Mulai sekarang, forum RMID pindah ke situs ini. Posting sudah tidak bisa dilakukan lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan mohon kerjasamanya.

Share | 
 

 [StoryPlay] A long story...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
2013-01-14, 19:04
Post[StoryPlay] A long story...
#1
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


berhubung lagi bosen, wa bikin storyplay baru

Rules :

Quote :

- tulis cerita dalam 1 paragraph dalam bentuk cerita estafet [ melanjutkan cerita orang lain ]
1 paragraph minimal 5 baris.
- terbatas untuk 5 - 6 peserta saja. bagi yang menyerah/berhenti harus menuliskan "<insert name> is quit" pada cerita terakhir yang ia buat.
- boleh memasukan karakter baru tapi harus original bukan dari anime/game populer
- dilarang menyinggung SARA,porn,distrubing content dll
- fokus pada karakter utama, jangan membuat perpindahan karakter lain.
- dilarang mematikan karakter utama tanpa persetujuan peserta lain

Currrent Player :

+ Shikami
+ Reydvires
+ vinadzania
+ Ekacek
+ Radicaldreamer
+ -

Current Chapter

+ Jack's Chapter



this is no signature


Terakhir diubah oleh shikami tanggal 2013-01-15, 12:13, total 3 kali diubah
2013-01-14, 19:15
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#2
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


Angin hari ini bertiup sangat keras.
aku memejamkan mata sejenak,merasakan setiap hembusannya di wajahku.
di hadapanku terhampar sebuah padang hijau luas dan di seberangnya adalah sebuah kota besar yang terlindungi oleh tembok raksasa
yang penting aku sudah hampir sampai.

"ok,semoga aku bisa sampai disana sebelum malam tiba.."
namaku Jack Alltrade. hanya seorang pengelana biasa. kali ini aku menuju Grand capital, kerajaan Edensia. sebuah kota besar kudengar jadi mungkin ada sesuatu menarik disana..


OOT :
kalo ngomong diluar konteksi pake ginian.


this is no signature
2013-01-14, 20:09
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#3
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Entah berapa jam perjalanan ini ku lalui, rasanya hawa bosan mulai menyelimuti. Selang beberapa menit, suara gemuruh orang-orang mulai terdengar.


"Sepertinya Edensia sudah dekat."
Mungkin cukup dekat karena suara para pedagan disekitar kerajaan mulai terlihat.
Sesampainya, aku mencari beberapa makanan ringan dan beristirahat sejenak meliat suasana yang asing. Kiranya beberapa orang sedang asik berbelanja, beberapa anak kecil berlari-lari tak jelas, hingga saat jatuh pun, anak kecil itu masih tetap tertawa dengan teman sebayanya.
Energi terasa pulih, Aku mulai beranjak dan mencari kembali sesuatu di kerajaan ini, sesuatu yang orang katakan "menarik."

OOT:
:hmm: kok rasanya kaya penggambaran novel :hammer: ketimbang alur game :ming:


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-14, 20:23
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#4
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


aku berjalan sampai ke sebuah alun-alun. ada sekelompok orang berkerumun menyaksikan sesuatu. perlahan aku pun mendekat. sebuah atraksi.
"ah sebuah sirkus keliling rupanya!"
ada seorang badut yang bermain lempar pisau, seorang pak tua peramal. namun yang menarik perhatianku adalah seorang gadis samurai yang tampak berkonsentasi penuh.

"hupp!!!" ia lalu menyarungkan kembali katananya.
beberapa saat,2 semangka terbelah jadi dua.

luar biasa,

OOT :
lha emang gaya novel, gaya game susah lho


this is no signature
2013-01-14, 20:41
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#5
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Atraksi mengagumkan terus dilontarkan oleh para sirkus keliling. Tapi aku masih tetap terpaku dengan seorang gadis yang sangat lihai memainkan benda tajam kesayangannya.
Entah berapa menit aku membeku melihat kelihai-an dia, seseorang yang tak sama sekali kukenal menyapa.


"Yo!! Orang baru yah?!"
Dari cara pandangnya, terlihat licik namun sisilain terlihat ramah.


"Eh? i-iya... Tepatnya seorang pengunjung. Ada masalah?"
"Ohaha~ Tidak, bukan apa-apa hanya saja aku baru melihatmu disekitar kerajaan ini."
Ada selang jeda antara dialog singkat ini, kemudian orang pucat ini kembali melontarkan pertanyaan.

"Tertarik yah dengan gadis muda itu? Padahal dia baru saja bergabung dengan sirkus keliling ini~"
Hah? mungkin aku sedang kebingungan, melihat atraksi yang dilakukannya, namun orang pucat ini memberi pernyataan bahwa dia baru saja masuk ke grup sirkus ini.


"Mau bergabung?!"


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil


Terakhir diubah oleh ReydVires tanggal 2013-01-16, 16:37, total 3 kali diubah (Reason for editing : #lol)
2013-01-14, 20:58
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#6
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


"bergabung? rasanya kau mengajak orang yang salah.. aku tidak punya kemampuan aneh2 atau semacamnya"
si pucat itu mengangguk-angguk. ia memperhatikan penampilanku.

"kau ini bukan pengembara biasa.. aku tahu itu.. penampilanmu ini terlalu .. hmm,, unik. terlalu berlebihan untuk seorang pengembara biasa saja"
aku tak menjawab apa-apa.

"maaf, aku terpaksa menolak tawaranmu. aku ada sebuah urusan lain disini..
permisi"

aku meninggalkan si pucat itu.
ya bukan salahnya jika dia menganggapku tidak biasa. mungkin armorku ini terlalu mencolok.
"hei, pikirkan tawaranku, kita pasti akan bertemu lagi.." serunya
aku mencari sebuah inn. tubuhku sudah terlalu capek.


oot :
gambarnya jangan banyak-banyak lah, kecuali beda ekspreksi sih.


this is no signature
2013-01-14, 21:33
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#7
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

OOT: Okeh okeh, dan rasanya kaya kita aja yang lagi build ceritanya :ming:


INN, tempat peristirahatan yang sangat nyaman untuk para pengelana seperti aku.
Sekarang aku berada di lobby inn, mungkin. Perlahan dengan langkah lelah, ku mendekati 'resepsionis' atau bisa kusebut pemilik tempat ini.
"A- ada yang bisa saya bantu, tuan?"
Sapanya ramah, tak seperti pemilik2 tempat inn lainny, sepertinya ia masih terlihat cukup muda.
"Oh, hmm.. bisakah saya beristirahat ditempat ini? hanya beberapa saat." *mungkin
"M- maaf tuan, sepertinya Anda telat, baru saja ada seseorang yang memesan kamar terakhir. Tempat ini penuh karena para sirkus keliling itu menginap di tempat ini."
Sial, mungkin aku takkan bisa beristirahat dengan tenang malam ini.
"Oh, oke~ bukan masalah, tapi bisakah aku beristirahat sejenak di kursi itu?"
"Dengan senang hati, t- tuan."

Kelelahan yang tak bisa ku istirahatkan ini perlahan mereda, meski hanya duduk dikursi kayu yang terlihat sedikit rapuh.
Mataku terpejam, lelap dalam duduk-an kursi kayu. Tapi seseorang membuatku kesal dengan keadaan.


"Hey!"
Sedikit kaget, karena gadis si pemegang pedang itulah yang mengganggu aku.
"Kenapa kau duduk dikursi ku?!"
Eh? Kursinya? bagaimana bisa, ini hanyalah kursi kusam fasilitas inn disini.


"Sangatlah tidak sopan mengganggu orang yang sedang beristirahat!"
"Tapi itu kursi saya, TUAN!"
Bentakan di akhir kalimatnya membuatku pusing, dan segera menyerah dari keadaan runyam ini.


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-14, 21:48
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#8
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


aku menyingkir. rasanya tidak ada gunanya bertengkar di tempat ini.

