satu kali kesempatan untuk terlihat keren. Dari tadi kau saja yang beraksi" Kataku.

"Kau sama sekali tidak keren!!! Tau!!!" Gerutu Hikari. Aku hanya tertawa kecil melihat dia cemberut.

Kami terus berlari menerobos hutan Dark Wood. Dan benar seperti kata Rigaz, banyak sekawanan serigala yang berkeliaran di tengah Darkwood malam ini. Cukup banyak mengeluarkan energi, kami berhasil melewati kepungan kawanan-kawanan serigala tersebut.

Singkat cerita, kami berhasil melewati Darkwood dan telah tiba di City Hall. Di pintu masuk, kami ditanyai oleh penjaga.

"Maaf. Ada perlu apa kalian datang ke City Hall malam-malam begini"

Dengan nafas masih terengah-engah, Hikari menjawab.

"Kami ingin menyerahkan surat ini kepada Mayor Sir Edward Languey" Kata Hikari, sambil menunjukkan Surat dari Rigaz.

"Ini? Surat perintah dengan segel resmi Timerian?? Kenapa dikirimkan ke sini??" Tanya penjaga itu terheran-heran.

"Maaf, kami tidak bisa ceritakan. Yang harus kami lakukan sekarang adalah memberikan surat ini langsung ke Sir Edward" Hikari menegaskan.

Para penjaga tersebut berbisik dengan rekannya. Sepertinya mereka agak ragu mengijinkan kami masuk. Tak lama, penjaga tersebut kembali berbicara dengan kami.

"Baiklah. Susuri terus saja koridor ini. Kalian akan menemukan ruangan Mayor. Ketuk saja pintunya" Katanya

"Terimakasih, Pak!"

Kami melangkah masuk ke City Hall. Terus menyusuri koridor besar, hingga sampai di sebuah pintu besar. Aku mengetuk pintunya.

"Masuk..." Kata seseorang dari balik pintu

Kami membuka pintu. Di dalam ruangan, tampak seorang pria paruh baya sedang memandangi jendela.

"Permisi, apakah anda Sir Edward Languey?" Tanya Hikari.

Orang itu menoleh.


"Benar. Apa ada yang bisa saya bantu, nona?"

"Kami ke sini mencari anda untuk menyerahkan surat ini"

Hikari menyerahkan amplop berisi surat yang asli kepadanya.

"Hmmm... Surat apa ini? Coba aku lihat..."

Sir Edward membuka amplop tersebut, di dalamnya berisi 2 lembar surat. Yang satu tertulis di kertas lux, yang satunya tertulis di kertas biasa. Kemudian Sir Edward membaca surat yang tertulis di kertas lux. Tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi tegang.

"I-ini? SURAT PERINTAH PENYERANGAN GRAND CAPITAL DARI SIR EASGARD?" Teriak Sir Edward, saking kagetnya.

Kami semua terkejut.

"Me-mengapa Timerian ingin menyerang Edensia, sekutunya? Ini akan menjadi masalah besar bagi hubungan baik antara Timerian dan Edensia!!!" Gumam Sir Edward.

"Tenang, Sir... Mungkin, surat yang satunya lagi dapat menjelaskan semua ini." Kataku menenangkan.

Kemudian, kami membaca surat yang satunya lagi.

Hormatku kepada Sir Edward Languey, Mayor Grand Capital.

Dalam amplop ini. Selain surat ini, saya sisipkan sebuah surat yang tertulis di kertas lux. Itu adalah surat perintah resmi yang ditulis langsung oleh Sir Easgard. Penyerangan akan dimulai esok hari dengan pasukan berjumlah besar, setelah para mata-mata Sir Easgard mensabotase keamanan kota dengan melumpuhkan penjagaan Grand Capital dari dalam.

Namun, menurut hasil penyelidikan saya. Sir Easgard tidak melakukan ini karena perintah dari Timerian, melainkan atas keinginannya sendiri. Sepertinya, dia ingin menguasai Edensia.

Bila anda sudah membaca surat ini dan mengetahui situasinya. Saya mohon dengan sangat, agar anda segera memanggil bala bantuan. Untuk memukul mundur pasukan Sir Easgard. Peringatkan juga Raja agar meningkatkan kewaspadaannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di istana.

Dan yang terakhir, ini untuk mencegah mata-mata Sir Easgard melumpuhkan penjagaan kota. Temui seorang gadis di Heavenly Nights Inn. Dia adalah rekanku, seorang Sorceress. Dia memiliki kemampuan untuk melacak para mata-mata itu.

[i]Nasib Kerajaan Edensia berada di tangan anda.

Tertanda, Rigaz.


========================================================================

Apa yang akan terjadi selanjutnya??? Monggo dilanjutin, coz ane udah kehabisan ide... :hammer:


Terakhir diubah oleh Ekacek tanggal 2013-01-18, 17:32, total 1 kali diubah
2013-01-18, 16:21
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

OOT:
:ming: @eka ganti aja yg ada Abicardo & Gyne, lagian tulisan si Nakamida dah di delet :lol:
Gw jg gak ngerti, siapa mereka :megusta:
Jd bingung, bener ceritanya :swt:
Juga, yg gak kalah epic :lol: si Hikari pernah jelasin bahwa dirinya anggota Black Viper's, dan sebenarna si jack juga tau yg mbunuh Roan tuh dari Clan Viper... Nah lho? gimana nih :o


Sir Edward terlihat jelas sedang bingung. Aku pun tak tahu harus menanggapi apa tentang keadaan ini karena jelas, aku disini- dikota Grand Capital ini, hanyalah seorang pengunjung, tidak lebih. Mungkinkah alur ini adalah takdir? atau seseorang sedang memancingku terhadap sesuatu? paradox.
"Kita tak punya waktu banyak, terimakasih atas pengiriman suratnya anak muda."
Sir Edward menggeleng-gelengkan kepala sembari kebingungan dengan keadaan. Kemudian ia membalik dan berjalan cepat munuju Mansionnya.

"Sekarang apa?" Hikari tiba-tiba bertanya dengan nada datarnya.
"Mengakhiri posisi kita, sebagai partner-gila ini."
"Hah? apa maksudmu partner? dan gila?" Mimik Hikari pastilah kesal dengan ucapan ngasalku, tapi sedikit lucu.
"Sejak kapan kita ber partner?! Kau yang gila!!" Lanjut Hikari.
Aku memalingkan badan, segera meninggalkan tempat ini, sepintas terpikir kemana tujuanku sekarang?
"Terserah... Bye!! Sebaiknya kau jangan ikut campur dalam urusan perang antar kerajaan Timerian dan Edensia."
"A- apa maksudmu?"
"Entahlah.."
Aku menghela napas dan kembali berkuak.


"Mungkin ini akhir pertemuan kita, jangan membuntuti aku lagi, aku benar-benar muak dengan situasi aneh ini."
Aku berjalan tanpa menoleh, berharap semua berjalan lancar, pergi dari sini dan mencari clue-clue lain tentang kematian Roan. Dan pikiranku mulai teringat tentang seorang Sorceress yang tadi Sir Ed katakan.
"Kau yakin? untuk kali ini, baiklah... Maaf karena membuatmu repot." teriak Hikari agak keras.

*Selalu~


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-18, 17:58
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

OOT :
- awalnya saya juga bingung dengan tokoh Abicardo & Gyne :swt: sempet mengeluh dalam hati, "Agh... jangan munculin tokoh baru dulu... bikin bingung..." juga saat tau akan ada peperangan, "konflik baru... *sigh ceritanya makin ruwet nih...", namun karena sadar ini adalah cerita bersama, saya pun memaklumi. akhirnya saya membuat cerita agak panjang dimana saat telah selesai malah keduluan oleh Reydvires :mewek: , saya pun terpaksa mengedit cerita namun lebih pendek.

========================================================================================

Aku memutuskan untuk bermalam di kota Grand Capital. Hari ini benar-benar sangat melelahkan, pagi hari telah membuat masalah dengan pengawal timerian. siangnya dikejar-kejar monster. lalu sore hari harus melewati dark wood. Rasanya badanku akan meleleh. Aku membutuhkan sebuah ranjang yang empuk untuk melepaskan penat. Langkahku terhenti ketika melihat sebuah papan nama yang menempel di sebuah bangunan besar.

Heavenly Night Inn...

Nama yang bagus untuk sebuah penginapan. terbayang olehku ranjang empuk dan aku yang sedang tertidur lelap di atasnya. entah mengapa nama itu terdengar familiar, namun aku tidak ingin berusaha mengingatnya karena tubuh dan pikiranku sudah sangat lelah.