"hei! apa kau seorang ahli pedang?"
aku menatap heran.
"aku hanya seorang pengembara biasa.."jawabku malas.
dia menatap marah.
"kau kira aku tidak tahu,tanganmu itu adalah tangan seorang petarung!"
"jika kau seorang pemain pedang, aku ingin mencoba kemampuanmu!"

ia mengeluarkan katana-nya dan mengacungkan tepat di wajahku.


this is no signature
2013-01-15, 01:47
PostRe: [StoryPlay] A long story...
#9
vinadzania 
Newbie
Newbie
avatar

Level 5
Posts : 5
Thanked : 0
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Artist

mataku menatap tajam pada ujung katana-nya. *sedkit kaget
kemudian aku menghela nafas,
"Maaf,aku tidak ada waktu untuk melayani seorang wanita!"
lalu aku pergi membelakanginya untuk menjauh dri INN itu...
tapi dia meletakkan mata katananya di atas bahuku untuk menahanku
"kenapa?apa hanya karena aku seorang wanita kamu tidak berani melawanku???"
ketusnya.


OOT:
gpp yah nimbrung..lagi galau nih..g da kerjaan :D


acha acha FIGHTING :banana:
2013-01-15, 10:45
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

JLEB!
Kata-kata yang cukup menusuk.



"Dengar ya! Saat ini aku sedang tidak mood untuk melukai orang, apalagi seorang gadis sepertimu. Jadi, tolong jangan pancing emosiku!"
Kataku sembari melanjutkan langkahku menjauhinya.

"Jangan meremehkanku!"
Teriaknya, diikuti dengan bunyi derap kaki yang keras. Sepertinya dia berlari untuk menyerangku.
"Hyaaaa!!!"
Dari atas! Aku tinggal mengambil 1 langkah ke kiri, dan...
"Hyatt!"
Dengan sigap aku menangkap tangannya, lalu kutarik ke depan.
"Ahh..??"
Teriaknya terkejut, tubuhnya terhuyung kehilangan keseimbangan.
"Hap"
Segera kutangkap dia sebelum menghantam lantai.
Alhasil, dia berada dalam dekapanku. Kami terdiam dan saling bertatap-tatapan beberapa saat.
"Hey, kau tidak apa-apa?"
"Ehh?"
Dia terdiam beberapa saat, tiba-tiba wajahnya memerah, lalu...
"Kyaaaa...!!!"
Dia berteriak dengan keras, kemudian...
"PLAK!"
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiriku, dengan keras tentunya.
"Ehh, ma-maaf, maaf"
Secara refleks dia beranjak dari dekapanku,
"Sakit tau~" rintihku.
"Ma-maafkan aku, a-aku tidak bermaksud untuk menamparmu."
Katanya dengan terbata-bata, kemudian dia mengelus pipiku yang kemerahan akibat tamparannya.
"Ehemm... Baik, aku maafkan... Tapi, sepertinya kau tidak perlu mengeluskan tanganmu di pipiku..."
"Ehh???"

Dia menarik kembali tangannya.
"Jangan GR ya!! A-aku... aku tidak... Ehh, i-itu hanya sebagai permintaan maaf!!!"
"Dan sepertinya kau tidak perlu meminta maaf, bukankah kau memang ingin menyerangku??"
"HAHH??? Ehh, iya-ya... Ki-kita sedang bertarung ya... Aduhh...!!"

Dia berbalik dan kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sepertinya dia sangat malu...
"Bodoh, bodoh..."
Gumamnya...
Apa sih... Kok tingkahnya jadi berantakan seperti ini.
"Hihi..."
Tingkah lucunya membuatku tidak bisa menahan tawaku.
"Ehh!!?? Apa yang kau tertawakan??
Teriaknya sengit.
"Tidak, tidak. Hanya saja... Ke mana perginya sorot matamu yang berapi-api menantangku tadi?"
"Apa kau bilang??"
Wajahnya makin memerah.
"Dengar ya!!! Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan yang kau berikan ini!!! Suatu saat kau akan kubalas!!! Akan kukalahkan kau dengan satu tebasan!!! Tunggu saja"
Teriaknya, kemudian dia berlari pergi.

Benar-benar seorang gadis yang aneh, pikirku...

OOT : Ikut memperkeruh suasana gan, kayaknya seru nih... :senyum:





Project : Nothing... :fa:


Terakhir diubah oleh Ekacek tanggal 2013-01-15, 13:21, total 1 kali diubah
2013-01-15, 12:22
PostRe: [StoryPlay] A long story...
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


setelah gadis itu pergi, aku kembali duduk
namun penjaga Inn mendatangiku.
"anu, mungkin bukan tempat yang pantas.. tapi ada gudang dibelakang yang tidak terpakai.."
"lumayan bersih kok"

benarkah ini ? aku pun merasa girang.
"terima kasih tuan.. saya sungguh benar-benar berterima kasih.." kataku sambil menjabat tangannya.
dia lalu menuntunku ke bagian belakang Inn, benar juga,sebuah gudang tak terpakai.
sedikit berdebu sih,tapi cukup layak ditinggali. lantainya terbuat dari kayu. ada jaring-jaring laba-laba yang menempel di atap.
aku pun meletakkan barang-barangku. debu-debu ikut beterbangan.
"haha, maaf kalau kotor begini.."
"oh tidak-tidak masalah.. apakah saya harus membayar?"
"tentu tidak, pakai saja.. gratis.."
kata penjaga Inn.
ia pun meninggalkanku.

hari ini melelahkan, seorang gadis aneh menyerangku tanpa sebab yang jelas.
mungkin kota ini menarik seperti yang "dia" katakan.

aku pun lelap

OOT :
lol yang udah masuk konsisten dunk. ngepost terus hehe



this is no signature
2013-01-15, 13:56
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

Suatu saat...
Suatu saat kau akan kubalas...
Akan kukalahkan...
Akan kukalahkan kau dengan satu tebasan...



Terdengar gema teriakan gadis itu dari kejauhan. Berulang-ulang...
Teriakan-teriakan yang sama...

"Apakah dia akan mengikutiku terus" pikirku.
Aku melanjutkan perjalananku, menyusuri lorong gelap yang seakan tak berujung.
Tapi, tunggu!

"DI MANA INI???"
Sedang apa aku di sini? mengapa aku berjalan di lorong gelap ini?
Aku berusaha mengingat-ngingat alasanku berada di sini, tapi tak berhasil.

Tiba-tiba angin berhembus dengan keras. Menerbangkan beribu-ribu debu pasir sehingga aku terpaksa menghalangi wajahku dengan tangan. Sebuah cahaya yang sangat terang menyilaukan mataku.

Tiba-tiba, aku berada di alun-alun reruntuhan kota besar. Dengan puing-puing bangunan yang hancur berantakan.
"DI MANA LAGI INI???"

Kuperhatikan sekeliling, tak ada yang kukenali. Lingkungan yang benar-benar asing.
Kulihat seseorang yang berjubah hitam berdiri di tengah alun-alun. Meski matanya tertutup bayangan, Tapi aku tahu kalau dia memperhatikanku.



OOT : @Chik : Sippp... =w=b
Btw, ceritane si Jack ni lagi mimpi...
2013-01-15, 16:14
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

Langkahku terhenti bersamaan dengan degup jantungku yang tiba-tiba berdetak kencang. Tatapan sunyi sosok misterius itu telah membuat hatiku gelisah, bibir dan tubuhku bergetar kecil tanpa kusadari. Aku terdiam dan membisu. Aku ketakutan, sangat.

Mahluk itu menyeringai. Melihat betapa pengecutnya diriku ini.

"Kau datang... Jack."

Suara parau mahluk itu seakan menggema di seluruh ruangan. Aku dapat mendengarnya dengan jelas. Sangat jelas, seakan ia langsung berbicara ke dalam pikiranku.