Aku masuk ke dalam penginapan, dan berjalan menuju counter.

"Tolong satu kamar untuk semalam..." pintaku pada seorang pelayan penginapan berwajah cantik.

"Maaf, tapi penginapan kami sudah penuh..." jawabnya datar. wajahku langsut pucat mendengarnya. bayangan kasur empuk dan aku yang tertidur lelap tiba-tiba buyar.

*SIGH

rasanya aku ingin pingsan. dimana lagi aku akan tidur, jalanan? tidak mungkin. tubuhku ingin kasur yang empuk, bukan aspal keras dan berdebu.

aku pun menjauhi counter dengan langkah gontai. sampai tiba-tiba sebuah suara serak basah memanggilku.

"Jack...!!"

aku menoleh pada sumber suara, mata lelahku tiba-tiba melotot ketika melihat sosok yang memanggilku.

"Nona Lilian...?!"

Liliana berdiri memandangku. Liliana yang dulu kukenal sebagai gadis kecil pemalu telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang umm... sexy.

"Aku tak menyangka kita dapat bertemu disini..." ucap Liliana. suaranya benar-benar sangat menggoda.

"Ya... aku juga..." aku benar-benar terpaku melihat perubahan Liliana, wajahnya... suaranya... tubuhnya... dan sikapnya. semua benar-benar telah berubah.

"Bagaimana kabarmu...?" tanya Liliana.

"Tidak terlalu baik... aku tak menemukan tempat untuk tidur..."

"Oh! bagaimana jika kau tidur sekamar denganku...?"

aku hampir mimisan mendengarnya.

"Kamarku mempunyai dua kasur... hahaha, jangan pernah berpikir kita akan tidur satu kasur..." Liliana tertawa kecil.

"Ah, ya tentu saja... hahaha..." wajahku memerah.

sial, mengapa si gadis kecil Liliana dapat membuatku seperti ini. aku merasa agak malu.

kami duduk di dekat meja dan berbasa-basi. wajahku dan Liliana berubah menjadi serius ketika kami membicarakan pembunuh Roan.

"Aku mengetahui informasi tentang pembunuh kakakku..." ucap Liliana.

"Apa yang kau ketahui...?" aku memajukan wajahku.

"Pembunuh bertopeng rubah itu adalah pemimpin klan assasin black viper fang..."

"sudah kuduga..."

"dia mempunyai seorang anak gadis bernama hikari..."

aku terperangah.

"kau mengetahui sesuatu...?" tanya Liliana.

"aku mengenal Hikari..."

*SIGH

aku mengetahui Hikari adalah anggota assasin black viper fang, namun mengapa aku membiarkannya pergi? sepertinya aku benar-benar sedang lelah.

"Dimana dia sekarang...?" Liliana menaikan nadanya.

"Dia pergi meninggalkanku. Kita akan mencari dia besok... aku yakin dia menuju persembuyian black viper untuk melaporkan situasi... malam ini sebaiknya kita beristira.."

"Kita kejar dia malam ini...!"

Liliana menarik kencang tanganku, tubuhku tergusur. persis seperti caraku bangun di pagi ini.

AGGGGGHHHHHH!!! kasur empukku...

========================================================================================

silahkan lanjutkan...


malasnya...
2013-01-18, 18:27
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

APA?? KEDULUAN RADS??? :huaa:
Padahal baru aja selese bikin adegan pas ketemu Lilian di Inn... :ok:

Gapapa lah... Lanjut ae... :close:

OOT : @eyd : Sip, ane sudah ubah!!! :D

Tapi, ente juga perlu ngubah satu hal : Sir Edward Languey memang ada di kantornya di City Hall, gara-gara Nakamida ngapain dia malem-malem ke Communal Garden. Nanti kena sanksi lagi karena bolos kerja... :ming:

Kalo soal pas menyusup di Easgard Mansion, Hikari yang di cerita ngaku Black Viper's Fang dan Jack kok kayak gak ada reaksi gitu. Karena, setelahnya flashback bikinan Shikami ente bikin kecepetan!!! :huaa:

Harusnya, pas itu flashbacknya lanjut terus ampe yang dibikin Rads terakhir... =w=b


@Rads : Kalo masukin konflik peperangan karena Reyd masukin adegan persekutuan Sir Easgard dengan Rigaz... Jadinya, ya sama-sama bingung deh... :ok:

========================================================================

Meski mataku berat akan rasa kantuk yang seakan tak terhingga. Lilian terus dengan gigih berlari menarikku. Sial, kenapa sih aku gak dapet waktu istirahat! Keluhku dalam hati.

Ehh, tunggu dulu. Aku jadi ingin menanyakan sesuatu.

"Liliana, apa kau rekannya Rigaz?"

"Ehh, kau kenal Rigaz?" Tanyanya heran.

"Orang itu melalui surat menyuruh aku untuk menemuimu di Heavenly Nights Inn"

"Apa? Surat? Apakah itu surat perintah Sir Easgard?"

"Benar, apa kau bisa menceritakan mengenai Rigaz"

"Tidak ada waktu lagi untuk hal itu!!! Jika Rigaz sudah mengirim surat itu, berarti penyerangan akan dilakukan dalam waktu dekat!!!"

"Benar, penyerangannya akan dilakukan esok hari. Dan kau ditugaskan olehnya untuk melacak mata-mata."

"Apa?" Dia terkejut. Sepertinya dia tidak menduga hal itu.

"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang. Mengejar Hikari, atau melacak para mata-mata Easgard???"
Lanjutnya lagi.

"Entahlah, kau yang menarikku. kau yang menentukan jalannya" Kataku dengan malas.

"Huhhh... Kau tetap tidak berubah, Jack." Liliana cemberut.

"Itulah aku... Beda jauh denganmu Hehe..." Kataku sambil tertawa kecil

"Apa maksudnya itu??" Geram Liliana

Liliana berhenti. Tampaknya dia memikirkan tujuan selanjutnya.

========================================================================OOT : Biar enak, mulai sekarang di akhir paragraf, dikasih pilihan ngelanjutin aja. Biar arah ceritanya lebih jelas, gimana?? :hmm:

A. Mereka pergi mencari Hikari.
B. Mereka melacak para mata-mata.

C. Mereka balik lagi ke Inn karena Liliana ngerasa kasihan ngelihat Jack yang udah kecapekan setengah mati.


Project : Nothing... :fa:
2013-01-18, 19:10
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

OOT :
- =)) pada keduluan... mending sebelum ngetik, post dulu. biar member lain tau kita lagi bikin kelanjutannya. :v

- btw dalam cerita ada dua masalah yang muncul, kita fokus ke masalah mana dulu? nyari pembunuh Roan atau peperangan Timerian & Edensia? pendapat saya, karena mencari pembunuh Roan adalah masalah utama yang mana jika pembunuhnya ditemukan maka cerita akan berakhir, maka kita fokus ke masalah peperangan dulu. :v

- saya pilih opsi C :v karena saya suka plot yang tak terduga.

- mengetik selesai...

- haduh... padahal udah ngetik :( , gak apa deh, mungking terlalu lama. (sering afk soalnya) saya post aja. ceritanya sambung dari ekacek :v

========================================================================

Liliana menunggu jawabanku, namun belum sempat aku berkata sesuatu tiba-tiba...

*BRUKK

aku jatuh pingsan. cahaya mulai redup dalam penglihatanku. aku benar-benar kelelahan...

***

saat aku terbangun aku sudah berada di dalam sebuah kamar. aku merasakan sesuatu yang lembut dibawah badanku...

ah... kasur empuk...

rasanya sangat nyaman, terbaring di atas kasur empuk adalah keinginan terbesarku untuk hari ini. aku pun melemaskan tubuhku dan memejamkan mata... aku mulai meninggalkan dunia ini dan pergi melayang ke surga alam mimpi... aku memejamkan mataku perlahan... perlahan... perlahan... sampai...

ZZZZZZZZ.....

"THUNDER...!!"

"GWAHHHHHH...!!"

"Sempat-sempatnya kau tertidur...!! apa kau tidak mendengar kegaduhan diluar sana...?!"

saat aku membuka mata Liliana sudah berdiri di depan jendela dengan wajah was-was. dari luar jendela terpantul sebuah bayangan cahaya berwarna merah. Aku dengan rambutku yang hangus bangun dari kasur empuk menuju jendela. AKu terkesima ketika melihat apa yang terjadi diluar sana.

gudang senjata Grand Capital terbakar...! apinya sangat besar sampai bisa dilihat dari seluruh penjuru kota.