"Si... siapa kau...?!" tanyaku dengan nada seorang pecundang.

"Aku adalah dia... dia yang telah menuntunmu sampai ke tempat ini..." jawab mahluk itu.

"Dia...? jangan membuatku bingung...! siapa dia...?!"

Tiba-tiba mahluk itu menunjuku dengan telunjuknya. Perasaan mengancam itu membuat tubuhku membeku.

"Dia adalah masa lalumu... hantu dari mimpi burukmu..."

Aku terdiam. Ketakutan. Mahluk itu menaikan nada ucapannya, "Apakah kau lupa dengan janjimu dimasa lalu Jack...?! kau berjanji akan menemukan pembunuh sahabat terdekatmu...! aku tak akan berhenti mendatangimu sebelum kau dapat menemukannya...!"

Aku terdiam. Berpikir. Apakah mahluk itu adalah dia...

"Roan...? kaukah itu...? sahabatku, Roan...?!" aku mulai melangkah maju.

Mahluk itu terus menjauhiku, hingga akhirnya ia lenyap menembus dinding. Aku tak dapat meraihnya. Tak lama sebuah suara kembali menggema di dalam pikiranku.

"Temukan saja pembunuh itu... balaskan dendamku..."

Aku jatuh dan berlutut. Aku tahu mahluk itu adalah Roan. Dia menagih janjiku dimasa lalu untuk menemukan orang yang telah membunuhnya.

Tiba-tiba air mata mengalir di pipiku, kenapa aku harus terjebak dalam janjiku sendiri. Dalam masa laluku. Aku merebahkan diriku ke lantai dan mencoba untuk menenangkan diriku. Suatu hari aku pasti dapat keluar dari mimpi buruk ini. Aku akan memenuhi janjiku kepada sahabat baikku.

Tiba-tiba saja ruangan menjadi bercahaya. Aku terbangun di sebuah ruangan berdebu.

"Bangun pemalas...!"

Sesosok gadis berwajah menyebalkan muncul tepat didepanku. Aku ingat wajah ini, dia adalah gadis yang kukalahkan kemarin.

"Hari ini kita tanding ulang...! aku tak akan kalah darimu...!"

Aku hanya menguap. Dengan cepat gadis itu langsung menarik tanganku. tenaganya sangat kuat dan liar, bahkan aku tak sempat menutup mulutku yang menguap.

OOT:
- silahkan lanjut~


malasnya...
2013-01-15, 16:51
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Gadis ini terus menarik aku, entah apa yang ada dipikirannya. Terus menarikku dan sayangnya kesadaranku belum pulih hingga cengkraman tangannya mulai melemah dan berhenti.
"Jadi, kita akan tanding ulang disini? di lobby?" *hoam*
"B- bukan..."
Suaranya terdengar patah-patah, sepertinya dia merasakan sesuatu.
"Lalu, untuk apa aku ditarik kemari?!"
Kesadaranku mulai kembali. "Gak ada kerjaan banget~" lanjutku kesal.
"Sst... jangan berisik dulu, diluar ada beberapa penjaga dari kerajaan timur datang."
"Terus?"
Semakin lama, tingkahnya membuatku ingin mengulang waktu dan tak pernah menduduki kursi tadi.
"Kita harus mencari tempat persembunyian..."
Aku baru tersada, dia daritadi mengamati keadaan duliar lewat jendela, dan mulai menyeret lagi pergelangan tanganku, kali ini terasa sakit.
"Argh!" ku melepaskan genggaman tangannya, "Ada apa dengan tingkah lakumu?! kita belum pernah bertemu dan prilakumu, seperti teman saja."
Nada ang kulontarkan agak keras, rasanya sangat tak pantas ku mengeluarkan ucapan tadi.
"Uh~ ma-"
Gadis itu memalingkan badan dan berlari kearah gudang tadi, untuk bersembunya? entahlah, namun terlihat sepintas matanya berkaca-kaca.


"Uh... Wanita memang merepotkan."

Tiba-tiba pintu inn didobrak dengan tak selayaknya oleh, sepertinya para penjaga yang gadis itu takuti.

OOT:
:lol: kalo mau dibuat plot berbeda (2plot), :hmm: rasanya inilah waktunya~ :ming: Keknya, perkiraanku, gadis ini bisa menuntun kita terus terhadap sang pembunuh~


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-15, 21:47
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

OOT: @dila :ming: ada 2 tanggapan menurut ku, 'maaf' Fail dan Mengalir :lol: tp entahlah, saya coba nyambung lagi~ :lol:
Malah pengen Komen, kalo si penjaga ngelihat kabur ke gudang, lha ngapain sembunyi -_- dan toh, blm ada urusan yang jelas si penjaga dengan Jack, udah lari aja :v


Entahlah, apa yang membuat aku berpikir sangat pendek sehingga lari menuju tempat yang sedikit kumuh ini.
"K- kamu ikut sembunyi juga?"
"Entahlah, aku juga tak tau siapa yang telah menarikku ketempat ini lagi."
*BRAKK!* "Buka pintunya!!" sentakan seseorang diluar gudang, perkiraan terbesarku pastilah si penjaga itu.
*BRAK-BRAK!!* "Cepat buka! atau kami dobrak!"
Aku benar-benar dalam keadaan rumit sekarang, daripada bikin pusing, aku mulai mendekat kepintu dan perlahan membukanya.
"Jangan!" Gadis ini mulai ngomel lagi
"Apa masalahmu? kamu buronan kerajaan timur, hah?" Jawabku yang memang selalu dibuat kesal olehnya
"Untuk kali ini saja, ikuti perintah ku, ya ya..." Gadis ini mulai emohon dan pandangannya mencuri-curi sekitar


"Kau belum menjawab pertanyaanku. Dan lagipula lambat-laun pintu ini akan jebol oleh hantaman para penjaga. Kau bergurau." dengan senyum sinisku

"Tim sirkus keliling sudah menginap ditempat ini sejak kemarin, dan mulai berkeliling lagi di senja nanti. Saya jadi mengenal tempat ini," Gadis yang terlihat sedikit frustasi ini mendekati tembok ujung. Pedang yang ia bawa sekarang akan ia gunakan kembali, mungkin.
"Kami akan mendobrak pintu ini!' sentakkan keras penjaga terdengar kembali. Sedetik aku memalingkan wajah kepintu itu.


"Ayo kita kabur, lewat sini."
WTF! Temboknya hancur?!


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-16, 00:30
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

"Ke sini cepat!!!"
Gadis itu menarik tanganku dengan lebih keras. Membawaku ke dalam lubang di tembok yang tadi dibuatnya. Tembus ke ruangan gudang yang lebih besar lengkap dengan rak-rak tinggi besar yang ditata. Malah lebih terlihat seperti aula bagiku.

"Bagaimana caramu melakukannya??"

"Tak ada waktu untuk menjelaskannya"
Kami menyusuri gudang luas yang penuh dengan rak-rak besar itu. Berliku-liku seperti labirin.
Bermain kucing-kucingan dengan para penjaga. Kami berlari berputar-putar mencari jalan keluar. Namun, tak satupun jalan keluar yang terlihat.
Hingga akhirnya, kami terpojok disudut ruangan. Dikepung oleh 10 orang prajurit.

"Mau lari ke mana lagi kalian??"
Apa?? Kalian??
"Hei, aku tidak termasuk!!! Aku bahkan tidak kenal dengan gadis ini!!!"
"Bodoh!!! Kau melarikan diri dengannya!!! Apa kau pikir kau bisa menipu kami!!! Kau pasti sekongkol dengannya!!!"
Sial... Aku benar-benar terlibat rupanya...
Walaupun mereka hanya prajurit biasa. Tapi, mereka adalah Prajurit Timerian. Yang merupakan sekutu Edensia. Mengalahkan mereka semua di sini sama saja aku menantang perang Edensia. Aku juga bisa jadi buronan. Benar-benar masalah besar.
DAN KENAPA AKU YANG TAK TAHU APA-APA TERLIBAT DALAM MASALAH INI???
Dengan sangat marah, aku menoleh ke gadis itu. Tapi, kemarahanku langsung mereda setelah melihat gadis itu.
Dia terlihat ketakutan, tangannya menggenggam gagang katananya dengan erat.
"Ma-maafkan aku..." bisiknya pelan...
"Aku tidak bermaksud untuk membuatmu terlibat dengan semua ini. Tapi, kali ini. Hanya kau yang dapat membantuku untuk keluar dari masalah ini" lanjutnyal lagi.
Melihat ekspresi ketakutannya itu, membuatku iba dengannya. Ini pasti masalah yang serius.
"Ehh, bagaimana aku dapat membantumu?"
"Aku akan bertarung dengan mereka, kau cukup diam saja."
"Hanya diam saja???"
"Benar, mereka memilik "sesuatu yang berbahaya" bagiku. Bila aku tertangkap, bantu aku untuk melepaskan diri"
Ohh, aku mengerti. Rupanya dia berusaha untuk tidak melibatkanku. Hingga dia tidak mampu untuk melawan.
Tapi aku penasaran, "sesuatu yang berbahaya" apakah itu??
"Hei bocah!!! Cepat serahkan gadis itu!!!"
Teriak prajurit itu. Mereka bergerak mendekat ke arah kami.
"Kalian, jangan mendekat!!!"
Gadis itu semakin mempererat genggamannya, bersiap untuk menghunuskan katananya.
"Ouw... Menggertak lagi ya? Sehebat apapun dirimu, kau tidak akan bisa mengalahkan kami. Menyerahlah, Ronin!!!"
Wah, apa benar mereka sehebat itu??
Ehh, ternyata gadis ini adalah seorang Ronin toh...
"Berkat mata-mata rahasia kami. Kami sudah tahu kelemahanmu, dengan ini ilmu berpedangmu tidak akan berguna lagi".
"Ja-jangan..."
Gadis itu gemetar ketakutan. Membuatku semakin penasaran saja dengan para prajurit itu.
"Ku hitung dari lima, bila kau tidak menjatuhkan senjatamu dan menyerah, kami akan mengeluarkannya.
Mengeluarkan?? Apa itu??"
"Lima!!!"
Gadis itu gemetar dengan keras, keringat dingin mulai bercucuran dari keningnya.
"Empat!!!"
Aku penasaran, apakah yang akan dikeluarkan prajurit itu.
"Tiga!!!"
"Se-sebaiknya... Hentikan perbuatanmu..." Kata gadis itu dengan pelan.
"Dua!!!"
Gadis itu mengambil posisi kuda-kuda. Siap menghunuskan katananya.
"Satu!!!"
WUSSS!!!
Gadis itu bergerak secepat angin, menerjang prajurit itu. Dan menghunuskan katananya tepat di lehernya. Cepatnya...
"Sekali kau mengeluarkannya, akan kubunuh kau!!! AKU TIDAK MAIN-MAIN!!!"
Prajurit itu terpaku, agak ketakutan dengan ancamannya. Namun, kemudian dia tersenyum dan berkata...
"Sayang sekali, sudah terlambat. Sekarang, dia sedang menempel di punggungmu"
Ini dia!!! Kelemahan gadis itu!!!
Ehh, tapi tunggu...
Apa? Menempel?
Gadis itu terpaku kaget, perlahan dia menoleh ke belakang, dan...

"Gero??"

NB : Ronin = Samurai yang tidak memiliki tuan.
Di cerita ini si gadis memang bekerja di sirkus keliling, tapi bukan sebagai Samurai.

OOT : Lanjutin dengan situasi yang lebih awkward... :lol:


Project : Nothing... :fa:


Terakhir diubah oleh Ekacek tanggal 2013-01-16, 11:02, total 1 kali diubah
2013-01-16, 04:11
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

Para penjaga itu tertawa terbahak-bahak saat melihat sang gadis yang berteriak sambil melompat-lompat.

"KYAAA!! Ambil kodok menjijikan ini dari punggungku!!"

Aku mencoba untuk mendekati gadis itu, namun dengan sigap aku segera melompat kebelakang karena gadis itu mulai mengayunkan katananya dengan membabi buta.

*SLASH

*SLASH

*SLASH

Mata gadis itu terpejam, mukanya berubah merah. Ia terus berteriak dan mengarahkan serangannya ke seluruh ruangan. Para penjaga dapat dengan mudah menghindari serangan membabi buta gadis itu. Bahkan mereka mengejek gadis itu sehingga membuat sang gadis menjadi semakin kesal.

Serangan liar sang gadis sempat terhenti ketika kodok yang menempel dipunggungnya melompat ke tepat atas kepalanya. Kini kodok itu hinggap dengan santai di atas kepala sang gadis sambil mengeluarkan suara khasnya.

"Gero~"

sang gadis berteriak lebih keras dari sebelumnya, "KYAAAAAAAAAA!!!!!~"

Tiba-tiba saja kecepatan serangan gadis itu bertambah cepat, sangat cepat. Bahkan aku belum pernah melihat serangan pedang yang cepat seperti ini...!

Para penjaga menjadi kewalahan, kali ini mereka tak dapat menghindari serangan membabi buta dari sang gadis.

satu persatu dari mereka pun jatuh, tergeletak tak berdaya...

termasuk diriku.

"AGGGHH...!! Kenapa aku juga kau tebass...!! gadis bodoh...!!"

Entah apa alasannya, sang kodok melompat pergi dari kepala sang gadis.

"Gero~"

Gadis itu membuka matanya perlahan dan melompat kaget ketika melihat apa yang telah diperbuatnya.

"A.. apa yang telah terjadi...?" tanya gadis itu heran.

"Kau mengayunkan pedang seperti orang gila dan menghancurkan semuanya...!!" jawabku penuh emosi. Darah mulai mengalir dari luka dalam di dadaku.

"K-kau terluka...!!" gadis itu menghampiriku.

Aku berusaha untuk bangkit. Gadis itu membantuku.

"Ini tidak masalah, cepat kita pergi... sebelum penjaga lain datang kesini..."

Kami berduapun jalan perlahan keluar dari gudang. Aku menengok kebelakang sekilas, kini aku mengetahui jika kekuatan gadis itu menjadi mengerikan jika ada kodok yang hinggap dikepalanya.

"Ano~ siapa namamu...?" Tanya gadis itu. Terlihat mimik penyesalan dari wajahnya.

"Jack... dan kau...?"

"Namaku...

OOT :
Nah lho, siapa ya namanya...


malasnya...
2013-01-16, 06:15
PostRe: [StoryPlay] A long story...
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


"Hikari" jawab gadis itu.
aku mengangguk-angguk.
"baiklah Hikari.terima kasih sudah membuat situasiku semakin tidak jelas.."keluhku, dia mengalihkan pandangan ke lukaku.
"umm jack. lukamu makin parah.." Hikari memandang dengan tatapan khawatir.
"ah tidak apa-apa, cukup diberi Healing Potion,pasti akan sembuh.."
kami berdua terdiam kembali.
tiba-tiba terdengar bunyi aneh. itu suara perut Hikari itu.
"hahaha.. sepertinya aku lupa sarapan karena terlalu bersemangat.."ujarnya sambil tertawa canggung.
aku sebenarnya juga merasakan hal yang sama. tapi apa daya, aku tidak punya uang sama sekali.
sebenarnya aku berencana untuk mencari pekerjaan sampingan hari ini.
"baiklah, mau kutraktir makan?"tanya Hikari.
"oh demi Elordia, tentu saja aku mau!"
"bagus, aku tahu restoran terbaik di kota ini!" ia lalu berjalan bersemangat.
"hei,bukankah kau harus khawatir dengan orang-orang Timerian itu?"
"tidak apa-apa, mereka tidak akan berani melakukan sesuatu di tempat umum. meski kudengar mereka bersekutu dengan Edensia,mereka tidak berani melakukan tindakan sewenang-wenang.."

ah, kekhawatiranku yang tadi serasa tidak berguna mungkin.

kami pergi bersama ke sebuah restoran besar di timur kota.
"Hellfinger Restorant.."
nama yang aneh.