"Sigh... andai tadi kita segera mencari mata-mata musuh... mungkin hal ini tidak akan terjadi..." Liliana melirik ke arahku.

"Kenapa kau seakan menyalahkanku...? kenapa kau tidak mencari mata-mata itu sendirian...?" protesku.

"Itu karena... ehmm..." Liliana terlihat salah tingkah.

aku mengamati suasana sekitar kamar. terlihat ada yang salahi...

Kasurnya hanya ada satu...!

"Lilian...! jangan katakan barusan kita tidur satu kasur...?!"

Liliana terdiam sesaat.

"aku sudah memimpikan ini dari dulu..." Liliana tersipu malu sambil terpejam dan menyentuh pipi dengan kedua tangannya.

Oh tuhan! bagaimana mungkin Liliana si gadis kecil pemalu dapat menjadi wanita agresif seperti ini! apa yang sudah akademi sihir ajarkan kepadanya...!

"Tadi kau tidur begitu nyenyak... sampai kau tidak menyadari..." Liliana kembali tersipu.

"me.. menyadari apa...?" pikiranku mulai melayang.

"Ini..." Liliana menyodorkan sebuah cermin kepadaku.

"Ka-kau mencorat-coret mukaku dengan lipstick...?!!" aku berteriak sambil menjenggut rambutku sendiri.

"hahaha... itu menyenangkan..."

"Apanya yang me.."

*DUAAR

sebuah ledakan terdengar dari arah istana. aku menduga ledakan itu berasal dari sihir.

"Sigh... tidak ada waktu untuk ini... aku ingin tahu apa yang terjadi..."

aku segera meloncat dari jendela kamar penginapan, lalu berlari menuju arah istana. Liliana mengikutiku dari belakang.

aku tiba di halaman istana. aku terkejut ketika melihat apa yang sedang terjadi.

puluhan penyihir istana sedang melawan seorang pria bertopeng rubah.

topeng rubah...!

melihat kedatanganku, pria itu segera melemparkan bom asap dan menghilang.

seorang penyihir istana berlari ke arahku.

"Siapa kalian...!"

Liliana maju kedepan.

"Aku adalah agen yang bekerja untuk tuan edward. dengar baik-baik, kota ini telah disusupi oleh mata-mata. kalian harus mencari mereka...!"

Penyihir itu terdiam sesaat, penyihir yang lain mengepung kami dan mengarahkan tongkat mereka.

"a-apa maksudnya ini...?" Liliana mundur ke arahku.

"sepertinya... kami adalah mata-mata yang kalian cari..." ucap penyihir itu.

Liliana memejamkan matanya sesaat.

"Ya... kalian bukan penyihir istana... aura sihir kalian dipenuhi oleh kekuatan iblis... kalian adalah dark order... penyihir yang bekerja untuk kejahatan... sigh, seharusnya aku bisa menyadari keberadaan kalian..."

"Apa yang harus kita lakukan sekarang Lilian...?"

========================================================================



malasnya...


Terakhir diubah oleh Radical Dreamer tanggal 2013-01-18, 20:24, total 1 kali diubah
2013-01-18, 19:15
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

OOT: Keduluan :fa:
@Eka :lol: kalo kasih pilihan, bukan pure imajinasi lagi dong ceritanya :ngacay2: dan kalo pake gitu, gw malah ngerasa jalan ceritanya dibatasi :lol: padahal dari Rules nya, gak ada ketentuan kerangka pasti :lol: (entah gak tau, males, telat, atau lupa :ming) Lanjut ajalah~
Oh ya, 1 hal lagi, ceritanya gak akan sampai sini kalo si Rigaz gak bersekutu juga ama Sir Easgard :lol:
@Rad :hihi: sorry nyerobot, wa gak mau ketinggalan yg ini :lol:


Perlahan fokusku hilang, entah karena capai atau apa... mataku benar-benar buram sekarang. Dikegelapan malam, aku hanya melihat pohon saja sekarang, dan tak ketinggalan, dengan cengkraman Liliana.
"Pilihan yang tepat sih melacak mata-mata, karena itu tugas mu." suaraku sayup-sayup.
"Tapi pilihan terbaiknya, kembali ke Inn dan istirahat dikasur yang empuk, nona." *hoam* lanjutku. Aku benar-benar kehilangan kendali sekarang, tubuhku seperti hilang keseimbangan dan perlahan jatuh, segera merasakan nikmatnya tidur beralaskan tanah. Namun sepersekian detik sebelu saya terjatuh...
*Boing* "Ahh... ada bantal ternyata ditanah."
"Ehhhhh!!! Menjauh~" *PLAK
Sebuah tamparan dari seorang gadis sexy mendarat tepat di pipiku, mimisan, dan kali ini aku benar-benar berbaring dibawah tanah.
"Ahh... akhirnya bisa tiduran." Suaraku memudar.
"Apa yang kamu lakukan!" Liliana terlihat marah, namun aku tak bisa mendengar jelas perkataannya.
"Eh? kenapa pingsan? Jack, Jack!?"

***

Tempat berbayang, itulah yang bisa kulihat sekarang, pikiranku runyam, hampir tak bisa mengingat apapun.
"Kau sudah bangun, Jack."
Ahh... suara itu, pastilah dia Liliana. Memoriku mulai kembali, melihat keadaan sekitar dan bravo... Aku berada dihutan bersama seorang gadis.
"Ah... rasaya aku belum bangun."
"Ahahah~ kau dari dulu pandai bergurau Jack. Kau sudah terlelap 10mnt-an. Jadi kita harus bergegas kembali untuk mencari mata-mata."
Huftt~ "Baiklah, nona." jawabku sambil senyum, dan tak kusangga di membalasnya kembali dengan senyuman, yang indah.
"Ayo!!" Liliana berdiri dan kembali menarik lenganku, argh~ apakah hal ini sedang trend? menarik lengan seenaknya.


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-18, 19:26
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

Pada keduluan mulu nih... =))
Pake cara Rads aja deh, ngepost dulu baru ngetik...

@Rads : Setuju... =w=b . Tapi, Reyd keduluan milih plot B... :lol:
@Reyd : Ohh iya ya... Oke dehh... Tapi kita pake cara Rads aja deh, biar gak pada keduluan... :lol:

Btw, berarti ceritanya lanjut untuk melacak mata-mata yo...


===========================================================================

"Lari lebih cepat, Jack!!! Kita sudah tidak punya waktu lagi!!!" Teriak Liliana.

Dengan keadaan setengah sadar, aku mengangguk. Tapi, tetap saja langkahku terasa berat.

Jack!!! Huh!!! Kalau kau tetap begini, terpaksa kugunakan sedikit mana-ku Gerutu Liliana.

Liliana berhenti berlari dan memegang dahiku. Dia bergumam sesuatu, mungkin mengucapkan sebuah mantra.

APA??? MANTRA???

VIM FULMINIS!!! (Power of Thunder!!!)

"Arghh!!!" Jeritku.

Tubuhku terpental ke belakang, mendarat di sebatang pohon.

GUBRAK

"Waduh, maaf! Terlalu keras ya?" Kata Liliana cemas.

Aku mengelus-ngelus kepalaku, sakitnya~

"Apa maksudmu melakukan itu?" Teriakku

"Maaf, aku bermaksud untuk memulihkan tenagamu dengan sedikit sengatan listrik" Liliana tampak sedikit menyesal.

"Sedikit kau bilang??? Hingga aku terpen..."

Aku terdiam. Tiba-tiba saja kurasakan rasa kantukku menghilang dan tubuhku kembali terasa segar!

"Hei, benar katamu. Hebat... Tenagaku pulih! Apa yang kau lakukan tadi?"
Tanyaku sedikit terkagum-kagum.

"Ehh... Itu... Hanya sihir pemulihan biasa kok, Itu pelajaran paling dasar yang kudapatkan di sekolah" Jawab Liliana sedikit tersipu.

Wah... Ternyata tidak ada ruginya kau bersekolah di Hazarde's Sanctum ya...

"Tentu saja!!! Memangnya untuk apa aku dikirim ke sana?? Ayo!!! Kita tidak punya banyak waktu lagi!!!"

Aku beranjak bangkit.

"Lalu, ke mana kita sekarang?" Tanyaku

"Untuk melacak mereka, aku membutuhkan sebuah tempat yang tinggi, tempat yang memungkinkanku untuk melihat seluruh Grand Capital"
Katanya.