OOT :
Elordia : nama tuhan di setting ini.


this is no signature
2013-01-16, 07:27
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

Kami tiba direstoran yang dimaksud Hikari. Ternyata bukan hanya namanya saja yang aneh, tempatnya pun aneh. Suasananya sangat mengerikan, seperti sebuah neraka. Para pelayannya memakai kostum setan dan malaikat kegelapan. Hiasan tengkorak tersebar disana-sini. Didepan pintu masuk terdapat alat penggal kepala yang berlumuran darah. Membuatku berpikir, bagaimana mungkin pengunjung restoran ini berselera makan jika sebelum masuk saja disuguhkan benda mengerikan seperti ini?

Belum hilang perasaan anehku, Hikari langsung menarik tubuhku masuk ke dalam restoran.

"Tolong tempat untuk dua orang...!" Ucap Hikari pada seorang pelayan berkostum jubah hitam yang berdiri didekat pintu masuk. Penampilannya mengingatkanku pada Roan, hantu sahabatku yang datang di mimpi semalam.

Pelayan itu hanya menunjuk sebuah meja tanpa berkata apapun. Hikari segera menarik tanganku ke arah meja yang di tunjuk.

Setelah duduk Hikari segera memanggil pelayan yang lain.

"Demi Elordia, tempat ini sangat menakutkan, bagaimana mungkin makanannya enak?" Tanyaku.

"Tapi tempat ini unik bukan? kau tidak akan menemukan tempat seperti dimanapun! dan jangan ragukan makanannya, makanan disini sangat enak! percayalah." jawab Hikari, berusaha meyakinkanku.

Tiba-tiba saja pelayan dengan kostum monster ogre muncul disampingku, aku sontak kaget hingga terjatuh dari kursiku. Pelayan itu tak berespon apa-apa, dia hanya menyodorkan sebuah menu pada Hikari.

Hikari terlihat berpikir sembari membaca daftar makanan di menu.

"Hmm... Sup Demon eyeball dan Sate Mermaid heart...!" Ucap Hikari pada si pelayan.

Mulutku menganga mendengarnya, bagaimana mungkin makanan itu dapat dimakan oleh manusia...?

"Ugh. Makanan apa itu...? namanya sangat menjijikan." Ucapku sembari menjaga jarak dengan pelayan berkostum ogre yang tidak ramah.

"Namanya sangat menjijikan, tapi rasanya enak, percayalah! aku sudah sering memakannya ditempat ini!" Hikari kembali berusaha meyakinkanku.

Aku hanya dapat menuruti Hikari. Karena dia yang mentraktir.

***

Tak lama pelayan berkostum ogre membawakan makanan yang kami pesan. Ia menghidangkannya tanpa mengucap sepatah katapun. Apakah memang seperti itu pelayan ditempat ini? bersikap tidak ramah pada para pelanggannya? ataukah mereka memang sangat menghayati peran monster mereka?

Aku melihat makanan didepanku, bentuknya menjijikan. Bagaimana mungkin aku memakan sup yang didalamnya berisi bola mata besar?

Aku melirik Hikari, dia makan dengan bersemangat. Terlihat sangat menikmatinya.

Melihat Hikari yang makan dengan lahap, akupun mencoba sup yang ada didepanku. Aku mengambil sendok lalu membelah bola mata besar di sup menjadi empat. Aku makan bagian bola mata itu dengan menutup mata.

ternyata rasanya berbeda dari yang kubayangkan! rasanya seperti baso. Sekarang aku mengerti, semua makanan ini hanya tampak aneh dari luar. Namun didalamnya tetap memiliki bahan yang sama dengan makanan normal. akupun makan dengan lahap.

"Ternyata ini hanya makanan biasa, hahaha! aku sempat khawatir ini adalah bola mata asli!" seruku.

Hikari hanya tersenyum dengan makanan yang memenuhi mulutnya.

Setelah makanan di meja kami habis, pelayan ogre tak ramah itu mendatangi kami dan memberikan bon.

"Ah... pelayan ini pun hanya memakai kostum kan'? tadi aku sempat berpikir dia adalah monster sungguhan! dia kelihatan sangat asli! Hahahaha...!!"

Aku berdiri dan menarik wajah pelayan itu.

"Haha..."

Tawaku terhenti. wajah itu asli. dia adalah Ogre sungguhan.

"Ini asli... jangan-jangan makanan yang baru saja kumakan..." aku melirik ke arah Hikari.

Hikari bersendawa. dan mengangguk.

"UUUUUEEKKKK....!!!" aku segera berusaha memuntahkan makanan yang baru saja kumakan.

"TEMPAT SIALAN APA INI....!!!" aku naik ke atas meja dan membuat keributan.

"Kalian adalah monster...!! makanan di tempat ini adalah makanan monster...!! kenapa bisa berbaur dengan para manusia...?!!" Aku mengacungkan pedangku. para pengunjung lain terlihat terusik.

"Jack. Turunlah...! jangan membuat masalah...!" pinta Hikari cemas.

Para pelayan monster yang geram melihat kelakuanku perlahan mendekatiku. Hikari segera menarikku turun. Dia berlari keluar restoran menggusur tubuhku. Para pelayan monster mengejar kami dibelakang.

Mereka mengejar kami hingga di jalanan kota.

"Ini semua gara-garamu...! kau telah membuat mereka marah...!"

"Kau sendiri yang tidak memberitahuku sejak awal jika mereka dan makanan itu asli...!"

Aku dan Hikari terus berlari dengan terengah-engah.

"Tunggu. Kenapa kau jijik dengan kodok tapi memakan dengan lahap semua makananan tadi...?!"

"Makanan dan amphibi itu sesuatu yang berbeda...!"

"apa...?!!"

hari itu kami terus berlari... hingga akhirnya kami bersembunyi di...

OOT :
silahkan dilanjut... dimana mereka bersmbunyi dan apa yang terjadi setelahnya...


malasnya...
2013-01-16, 10:08
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

Kami sedang bersembunyi di semak-semak. Di dalam mansion milik orang Timerian...

"Hikari... Aku punya satu pertanyaan untukmu. Pertanyaan yang sangat-sangat penting"
Aku menghirup nafas panjang, dan...
"KENAPA KITA ADA DI SINI!!!!"
Hikari langsung membekap mulutku.

"Ssstttt.... Diam bodoh!!! Jangan menarik perhatian penjaga" bisik Hikari
"Kenapa aku harus terlibat dalam situasi seperti ini, LAGI!!!"
"Ini juga gara-gara kau!!! Kenapa kau mengamuk di Hellfinger?"
"Tentu saja, restoran macam apa tadi?? Teganya kau mengajakku makan di tempat menjijikkan itu!!!"
"Dasar bodoh!!! Kau yang tidak mengerti cita rasa makanan yang enak"
"Apa, sudah kubilang kalau mereka itu..."
"Sssttt, ada yang datang..."

Kami terdiam. Di atas kami, muncul 2 orang. Sepertinya mereka adalah pelayan mansion ini.
"Hei, kau dengar sesuatu?"
"Iya, tapi mungkin hanya binatang liar"
"Tidak mungkin, aku mendengarnya dengan jelas, teriakannya tadi memiliki kosa kata"
"Jangan berkhayal bung! Tak ada binatang liar yang bisa berbicara!!!"
"Bukan bodoh!!! Maksudku, teriakan itu bukan dari binatang liar!!! Tapi dari manusia!!!"
"Apa, kau memanggilku bodoh??? Beraninya..."
"Bukankah kau memang bodoh??? Tempo hari, siapa yang tidak sengaja memberikan roti yang sudah jamuran kepada tuan muda sebagai sarapannya???"
"Argghh!!! Itu bukan salahku!!! Dan aku yakin kau yang menukarkan roti yang kusiapkan dengan roti yang sudah jamuran!!! Dasar licik!!!"
"Apa??? Sembarangan menuduh!!! Kau ingin mati ya???"
"Kau yang akan mati!!! Ayo kita lanjutkan duel kita tadi!!!"
"Siapa takut!!!"

Kemudian mereka masuk lagi ke dalam.
"Fyuhh, orang-orang bodoh itu sudah pergi. Sekarang, ayo kita naik ke balkon"
Kata Hikari
"Baiklah, kau duluan"
"Oke, tapi ingat. JANGAT MENGINTIP!!!"
"Ughh... Aku tidak akan... Huhh, baiklah. Aku akan menutup mataku sampai kau memberi isyarat..."

Aku menutup mataku...
Oh iya, aku juga lupa bilang kalau kami...
AKAN MENYUSUP KE DALAM MANSION!!!
Entah apa yang dipikir Hikari, tiba-tiba dia ingin masuk ke dalam mansion tersebut.
"Aku sudah di atas, Jack!!!"
Hikari melambai dari atas balkon. Wah, cepatnya...
Baiklah, aku juga akan memanjat.
Dengan susah payah, aku mengikuti Hikari. Sampai juga di atas.
"Dan sekarang, bisa kau jelaskan mengapa kau ingin sekali masuk ke dalam mansion ini??"
Tanyaku.
Hikari terdiam beberapa saat, kemudian menarik nafas panjang.
"Baiklah. Sesungguhnya ini adalah misi rahasia, tetapi karena kau telah menyelamatkan nyawaku tadi..."
"Dari seekor kodok kecil tentunya" potongku. Tak bisa kutahan tawa kecilku.
"Ya, dari seekor kodok kecil..." Katanya, mukanya memerah karena malu dan kesal...
"Kuberi tahu. Sebenarnya tujuanku datang ke Grand Capital hanya untuk 1 tujuan. Ikut sirkus keliling hanya sebagai penyamaran. Tujuanku sebenarnya ada di sini, di Easgard Manor"
"Ohh... Jadi, apa tujuanmu sebenarnya ke sini..."
Hikari diam beberapa saat, kemudian dia menjawab...
"Aku ditugaskan ke sini untuk MEMBUNUH "Sir Easgard"
Apa? aku terkejut. Dia akan membunuh Sir Easgard? Jendral Battalion Garis Depan Timerian? Jendral Timerian yang terkenal seantero jagat karena kehebatannya dalam mengatur strategi dalam berperang.
Tapi, tunggu... Membunuh??? Jadi, dia...
"Jadi, kau sebenarnya adalah..."
Suasana sunyi beberapa lama. Hikari menghirup nafas panjang, dan menjawab...
"Benar... Aku adalah anggota dari guild BLACK VIPER'S FANG. Aku adalah seorang ASSASSIN..."
Mataku menatapnya tak percaya.
Memori masa lalu kembali terbayang...

Roan...

OOT : Jeng jeng!!! Identitas Hikari terkuak!!! Apakah dia yang membunuh Roan??? Apakah yang akan dibayangkan Jack dari memori masa lalunya???

OOT by shikami :
Quote :
"Dan sekarang, bisa kau jelaskan mengapa kau ingin sekali masuk Sir Easgard Manorr???"
rasanya aneh,karena si jack baru pertamakali ke Grand Capital udah ngerti Easgard manor ..


OOT by Ekacek : Udah diperbaiki kok... Thx koreksinya... :D

NB lagi : Sebenernya Hikari memiliki tuan. Soale dia anggota Black Viper's Fang...
Hanya saja, Hikari merahasiakan organisasinya. Makanya, prajurit Timerian tidak mengetahui kalau Hikari bekerja pada guild, sehingga mereka memanggilnya Ronin.


Project : Nothing... :fa:


Terakhir diubah oleh Ekacek tanggal 2013-01-16, 10:56, total 2 kali diubah
2013-01-16, 10:36
PostRe: [StoryPlay] A long story...
shikami 
Member 1000 Konsep


Level 5
Posts : 3744
Thanked : 31
Engine : Multi-Engine User
Skill : Beginner
Type : Developer
Awards:


"Jack.."
aku menoleh.

<non armored jack>

"ah,Lord Roan.."
[/

"tak usah kaku begitu.." Roan tersenyum. " kau boleh memanggilku seperti biasa."
"well, kau seorang bangsawan sekarang.. aku tak boleh sembarangan memanggil seperti dulu"
"tenang saja, tidak ada orang lain.. aku merasa aneh jika kau memanggilku begitu sebenarnya..
" katanya sambil tertawa

Roan dan Aku adalah teman masa kecil. aku hanya seorang putera pandai besi sementara dia putera seorang jendral yang tinggal di kotaku.
dia memperoleh gelar lord setelah ayahnya meninggal. aku merasa dia akan menjadi seorang jendral yang hebat.
kami berbincang-bincang sambil berjalan-jalan di hutan kecil dekat kota.
"minggu depan, aku diundang ke pertemuan di Shiftedge Castle, sepertinya kerajaan kita akan berperang dengan Timerian.."
"ah ya aku juga dengar, konflik perbatasan semakin memanas"
"betul,mungkin aku juga akan dikirim untuk berperang
aku terdiam sesaat. tiba-tiba suatu hal terpikir olehku.
"Roan, aku khawatir..posisimu begitu penting, apa kau tidak takut ada orang yang ingin menyingkirkanmu"
"hah? apa maksudmu ? jangan khawatir,aku akan baik-baik saja.."

katanya sambil tertawa.
"oh ya, Jack. Liliana titip salam untukmu. adikku itu memang... kenapa dia tidak berani langsung bicara padamu.."
"haha.." aku tertawa saja. "ya, kuterima salamnya.. entah apa maksudnya itu"
kami pun berpisah.



this is no signature
2013-01-16, 16:35
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

OOT:
=)) keren nih, cuma rencana wa, si Hikari tuh seorang putri di Clan itu :megusta: bukan seorang yg punya Tuan~


Ingatanku tentang masa-lalu yang kembali muncul, mulai memudar lagi~
Sekarang aku berada diloteng rumah seseorang, yang membuat ku heran sampai sejauh ini, mimpi apakah aku, rasanya sejak pertama aku menginjakkan kaki di kota Grand Capital ini bawanya sial.
"Oy oy... Memang kau tau rute mansion ini?"
Hikari berjalan dengan mimik serius tanpa menoleh kemanapun.
"Ikuti saja saya, tempat ini telah kami survey beberapa hari lalu, dan saya masih mengingat rutenya."
Survey? gilakah engkau? tingkah laku gadis ini tak seindah penampilannya yang feminim.
Berada diruangan yang redup cahaya, menuruni tangga, dan entahlah, apakah penjagaan dimansion ini cukup ketat untuk kami terobos. Sekarang cahaya ruangan sedikit lebih terang, dibawah terlihat banyak patung dan barang-barang mewah, dan terlihat begitu antik.
"Megahnya, umm... kenapa kamu ingin membunuh Sir Es-apalah?"
tanyaku dengan reflek terucapkan
"Kenapa yaa... ini sebenarnya masalah Guild kami, jadi alasannya dirahasiakan."
WTF? Terus, ngapain bawa-bawa aku kalo rahasia?!
Tiba-tiba gadis ini berhenti, membeku... wajahnya menoleh kearah ruang tamu, kukira.
"Rigaz? sedang apa dia di mansion ini?"
Hikari terlihat kebingungan, akupun ikut melihat keadaan.
"Hah? diakan si wajah pucat yang menawarkanku masuk ke sirkusmu."
"Ehh??"