"Wah, aku tidak kenal daerah ini. Jadi, tidak tahu tepatnya. Tapi, sepertinya, di sebelah utara ada sebuah menara yang tinggi"

"Kalau begitu, cepat kita ke sana" Liliana kembali menarik tanganku. Kami berlari menuju utara.

========================================================================

OOT : Kok perasaan sifatnya Liliana sama ya ama Hikari?? :huh:
Ane kira dia Dandere gitu, malah jadi Tsundere kayak Hikari... :o
Berkali-kali ane salah ketik Liliana jadi Hikari... =))






Project : Nothing... :fa:
2013-01-18, 21:07
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

OOT :
singkat saja...

========================================================================================

aku dan Liliana telah berada di puncak menara utara, sebuah menara jam tua. angin berhembus sangat kencang, jubah Liliana berkibar karena tertiup angin. aku berniat untuk mencuri pandang, namun niat itu batal ketika tiba-tiba mataku kemasukan kerikil.

"AGH...! mataku...!"

Liliana tidak menghiraukanku, ia memejamkan mata dan mengucapkan sebuah mantera sihir.

"Detect...!!"

========================================================================================

tunggu, disini saya bingung :huh: , ko' si Liliana bisa tahu mata-matanya ya... walau pake sihir tapi... ko' bisa? :why: ada yang bisa kasih alasan? sekalian lanjutkan.

oh iya buat pembaca setia mungkin bisa kasih komentar tentang cerita kita. :> (hmm... pembaca setia? :galau: *negatif thinking)



malasnya...
2013-01-18, 21:47
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Just OOT: @Rad: "Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang. Mengejar Hikari, atau melacak para mata-mata Easgard???" Itu tulisan Eka :ming: dari situlah dia tahu mata-mata

Sorry cuma komen, lg gak dapet inspirasi :megusta:
Dan Tulisan Rad sebelumnya tabrakan sama ane kah :o ??


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-18, 22:09
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

Angin berhembus makin kencang, membuatku terpaksa memanggil Liliana dengan berteriak.

"Liliana!!! Kau berhasil menemukan mereka??" Teriakku, sambil mengusap mataku dari kerikil. Well, aku bingung entah kenapa bisa ada kerikil yang melayang di tempat setinggi ini.

"Sudah!!! Jack!!! Aku menemukan mereka!!! Mereka berjumlah 7, tersebar di masing-masing Guard Tower" Teriak Liliana.

Aku berlari mendekatinya.

Ngomong-ngomong, aku masih penasaran. Bagaimana wujud mata-mada Easgard itu? Tanyaku

"Kenapa kau tidak tanya saja sendiri padanya!" Liliana tiba-tiba menunjuk ke atasi. Tampak sesosok bayangan hitam. Bayangan tersebut kemudian mendarat tepat di depan kami.



Terang saja aku terkejut.

"Wuahh!!! Apa itu?"

"Zealot!!! Pengikut "Order of Obscurum. Mereka adalah satuan supranatural rahasia Timerian. Sepertinya, dia datang ke sini karena tertarik dengan energi mana yang kulepaskan." Wajah Liliana berubah serius.

"Apa itu??? Aku tidak mengerti???" Aku kebingungan, saat aku menoleh kembali ke arah sosok yang disebut Zealot itu. Tampak sebuah bola api hitam melesat ke arahku.

"Awas Jack!!!"

"Ehh???"

BOOM!!!

Pandanganku tertutup oleh asap hitam. Saat asap hitam mulai menipis, Liliana sudah berada di depanku. Tubuhnya dikelilingi oleh semacam bola energi. Sepertinya dia berhasil menangkis serangannya.

"Dia kuat juga, uhh..."

"Liliana, kau tidak apa-apa?"

"Tenang, aku hanya tidak menduga akan datangnya serangan tadi. Nah, sekarang aku butuh bantuanmu Jack"


"Untuk apa?"


"Sebentar lagi Zealots yang lain akan datang ke tempat ini. Sebelum itu terjadi, kita harus mengalahkan yang ini dulu."

"Bagaimana caranya? Dia terlalu kuat"

"Gerakannya mungkin sangat cepat, dan dia dapat terbang. Tetapi, bila aku lumpuhkan dia dengan Paralysis-ku. Kau dapat menyerang dan membunuhnya dengan mudah"

"Apa?? Oh... Baiklah, aku mengerti..."