"Hahaha~ tenang Sir, rencana kita untuk mensabotase kerajaan sudah beres, tinggal menunggu waktu mainnya"

Apa? apa yang dia maksud dengan mensabotase kerajaan? Apakah kota ini sedang dalam ancaman?


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-16, 21:14
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Ekacek 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 111
Thanked : 2
Engine : RMVX
Skill : Very Beginner
Type : Developer

OOT : @Reyd : Wohh, klo gitu. Hikari jadi clan yang gabung ke Black Viper's Fang aja... :D
Assassin kan juga bisa punya clan... :P

Btw, postingannya Pemuda malam di mana ya??? :hmm:
Gile aje, dari zaman medieval tiba-tiba ada robot... =))


Kami bersembunyi di dalam sebuah ruangan kecil. Pintunya memiliki beberapa lubang ventilasi. Cukup untuk mengetahui keadaan sekitar.

"Bagus, bagus. Rigaz... Kau memang dapat kuandalkan..."


"Terima kasih Tuan..."
"Lalu, bagaimana dengan gadis Ronin itu??? Apakah kau berhasil menghabisinya..."
"Anu, tuan... Kalo soal itu... Orang-orang yang saya kirim belum kembali untuk melaporkannya. Tetapi, saya yakin pasti dia sudah dilenyapkan sekarang"
"Kalau begitu, aku masih belum bisa tenang"
"Tenang saja Tuan... Nanti kalau terjadi hal diluar perkiraan, biar saya yang mengurusnya...
"Baiklah, semua kuserahkan padamu. Sekarang, aku akan istirahat. Besok, akan jadi hari yang besar bagi kerajaan Timerian!!!"
Sir Easgard melangkah pergi...


"Kurang ajar... Ternyata, Rigaz adalah mata-mata Timerian!!! Dialah yang memberitahukan kelemahanku kepada prajurit Timerian..." Geram Hikari...


"Matanya pasti tajam sekali... Bahkan, aku tidak menduga gadis sekuat & sekasar dirimu memiliki phobia pada kodok"
Kataku, sambil sedikit tertawa.
Well, memang fakta yang cukup lucu bagiku...
GYUT
Hikari mencubit tanganku.
"Sakit~" Erangku...
"Tidak ada waktu untuk bercanda. Sekarang, ayo kita ikuti Rigaz dan kita tangkap dia"
Kulihat Rigaz, dia masih berdiri di situ. Sepertinya dia menunggu sesuatu. Tiba-tiba, datang seorang tentara dari arah pintu keluar.
"Dia?? Orang yang mengincarku!!! Sial, mengapa dia masih hidup"


"Tuan Rigaz, maafkan saya..."
"Well, well... Letnan Bartos, darimana saja kau ini? Apakah sekarang kau membawa berita baik, atau berita buruk???"
"Maafkan saya, Tuan Rigaz... Saya sudah melakukan seperti yang anda perintahkan. Tapi, gadis itu terlalu kuat. Setengah dari anak buah saya dihabisi dalam sekejap"
"Begitukah??? Hoo, berarti ini diluar dugaanku... Kupikir, dia akan jatuh pingsan bila ada kodok yang menempel di tubuhnya..."
"Tidak, Tuan... Dia malah menyerang ke segala arah dengan membabi buta. Bahkan, kami tidak bisa berkutik. Tetapi, dia juga menebas temannya..."
"Temannya? Aku tidak mengira dia memiliki teman seperjalanan?"

"Benar Tuan. Di lihat dari baju zirah yang dikenakannya, sepertinya dia orang dari Lituria...
"Ohh, sepertinya aku pernah bertemu dengan orang itu di kota ini..."

Mereka terdiam sesaat...
"Baiklah, perketat penjagaan Mansion" Perintah Rigaz kepada Bartos..."
"Segera, Tuan..."
"Ohh iya, dan juga jangan lupa mengingatkan para penjaga untuk membawa seekor kodok"
"Baiklah, Tuan..."

Bartoz pergi meninggalkan Rigaz.
"Apa yang harus kita lakukan? Penjagaan diperketat, bahkan aku yakin mereka membuat banyak jebakan kodok di mansion ini" Kataku cemas...
"Bisakah kau tidak menyinggung-nyinggung tentang kodok lagi?? Aku merasa muak!"
Geram Hikari...
"Ohh, maaf..."
"Mereka pikir. Hanya dengan kodok mereka dapat mengalahkanku?? Haa!!!"
Hikari membongkar isi tasnya...
"Anu, apa yang akan kau keluarkan?"
"Lihat saja..."


"Sssshhhh..."
Hikari menggenggam seekor ular.
"Hah??? Ular??? Untuk apa itu??" Aku agak terkejut.
"Dengan menggenggam ular ini aku akan merasa aman. Meski, kodok-kodok berkeliaran di Mansion ini, ular ini akan dengan sigap memangsa mereka semua... Hahaha..." Hikari menyeringai...
"Dasar aneh!!!"
"Apa kau bilang??"
"Kau berani memegang ular, tapi takut pada kodok??"

Hikari langsung menatapku dengan tajam, dan kami terdiam beberapa saat. Semua itu cukup membuatku merasa tidak enak...
"Reptil dan Amphibi berbeda!!! Meskipun ular terlihat jauh lebih menakutkan, tetap saja... Tetap saja..."
Mata Hikari mulai berkaca-kaca...
"Aku memiliki alasannya tersendiri... Walaupun... walaupun telah lama aku terus berusaha... Untuk tidak takut... Hiks..."
Waduh, kenapa dia malah nangis? Gawat nih...
"Ma-maaf... Aku tidak bermaksud membuatmu tersinggung..."
Kuambil sapu tangan dari sakuku, kemudian kusodorkan pada Hikari.
"Sudahlah, setelah semua urusan ini selesai. Kau bisa ceritakan alasanmu, agar aku tidak mengejekmu lagi... Bagaimana?" Bujukku lembut...
Hikari terdiam sesaat. Kemudian mengambil sapu tanganku dan langsung mengusap air matanya...
"Iya... Iya... Aku juga baru ingat, kita kan harus mengikuti Rigaz..."
Aku menghela nafas panjang...
"Baguslah. Nah, sekarang kita keluar dari sini..." Kataku, akan beranjak membuka pintu.
Tiba-tiba, Hikari memegang tanganku.
"Ehh??" Aku agak terkejut...
Aku menoleh kearahnya. Dia menatapku, wajahnya agak kemerahan. Mungkin karena menangis tadi.
"Terima Kasih, Jack..." Katanya sambil tersenyum.
Aku tertegun.
"Ehh... Tidak perlu berterimakasih..." Kataku, agak canggung...
"Sekarang, yang terpenting. Bukankah kita harus mengikuti Rigaz..?" Kataku, sembari mengintip melalui lubang ventilasi pintu.
Kuperhatikan tempat tadi Rigaz berdiri...
WALAH??? DIA SUDAH TIDAK ADA.













Project : Nothing... :fa:
2013-01-16, 22:25
PostRe: [StoryPlay] A long story...
ReydVires 
The First ThV©
avatar

Level 5
Posts : 538
Thanked : 5
Engine : RMVX
Skill : Skilled
Type : Event Designer

Bertindak bodoh, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana aku yang diterjang masalah tak jelas. Sekarang aku mulai berpikir, apakah Hikari seorang yang selalu membawa kesialan? uh...


"Hikari, kau tahu..."