Pertarungan kami melawan Zealots pun dimulai...

========================================================================

OOT =
@Rads : Itu alasannya kenapa cuma Liliana yang bisa melacak mata-matanya. Karena para penyihir bisa saling merasakan energi mana penyihir yang lain. Hehehe...
Maaf, bikin bingung... :hammer:

@Reyd : Kaga kok. Menurut ane, cerita kita masih waras... :D

Nah, yang punya ide buat nyeritain pertarungannya, silahkan lanjut... :D


Project : Nothing... :fa:
2013-01-21, 17:14
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Keadaan menjadi tegang, tak seperti sebelum-sebelumnya, kali ini aku menghadapi sesosok makhuk aneh, seperti Grim.
'infern.'
Aku mendengar sebuah kata yang sayup dari monstrer itu, seketika mulut Zealot ini terbuka lebih lebar dan menembakkan api dengan kecepatan tinggi. Seperdetik serangan itu bisa menghanguskanku, tapi Liliana ternyata menangkisnya untuk kedua kalinya.
"Uh? kau tak apa-apa, nona?"
"Jangan panggil saya nona lagi, Liliana saja." ketusnya dengan wajah serius, belum pernah kulihat dia sengeri ini.
"Thundrus!" kilatan petir menyambar Zealot, agak sedikit menjauh tapi kali ini dia menghilang.
"K- kemana monster itu?!" kataku dengan nada sedikit pengecut.
"Blast Aura!" seketika monster itu tampak lagi, namun lebih dekat dari sebelumnya, tanganku yang sedang mencengkram pedang dengan reflek menebasnya. "Rasakan ini!"
Namun, apadaya, monstrer itu anti-melee.
"Ahahahaa~ kau ini menggurau, dia type ghost, jadi gak mempan dengan melee, harus type magical-"
Perkataan Liliana terhenti karena Zealot itu menyerang tiba-tiba.
"Liliana!" aku tak menyadarinya juga, parahnya ia terpental hampir keujung menara.
"Arg.. Sialan!!"
Aku tahu benda ini tak dapat melukai makhluk aneh ini, satu-satunya cara menggunakan magical-type untuk melukainya. Aku punya dua magical-ability~
"Flame of Spirit." kataku bernada rendah.
Spell yang aku gunakan berhasil, sebuah Spirit api keluar, besarnya terlihat setara dengan monster Grim itu.
"Kalahkan dia!" sementara Spirit-ku melawan Zealot, aku menolong Liliana bangun dan menjauh dari menara.
"Kita harus mencari tempat berlindung, kau tidak apa-apa?" keadaan yang rumit membuatku sedikit memaksa Liliana berjalan cepat.
"Uh~ mungkin hanya terkilir..."
*WUSSH~*
Aku sedikit tersentak dengan suara aneh tadi, kemudian mencoba tuk melihat keadaan.
"A- apa? mereka sudah berdatangan."
Situasi ini, entahlah~ pikiranku mulai mengingat sesuatu lagi....

OOT:
Ayooo lanjut :lol:


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-21, 18:46
PostRe: [StoryPlay] A long story...
EmperorAlan 
Senior
Senior
avatar

Level 5
Posts : 622
Thanked : 5
Engine : RMVX Ace
Skill : Very Beginner
Type : Developer

OOT(?):

Baru lihat ada trid seperti ini, mengingatkan saya terhadap sebuah drabble berantai kelewat suram yang pernah saya ikutin. :galau:
Pengen ikutan tapi story-nya kelihatannya makin ruwet, saya serahin saya ke kelima member yang lain.
Btw, apa ada batasan sampai mana story ini dilanjut? Kalau iya, ada baiknya semua post-post digabungin jadi satu story yang utuh, saya agak bingung sih nge-baca drabble berantai yang nggak saya ikuti.

2013-01-21, 21:02
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Just OOT:
@EA :lol: udah lama =)) kukira dah pd nyadar :ming:
(drabble apaan :hammer: ) Sejauh ini gak ada batasan =)) just Long Story... Tp untuk penggabungan, bisa di oprek sama om Shik :lol: Untuk pemahamannya, sebenernya enak lho kalo ngikutin ceritanya =)) agak zonk tp menarik =w=b
Lagian ini kek maen Solve2 cerita deh =))


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Sponsored content 




 

[StoryPlay] A long story...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-