"Apaan?"
"Aku ingin istirahat, sejak bangun tadi, keadaanku langsung serumit ini. Dan rasanya jika hal ini terus dilanjutkan, mual rasanya." sedikit alasan mengada, namun untuk kata 'istirahat' itu memang sungguhan.
"Oh, jadi sekarang harus gimana? kita belum selangkahpun keluar dari mansion ini, daritadi banyak penjaga mondar-mandir."
"Yaudah, kau kan Assasin, keluar aja duluan, aku mau istirahat dulu diruang yang gelap ini. Daah~" Aku memalingkan wajah, berharap Hikari langsung keluar dan lenyap. Tapi, tingkah konyolnya selalu datang menghampiriku, tiba-tiba dia menarik lenganku kembali, entah keberapa kalinya ia melakukan hal ini.
"Ehh?? kenapa kau menarik aku? aku mau istirahat dulu oyy..."
"Para penjaga sudah tak terlihat, ini waktunya kita keluar, lewat loteng tadi lagi."

Gampang sekali dia ngomong.
Seperti perkataannya, di lantai bawah sudah tak terlihat para penjaga, aku ditarik menuju loteng semula.
"Ada penyusup!!"
Teriakan seseorang dibawah mengagetkanku dan Hikari.
"Kita ketahuan, gimana ini."
"Lari!! bukan malah diem!"

Perlahan aku mulai pusing, tapi tetap memaksakan dengan berlari sekuat tenaga, dan saat tiba di loteng mansion, "Ayo kita lompat, satu... duaaa... "
"Ehh.. apa yang akan kau la-"
Dengan kegilaan yang terlihat memuncak, tanpa pikir panjang gadis gila ini terjun bebas, sialnya sambil memegang lenganku.

"Jangan biarkan mereka kabur!! mereka mata-mata!" Teriakan Sir Eas-apalah terdengar jelas.

Haruskah aku keluar dari kota ini? mungkinkan itu menghancurkan janji ku terhadap Roan? masalalu ku sepertinya tergambar kembali~


OOT:
:ming: Ayoo, flashback lagi~ solve this :lol: oh ya, kali butuh face si Hikari merona :v


Like This jhon
"I will struggle to reach out my dream~"
"RM like a creativity bridge, without any passers, RM is nothing."
Spoiler:
 



Supported by TheVires Production©™


Untuk apa? untuk keseluruhan yang kecil
2013-01-17, 10:18
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Radical Dreamer 
Novice
Novice
avatar

Level 5
Posts : 152
Thanked : 1
Engine : RMVX Ace
Skill : Beginner
Type : Writer
Awards:

Lima tahun yang lalu - mansion keluarga Cromwell, kerajaan Lituria.

Seorang gadis kecil dengan gaun kebesaran dan rambut pigtail-nya bersembunyi dibalik sebuah tembok. Diam-diam ia mencuri pandangan pada seorang pemuda yang tengah bersandar santai disamping sebuah pintu. Pemuda itu mengetahui bahwa dirinya sedang di awasi oleh sang gadis kecil, namun ia berusaha untuk tidak peduli. Karena ia tahu gadis kecil yang mengawasinya adalah Liliana Cromwell, adik dari Roan Cromwell ; tuan dan juga sahabat baiknya.

Awalnya pemuda itu berusaha untuk tidak menghiraukan kelakuan Liliana, namun lama kelamaan ia juga merasa risih. Akhirnya ia pun berjalan menuju Liliana untuk menegurnya. Liliana hanya diam kebingungan ketika pemuda itu datang menghampirinya.


"Nona Lilian." ucap pemuda itu dengan nada lembut.


"J-jack..." jawab Lilian dengan gugup.

"Nona, aku tahu ini rumahmu. Kau dapat melakukan apapun yang kau suka, termasuk berdiri di balik tembok dan mengawasi seseorang. Tapi aku mempunyai privasi, aku tidak ingin ada gadis kecil yang mengawasiku setiap saat. Tolong mengerti, mungkin kau mempunyai kegiatan lain yang dapat dilakukan...?"

Liliana tidak dapat menatap Jack, pandangan matanya jatuh kebawah lantai.

"A-aku... aku hanya kesepian..." jawab Liliana pelan. "Ayah dan ibu telah pergi, kakak sibuk dengan persiapannya untuk menggantikan ayah, sementara kau sibuk menjaga kakak. Aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi untuk menemaniku..." lanjut Liliana.

Jack menghela nafas panjang, ia mencoba untuk mengerti apa yang dirasakan Liliana.

"Tapi, bukankah dirumah ini banyak orang yang dapat menemanimu? bagaimana dengan bibi Amelia atau paman Carlos?" bujuk Jack.

Liliana hanya menggeleng kepala. Ia tidak dekat dengan orang lain selain keluarganya dan Jack.

Jack kembali menghela nafas. Sebenarnya ia ingin menemani Liliana, namun tanggung jawabnya sebagai pengawal pribadi Roan mencegahnya untuk melakukan itu. Apalagi saat ini adalah masa-masa yang sangat berbahaya untuk Roan. Banyak pihak yang ingin menyingkirkannya dari kursi jenderal kerajaan Lituria.

Tak lama kemudian Roan keluar dari ruangannya, ia menghampiri Jack dan Liliana.


"Apa yang sedang kalian bicarakan...?"

Jack segera berbalik kaget.

"Ah Roan, kau mengagetkanku."

Roan tersenyum, "apakah Liliana menganggumu lagi...?"

Jack menggeleng kepala, "tidak, nona Lilian hanya ingin mengobrol denganku."

Roan memandang mata Lilian dan tersenyum penuh maksud.

"Oh, kalau begitu bagaimana jika kalian pergi jalan-jalan di kota...? cuaca hari ini sangat cerah." Roan kembali memandang wajah Liliana, sebuah senyuman merekah di parasnya yang manis.

"Eh? tapi... aku harus menjagamu!" sergah Jack.

"Tidak apa-apa, kau dapat beristirahat. Lagipula mansion ini sudah dijaga ketat, seekor kecoapun tidak akan dapat keluar masuk tempat ini dengan mudah." Roan berusaha meyakinkan Jack.

"Tapi..." Jack masih merasa ragu.

Roan menarik Jack menjauhi Liliana dan berbisik kepadanya, "Jangan menjadi pria yang tak berperasaan. Kau tahu Liliana sangat menyukaimu, setidaknya hari ini berkencanlah dengannya. Walau dia hanya berumur 12 tahun, dia tetap seorang wanita. Dia bisa kecewa jika tak kunjung kau hiraukan."

Jack tersipu malu, "Eh?! T-tapi, dia adalah nona Lilian... aku tidak pantas untuk..."

Roan menepuk bahu Jack lalu menghampiri Liliana.

"Liliana, hari ini Roan mengajakmu berbelanja di kota. Apakah kau bersedia...?"

Liliana mengangguk dengan antusias.

"Baiklah kalian, selamat bersenang-senang. Aku ada di perpustakaan jika kalian mencariku."

Roan pun pergi meninggalkan Jack dan Liliana yang tiba-tiba menjadi salah tingkah. Susana menjadi hening untuk beberapa saat.

"Umm... nona ingin membeli apa...?" tiba-tiba Jack membuka suara.

Liliana berpikir sesaat lalu mengangkat wajahnya, "Aku ingin membeli hadiah untuk kakak...! sebagai hadiah saat ia dilantik menjadi jenderal nanti."

"Ah, ide bagus, Roan pasti sangat senang."

setelah itu mereka berdua pun pergi ke kota.

bersambung...

OOT :
jika ada yang mau melanjutkan, silahkan melanjutkan dari cerita presentnya (cerita Reyd). berhubung ada keperluan flashbacknya akan saya lanjutkan nanti.


malasnya...
PostRe: [StoryPlay] A long story...
Sponsored content 




 

[StoryPlay] A long story...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 

Similar topics

+
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
RPGMakerID :: Community Central :: Role Playing-